Thursday, 10 May 2012

Dedikasi Dan Cinta Guru


DEDIKASI DAN CINTA GURU
Guru yang berhasil dalam hidupnya adalah guru yang mencintai profesi dan anak anak didiknya.Cinta guru terhadap profesinya bisa berwujud profesionalisme,totalitas,ketulusan,kesabaran,dan kerelaan menghadapi resiko resiko yang harus ditanggung. Adapun cinta guru kepada siswa terwujud melalui kedekatan , keakraban, penerimaan yang tulus,atau cairnya hubungan yang terbangun bersama mereka. Curahan cinta, kasih dan saying guru kepada siswa akan menghasilkan sesuatu yang spektakuler yaitu respons balik dari siswa berupa cinta,kepatuhan,dan prestasi.
Semua hal itu, berlangsung secara timbal balik,memunculkan suatu interaksi proses belajar mengajar yang menggairahkan ,mencerdaskan, dan mencerahkan antara guru dengan siswa.Lalu darimana kita dapat mengidentifikiasi terjadinya proses yang dasyat itu,,,,,,,,,,,,
Sekurang kurangnya ada tiga hal yang menjadi indicator cinta seorang guru terhadap profesi dan anak anak didiknya. Pertama,pasokan energy yang berlimpah. Kedua,kesediaan untuk berkorban. Ketiga, kesiapan untuk selalu memberi yang terbaik. Dari ketiga itu bisa dijadikan tolak ukur ,apakah seorang guru sudah menjalani profesinya berdasarkan cinta ataukah belum.Di sisi lain, ketiga hal itu juga bisa membuat seorang guru merasa nikmat dalam menjalani profesinya,sehingga tak terasa terbebani dengan apapun yang terjadi di kelas terhadap guru tersebut,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,Bahkan,profesi guru akan terasa sebagai hiburan yang menyenangkan dan dengannya ia memperoleh kepuasan batin.
Pada akhirnya,guru bakal mampu menunjukan dedikasi terhadap profesinya,sebab hanya cinta ,kasih,dan sayanglah yang menjadi landasannya.
@PASOKAN ENERGI YANG BERLIMPAH……………..,,,,,,,,,,,,,,,,,;;;;;;;;;;;;;;
Orang yang jatuh cinta akan memiliki pasokan energy luar biasa.Ibarat remaja yang sedang kasmaran karena cinta pertama,bila sudah janjian untuk bertemu dengan kekasihnya, maka seolah olah tak satupun perkara bisa menggagalkannya.Tempat yang jauh tak membuatnya ciut,hujan lebat tak membuatnya surut,jalan sepi tak membuatnya takut.Bahkan,banyak remaja yang tanpa malu berbaku hantam,hanya untuk memperebutkan gadis yang dicintainya. Semua itu dilakukan dengan penuh semangat,jauh dari kata terpaksa.Yang ada didalam benak orang yang kasmaran hanyalah bayangan akan kebahagian tiada tara,jika tekad untuk bertemu sang kekasih terlaksana,ia tahu,segala pengorbanan yang diberikannya akan terbalas oleh keindahan tak terkira.
Ada cerita dari seorang teman.Ia adalah seorang guru,sekali waktu ia sedang bercerita kepada ibunya ,tentang kenakalan siswa yang terjadi di sekolah.Tetapi rupanya cerita itu didengar oleh ayahnya,yang sejak awal tidak setuju anaknya memilih profesi guru.” Kamu ini aneh ,ditawari pekerjaan yang lebih baik tidak mau.Eee……malah memilih pekerjaan yang selalu membuat susah diri sendiri seperti itu,”,,,,,keluh sang ayah.”saya sedang bercerita ayah ,bukan sedang mengeluh,”,,,,,,jawab teman guru itu seketika.Sang ayah balik bertanya ,”tapi kamu punya apa dari pekerjaanmu selama ini,selain masalah dan masalah?,,,,Teman saya menjawab dengan mantap,”saya punya kepuasan batin.saya punya kebahagiaan.
Dari jawaban itu, tampak sekali bahwa rekan saya itu,memiliki cadangan energy yang luar biasa besar,untuk mengatasi masalah yang bisa menghambatnya termasuk berondongan kesangsian sang ayah.Inilah yang diperlukan guru,demi kesuksesan dalam menjalani profesinya.,,,,,,,,,,,,,,,,,
Sayangnya, yang sering tampak pada banyak guru bukanlah sikap tangguh seperti itu.Kadang kadang ,baru  merasa tidak mendapat dorongan dari orang di sekelilingnya saja,semangat seorang guru,sudah kendor.Bahkan,ada juga guru yang sebenarnya selalu mendapat dorongan dan motivasi dari sanak kerabatnya,namun tetap saja pendiriannya tidak bertambah kokoh.Hal  seperti ini terjadi karena motivasi yang berasal dari dalam dirinya sendiri.(berupa kecintaan profesi) belumlah kuat.Maka,wajar saja bila cadangan energinya selalu habis,tiada energy yang tersedia setiap saat yang akan membuatnya mampu untuk terus bertahan dengan segenap keyakinan.
@KESEDIAAN BERKORBAN,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Seorang kepala sekolah mengungkapkan keheranannya terhadap perilaku beberapa guru.Menurutnya “mereka banyak menuntut”.Bayangkan ada sebagian dari mereka yang sudah diberi motivasi,diikutkan seminar dan pelatihan ,diberi banyak fasilitas ,namun tetap saja tak mampu menumbuhkan semangat ngajarnya.Bukan peningkatan kualitas sumber daya yang didapat di sekolah tapi justru keluhan keluhan tentang capainya mengikuti acara,kurangnya akomodasi  ,dan anggapan miring tentang penyelenggaraan acara itu, “enggak banyak manfaatnya,Cuma buang buang waktu dan tenaga.Seharusnya libur malah masuk seharian,,,,,;”begitu kurang lebih komentar mereka.
Kondisi tersebut sangat berkebalikan dengan cerita berikut.Ada seorang guru yang selalu membiayai dirinya sendiri ,agar bisa mengikuti kegiatan kegiatan yang dia anggap dapat mendukung profesinya .Disela waktu mengajar ,ia masih menyempatkan diri membaca buku, serta mengikuti seminar seminar.Semua dilakukan untuk menambah wawasan dan memperkaya dirinya dengan banyak metode serta kreativitas dalam mengajar.Ia rela mengeluarkan biaya yang sebenarnya bukan menjadi tanggung jawabnya.
Suatu ketika,upaya keras guru yang kreatif ini mendapat perhatian dari sebuah lembaga internasional.Diapun ditawari untuk berkeliling dunia,mengunjungi sekolah sekolah diberbagai Negara .Tak tanggung tanggung ,dia diminta menjadi duta misi untuk memberi semangat kepada para guru didaerah didaerah yang dikunjunginya.Namun ,tak disangka ,tawaran itu ditolaknya.Alasannya sungguh mengejutkan ;ia tak mau jika harus meninggalkan anak anak didiknya terlalu lama.
Sikap sang guru sejati itu memang sekilas tampak kurang pas. Mengapa peluang emas yang amat berharga dilepasnya begitu saja? Pedahal bukankah pengalamannya mengikuti program studi banding itu,juga akan memperkaya wawasan yang sungguh bermanfaat baginya,bagi sekolahnya,dan bagi para muridnya?
Namun,soal ini akan terlihat wajar bila dilihat dengan kacamata cinta.Cinta terhadap anak anak didiknyalah yang menumbuhkan kerelaan berkorban di dalam diri guru yang luar biasa ini.Dari kesiapan berkorban itu,sang guru akan selalu bisa mengatasi kesulitan kesulitan yang ditemuinya dalam mengembangkan diri.Dampaknya ,dia selalu ingin mempelajari sebanyak mungkin pengetahuan dan keterampilan,yang semuanya ia persembahkan kepada murid murid yang disayanginya,serta profesi yang dicintainya.
Dari kedua cerita diatas,semoga saja ada pelajaran yang dapat kita ambil.Tampak sekali perbedaan antara guru yang menjalani profesinya berlandaskan cinta,dengan menjadi guru karena terpaksa.Kreativitas guru muncul takala komitmen , konsentrasi, dan dedikasi dicurahkan sepenuhnya bagi keberhasilan proses pendidikan dan kemajuan anak anak didiknya.
@SELALU INGIN MEMBERI YANG TERBAIK,,,,,………….
Masih ingatkah dengan lagu yang berjudul “kasih ibu” yang sangat dikenal anak anak Indonesia itu,apakah makna lagu itu bagi guru.
Dengan bermodalkan kasih sayang total,seorang ibu mampu berperan laksana matahari bagi anak anaknya .Dengan ketulusannya ,sang matahari terus menerus menyinari dan menghangatkan bumi.Matahari tahu bahwa bumi sangat membutuhkan sinarnya.Apa jadinya bumi tanpa sinar dan kehangatan yang dicurahkan matahari? Atau dalam konteks hubungan ibu dan anak,bagaimana perkembangan anak bila ibunya sendiri tak mencintai? Kira kira,begitulah yang mendasari sikap istiqomah matahari terhadap bumi,ibu terhadap anaknya,dilihat dari prespektif cinta,kasih dan sayang.Matahari tiada mengharapkan secuilpun balasan atas curahan sinar dan kehangatannya,ibu terhadap anak pun demikian.
Mau tak mau ,seorang guru mengalami nasib seperti matahari.Diniatkan atau tidak,ia memberi sesuatu kepada orang lain yang belum tentu akan memberikan balasan setimpal kepadanya.Guru mendidik anak orang lain,yang ia bimbing dan ia besarkan adalah asset orang lain.Jika pendidikan dari guru membawa hasil bagi seorang anak,orang pertama yang akan menikmati hasil itu pastilah orang tuanya,bukan gurunya.
Bayangkan,misalnya seorang siswa yang dulu dididik seorang guru,dikemudian hari berhasil menjadi presiden. Sekarang ,ia berada sangat jauh dari tempat tinggal gurunya. Dia tinggal di Istana Negara ,sedangkan gurunya tetap tinggal dirumah sederhana tipe 21 an.Siapa kira kira orang pertama yang paling mendapat kehormatan dengan prestasi si anak? Pastilah kedua orang tua kandungnya terlebih dahulu.Merekalah yang barangkali akan diboyong ke ibukota untuk tinggal bersama sang anak,di istana kepresidenan .Kedua orang tua kandungnya itulah yang akan segera menikmati nama besar yang berhasil dicapai anaknya.Bagaimana dengan gurunya ? sang guru akan tetap harus melalui prosedur protokoler istana Negara yang rumit dan berbelit belit.
“Ibarat bamboo,nasib murid setinggi betung,tapi nasib guru setinggi ruas ruasnya.”begitu kata sebuah pepatah.Boleh jadi muridnya besok menjadi orang orang sukses,terkenal di seantero negeri.Ada yang jadi gubernur,pengusaha,artis,ilmuwan,dan sebagainya. Namun , seorang guru tetaplah guru dengan penghasilan dan popularitas yang tak sebanding dengan apa yang telah diraih murid muridnya itu.
Meski demikian,dengan cinta dan ketulusan di dalam dada,semua itu tidak membuat guru surut dari kesetiaan dalam menunaikan tugasnya yang mulia.Cinta telah membuat guru tak mengharapkan balasan apa pun dari semua yang telah ia lakukan.Cinta telah membuat guru memberikan semua yang di milikinya ,pengajaran ilmu dan budi pekerti,agar dimiliki anak anak didiknya.Semua tanpa syarat atau agunan.Inilah salah satu indikasi cinta,bila guru betul betul telah mendasari semua aktivitasnya dengan cinta.
Ya,cinta akan mampu membuat seseorang senantiasa memberikan yang terbaik kepada yang dicintainya.Ia tidak mengharapkan apa pun dari pemberian pemberiannya.Balasan apa yang lebih diharapkan selain balasan berupa cinta itu sendiri,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,…….

No comments:

Post a Comment