Thursday, 31 May 2012

pembelajaran


                   PEMAHAMAN TENTANG PROSES PEMBELAJARAN
A.    Pengertian Pembelajaran dan Pengajaran.
Jika kita mengamati berbagai praktek pembelajaran yang dilaksanakan oleh para guru , akan dapat dijumpai gejala beraneka ragam.            Keaneka ragaman itu terjadi,baik pada tingkah laku guru , siswa, maupun situasi kelas.Secara umum gejala yang dapat diamati dapat dikelompokan ke dalam tiga kelompok utama, yaitu:
1.      Ada guru yang mengajar dengan cara menyampaikan materi pelajaran semata-mata.
2.      Ada guru yang sengaja menciptakan kondisi belajar dengan seemikian rupa, sehingga siswa termotivasi untuk dapat melakukan secara aktif dalam mempelajari materi pembelajaran.
3.      Ada guru yang mengajar dengan memberi kebebasan kepada siswa memilih materi pembelajaran apa yang akan dipelajari sesuai dengan minat dan pilihannya, juga memberi kebebasan kepada setiap siswa untuk melakukan aktivitas belajar.
Pada kelompok pertama , guru berperan sebagai penyampai materi pelajaran. Guru biasanya berdiri di depan kelas ,menghadapi sejumlah siswa dan menjelaskan isi pelajaran. Sesekali mungkin ada siswa bertanya atau meminta penjelasan , dan guru mengulangi penjelasan sebagai jawabannya . Siswa pada umumnya duduk dengan rapih, mendengarkan keterangan guru, atau sedikit mencatat keterangan itu. Adapun yang dijelaskan ,diterima sebagai pengetahuan yang harus dimiliki.Situasi seperti inilah yang disebut pengajaran.
Situasi kelas pada proses pengajaran seperti digambarkan di atas,bersifat pasif dan verbalistis,yaitu siswa hanya diberi atau menerima ,dan guru melaksanakan pengajaran dengan penuturan (verbal) semata-mata. Jarang dijumpai keaktifan belajar yang lebih jauh seperti berdiskusi,melakukan penemuan,menguji suatu konsep,teori dan sebagainya.Hubungan antarindividu siswa dengan siswa maupun siswa dengan guru dalam proses pengajaran tampak pincang,sehingga kurang terlihat adanya hubungan timbale balik,baik antara siswa dengan siswa maupun siswa dengan guru.Secara sederhana situasi pengajaran demikian dapat digambarkan dengan ungkapan “duduk,dengar,catat,dan hapalkan.”
Pada kelompok ke dua ,ada semangat guru yang mengajar dengan menciptakan situasi dan kondisi belajar yang memungkinkan siswa dapat memperoleh pengalaman belajar sesuai dengan tujuan. Oleh karena itu,tujuan yang hendak dicapai itu beraneka ragam,maka situasi pembelajaran pun beraneka ragam pula. Jika tujuan pembelajaran hanya menghendaki siswa mengetahui sesuatu, tentu proses pembelajaran pun sederhana. Jika tujuan menghendaki agar siswa tidak hanya sekedar mengetahui , tetapi memiliki kemampuan yang lebih jauh,seperti memahami ,mampu menerapkan suatu konsep dalam berbagai keadaan,atau memiliki bentuk bentuk keterampilan tertentu disesuaikan dengan tuntutan pencapaian tujuan tersebut,maka proses itulah yang disebut pembelajaran.
Pada kelompok ke dua,guru berperan sebagai orang yang selalu berupaya untuk memberi rangsangan agar siswanya mau mempelajari suatu materi pembelajaran tertentu.Pada saat siswa melakukan proses belajar,guru membimbing atau membantu kesulitan kesulitan yang dihadapi sehingga yang bersangkutan mampu memecahkannya. Disamping itu, guru  pun mengarahkan siswanya belajar, sehingga dapat mencapai tujuan dan dia pun selalu berupaya agar siswanya selalu termotivasi untuk belajar. Dengan cara semacam ini, siswa lebih aktif dalam belajar , dan kegiatannya pun beraneka ragam. Siswa dapat mempelajari suatu materi pembelajaran tertentu dengan cara diskusi,melakukan penemuan,melakukan percobaan, melakukan latihan, dan sebagainya,sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
Pada kelompok ketiga,guru berperan sebagai pembimbing belajar,namun proses pemberian bimbingan bersifat lebih bebas,tanpa mengarahkan.Secara umum proses pembelajaran semacam ini dimaksudkan agar siswa lebih kreatif,matang,karena mereka sendiri yang menentukan materi yang akan mereka kuasai,namun dinegara kita masih sulit dan langka.
Uraian di atas dapat disimpulkan ,bahwa proses pembelajaran itu beraneka ragam. Jika kita mau semua gejala yang menunjukan keanekaragaman proses pembelajaran akan didapati lebih banyak lagi. Hal ini disebabkan,pembelajaran pada hakekatnya merupakan suatu proses yang kompleks ,namun dengan maksud yang sama,yaitu memberi pengalaman belajar kepada siswa sesuai dengan tujuan.Tujuan yang hendak dicapai sebenarnya ,merupakan acuan dalam penyelenggaraan proses pembelajaran.Oleh karena itu tujuan yang hendak dicapai itu berbagai macam,maka cara mencapainya pun berbagai macam ,maka cara mencapainya pun berbagai macam pula.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,…………………………,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Namun,jika ditelusuri secara mendalam ,proses pembelajaran yang merupakan inti dari proses pendidikan formal di sekolah di dalamnya terjadi interaksi antara berbagai komponen pembelajaran.Komponen –komponen itu dapat dikelompokan ke dalam tiga kategori yaitu : guru, isi atau materi pembelajaran dan siswa.
Interaksi ke tigs komponen itu melibatkan sarana dan prasarana,seperti metode pembelajaran,media pembelajaran,dan penataan lingkungan tempat belajar,sehingga tercipta situasi pembelajaran yang memungkinkan tercapainya tujuan yang telah direncanakan sebelumnya.





KEGIATAN SISWA SISWI DI PONDOK PESANTREN NUR EL FALAH KUBANG PETIR                                          
                                                                                         


         




                                        









                                  

Monday, 28 May 2012

proses pembelajaran

                   PEMAHAMAN TENTANG PROSES PEMBELAJARAN
A.    Pengertian Pembelajaran dan Pengajaran.
Jika kita mengamati berbagai praktek pembelajaran yang dilaksanakan oleh para guru , akan dapat dijumpai gejala beraneka ragam.            Keaneka ragaman itu terjadi,baik pada tingkah laku guru , siswa, maupun situasi kelas.Secara umum gejala yang dapat diamati dapat dikelompokan ke dalam tiga kelompok utama, yaitu:
1.      Ada guru yang mengajar dengan cara menyampaikan materi pelajaran semata-mata.
2.      Ada guru yang sengaja menciptakan kondisi belajar dengan seemikian rupa, sehingga siswa termotivasi untuk dapat melakukan secara aktif dalam mempelajari materi pembelajaran.
3.      Ada guru yang mengajar dengan memberi kebebasan kepada siswa memilih materi pembelajaran apa yang akan dipelajari sesuai dengan minat dan pilihannya, juga memberi kebebasan kepada setiap siswa untuk melakukan aktivitas belajar.
Pada kelompok pertama , guru berperan sebagai penyampai materi pelajaran. Guru biasanya berdiri di depan kelas ,menghadapi sejumlah siswa dan menjelaskan isi pelajaran. Sesekali mungkin ada siswa bertanya atau meminta penjelasan , dan guru mengulangi penjelasan sebagai jawabannya . Siswa pada umumnya duduk dengan rapih, mendengarkan keterangan guru, atau sedikit mencatat keterangan itu. Adapun yang dijelaskan ,diterima sebagai pengetahuan yang harus dimiliki.Situasi seperti inilah yang disebut pengajaran.
Situasi kelas pada proses pengajaran seperti digambarkan di atas,bersifat pasif dan verbalistis,yaitu siswa hanya diberi atau menerima ,dan guru melaksanakan pengajaran dengan penuturan (verbal) semata-mata. Jarang dijumpai keaktifan belajar yang lebih jauh seperti berdiskusi,melakukan penemuan,menguji suatu konsep,teori dan sebagainya.Hubungan antarindividu siswa dengan siswa maupun siswa dengan guru dalam proses pengajaran tampak pincang,sehingga kurang terlihat adanya hubungan timbale balik,baik antara siswa dengan siswa maupun siswa dengan guru.Secara sederhana situasi pengajaran demikian dapat digambarkan dengan ungkapan “duduk,dengar,catat,dan hapalkan.”
Pada kelompok ke dua ,ada semangat guru yang mengajar dengan menciptakan situasi dan kondisi belajar yang memungkinkan siswa dapat memperoleh pengalaman belajar sesuai dengan tujuan. Oleh karena itu,tujuan yang hendak dicapai itu beraneka ragam,maka situasi pembelajaran pun beraneka ragam pula. Jika tujuan pembelajaran hanya menghendaki siswa mengetahui sesuatu, tentu proses pembelajaran pun sederhana. Jika tujuan menghendaki agar siswa tidak hanya sekedar mengetahui , tetapi memiliki kemampuan yang lebih jauh,seperti memahami ,mampu menerapkan suatu konsep dalam berbagai keadaan,atau memiliki bentuk bentuk keterampilan tertentu disesuaikan dengan tuntutan pencapaian tujuan tersebut,maka proses itulah yang disebut pembelajaran.
Pada kelompok ke dua,guru berperan sebagai orang yang selalu berupaya untuk memberi rangsangan agar siswanya mau mempelajari suatu materi pembelajaran tertentu.Pada saat siswa melakukan proses belajar,guru membimbing atau membantu kesulitan kesulitan yang dihadapi sehingga yang bersangkutan mampu memecahkannya. Disamping itu, guru  pun mengarahkan siswanya belajar, sehingga dapat mencapai tujuan dan dia pun selalu berupaya agar siswanya selalu termotivasi untuk belajar. Dengan cara semacam ini, siswa lebih aktif dalam belajar , dan kegiatannya pun beraneka ragam. Siswa dapat mempelajari suatu materi pembelajaran tertentu dengan cara diskusi,melakukan penemuan,melakukan percobaan, melakukan latihan, dan sebagainya,sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
Pada kelompok ketiga,guru berperan sebagai pembimbing belajar,namun proses pemberian bimbingan bersifat lebih bebas,tanpa mengarahkan.Secara umum proses pembelajaran semacam ini dimaksudkan agar siswa lebih kreatif,matang,karena mereka sendiri yang menentukan materi yang akan mereka kuasai,namun dinegara kita masih sulit dan langka.
Uraian di atas dapat disimpulkan ,bahwa proses pembelajaran itu beraneka ragam. Jika kita mau semua gejala yang menunjukan keanekaragaman proses pembelajaran akan didapati lebih banyak lagi. Hal ini disebabkan,pembelajaran pada hakekatnya merupakan suatu proses yang kompleks ,namun dengan maksud yang sama,yaitu memberi pengalaman belajar kepada siswa sesuai dengan tujuan.Tujuan yang hendak dicapai sebenarnya ,merupakan acuan dalam penyelenggaraan proses pembelajaran.Oleh karena itu tujuan yang hendak dicapai itu berbagai macam,maka cara mencapainya pun berbagai macam ,maka cara mencapainya pun berbagai macam pula.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,…………………………,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Namun,jika ditelusuri secara mendalam ,proses pembelajaran yang merupakan inti dari proses pendidikan formal di sekolah di dalamnya terjadi interaksi antara berbagai komponen pembelajaran.Komponen –komponen itu dapat dikelompokan ke dalam tiga kategori yaitu : guru, isi atau materi pembelajaran dan siswa.
Interaksi ke tigs komponen itu melibatkan sarana dan prasarana,seperti metode pembelajaran,media pembelajaran,dan penataan lingkungan tempat belajar,sehingga tercipta situasi pembelajaran yang memungkinkan tercapainya tujuan yang telah direncanakan sebelumnya.







                                                                                         


         




                                        









                                  


Wednesday, 16 May 2012

SYUKURI APA YANG KITA MILIKI





PENGERTIAN INOVASI PENDIDIKAN


PENGERTIAN INOVASI PENDIDIKAN
Perkembangan teknologi dan informasi yang cepat dalam berbagai aspek kehidupan termasuk dalam bidang pendidikan ,merupakan suatu upaya untuk menjembatani masa sekarang dan masa yang akan datang dengan jalan memperkenalkan pembaharuan pembaharuan yang cenderung mengejar efisiensi dan efektivitas.
Pembaharuan mengiringi perputaran zaman yang tak henti – hentinya berputar sesuai dengan kurun waktu yang telah ditentukan. Kebutuhan akan layanan individual terhadap peserta didik dan perbaikan kesempatan belajar bagi mereka, telah menjadi pendorong utama timbulnya pembaharuan pendidikan.Oleh karena itu,lembaga pendidikan harus mampu mengantisipasi perkembangan tersebut dengan terus menerus mengupayakan suatu program yang sesuai dengan perkembangan anak,perkembangan zaman, situasi, kondisi, dan kebutuhan peserta didik.
Kata “Innovation” (bahasa inggris) sering diterjemahkan segala hal yang baru atau pembaharuan. “Inovasi” terkadang disebut sebagai penemuan, karena hal yang baru itu hasil penemuan.
Discovery adalah penemuan sesuatu yang sebenarnya benda atau hal yang ditemukan itu sudah ada, tetapi belum diketahui orang.misalnya penemuan benua Amerika.
Invensi (invention) adalah penemuan sesuatu yang benar benar baru,artinya hasil kreasi manusia.Benda atau hal yang ditemui itu benar benar sebelumnya tidak ada. Misalnya penemuan teori belajar,teori pendidikan dll.
Inovasi (INNOVATION) ialah suatu ide ,barang ,kejadian, metode yang dirasakan atau diamati sebagai suatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat) baik itu berupa hasil invention maupun discovery.
Beberapa pengertian inovasi yang dibuat para ahli sebagai berikut :
@ An innovation is an idea for accomplishing some recognition social and in a new way or for accomplishing some social (Donald P.Ely 1982,seminar  educational change).
@ An innovation is any idea,practice,or mate artifact perceived to be new by the relevant unit of adopt.The innovation is the change object. A change is the altera in the structure of a system that requires or could be required relearning on the part of the factor in response to a situation. The requirements of the situation often inlvolve a res to a new requirement is an inventive process producing an invention.However, all innovation ,sice not everything an individual or formal or informal group adopt is perceived as new.(zaltman,Duncan,1977 : 12)
@ innovation is a species of the genus “change”.Generally speaking it seems useful to define an innovation as a deliberate,novel,specific change, which is thought to be more efficacius in accomplishing the goal of a system. From the point of the view of this book        (innovation in education ) ,it seem helpful to consider innovations as being willed and planned for rather than as accruing haphazardly. (Matthew B.Milles,1964 :14)
Semua definisi tersebut,menyatakan bahwa inovasi adalah suatu ide, hal hal yang praktis ,metode, cara, barang barang buatan manusia, yang diamati atau dirasakan sebagai suatu yang baru bagi seseorang atau kelompok orang (masyarakat) .
Inovasi Pendidikan adalah suatu perubahan yang baru,dan kualitatif berbeda dari hal (yang ada sebelumnya) ,serta sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu dalam pendidikan.
Pendidikan adalah suatu sistem ,maka inovasi pendidikan mencakup hal hal yang berhubungan dengan komponen sistem pendidikan , baik sistem dalam arti sekolah, perguruan tinggi, atau lembaga pendidikan yang lain,maupun sistem dalam arti yang luas.

TUGAS EVALUASI PENDIDIKAN


BAB  1
SKETSA UU PARLEMEN

            Saya sudah mengajar selama tujuh belas tahun, 10 terakhir ini di kelas lima dalam
 sekolah menengah pinggiran ,di kelas saya ada 26 siswa , 16 pria dan 10 perempuan. Lima siswa memiliki pemahaman pemahaman khusus dan menerima dukungan parttime dari pembantu pembantunya ketika mereka bersama saya.Sisanya mereka memberikan kemampuan yang luas, juga kepentingan kepentingan dan motivasi. Saya memperkirakan bahwa unit ini akan butuh dari 10 hingga 12 hari berdasarkan pada periode instruksi selama 45 menit tiga kali seminggu dan 90 menit dua kali seminggu,jika siswa siswa yang tertangkap secara tepat pada aspek unit konseptual ,maka cenderung butuh 10 hari . Jika siswa siswa tidak dan jika mereka kesulitan menulis editorial – editorialnya maka cenderung menjadi unit selama 12 hari atau unit selama 14 hari.
          Sketsa ini, yang dikembangkan dan diajarkan oleh Ms.Gwendolyn K.Airasan, menggambarkan suatu unit yang mengintegrasikan sejarah colonial sebelum perang Revolusi dan penugasan tulisan yang persuasif.
Bagian 1 : Tujuan   
          Tujuan umum saya pada unit ini adalah meminta siswa siswa mendapatkan pengetahuan mengenai Amerika Kolonial di tahun 1760 an dan 1770 an , secara khusus pengetahuan mengenai  pajak – pajak raja George dan reaksi reaksi amerika pada mereka.
Komentar
            Tujuan pertama : sebagai remember factual knowledge. Tujuan ke dua adalah menerangkan efek atau pengaruh UU terhadap beragam kelompok atau group koloni. Tujuan ke tiga menyerupai kegiatan atau tugas penilaian lebih daripada suatu tujuan. Argumen serupa dapat dibuat bagi tujuan yang keempat dimana “selft edit/edit sendiri” dan “peer edit/edit rekanan”,kata benda adalah “editorial”.Kami dapat asumsi bahwa editing khususnya self-editing dan peer-editing adalah bentuk evaluasi. Jadi, evaluate adalah kategori proses .
Bagian 2 : Kegiatan – Kegiatan Instruksi
          Saya mempertimbangkan sejumlah cara untuk mengajarkan tujuan saya termasuk meminta siswa menulis surat pada seorang kerabat di inggris yang menggambarkan dampak UU parlemen pada keluarganya atau meminta siswa menulis petisi menentang pajak. Saya secara acak, siswa yang berangka ganjil adalah patriot(gembira)  dan siswa yang berangka genap adalah Troy (keluhan).   Saya membaca masing masing criteria dengan keras, dan meminta siswa siswa secara perorangan untuk menerangkan kata kata mereka mengenai apa arti masing masing criteria.
Komentar
            Ms.Airasian mengenal bahwa sebagian kegiatan instruksi dapat membentuk basis bagi unit dan ia menyeleksinya.Pengenalannya menunjuk pada perbedaan diantara tujuan tujuan dan kegiatan kegiatan instruksi; dinyatakan secara agak berbeda, ditunjukan fleksibilitas dan kreativitas yang dimiliki guru dalam perencanaan, pengajaran, dan penilaian, setelah mereka mengidentifikasikan tujuan tujuan spesifik.

11.1 Analisis Sketsa UU Parlemen Dalam Hal Tabel Taksonomi Berdasarkan Tujuan tujuan yang Dinyatakan.
Hari kedua
   Saya memperlihatkan video mengenai periode colonial yang menggambarkan UU pajak dan memberikan pengertian mengenai sikap kolonis terhadap Inggris.
            Kami menyarankan bahwa kegiatan kegiatan ini berhubungan secara mendasar pada tujuan pertama , remember factual pengetahuan.
            Saya memberitahukan mereka bahwa kuis akan menghendaki mereka untuk mencocokan bagian bagian dari UU pajak pada nama UU pajak.
Komentar
            Kuis “metching /kecocokan” konsisten dengan klasifikasi kami akan kegiatan kegiatan ini karena remembering factual knowledge.
Hari keempat
            Saya mulai dengan suatu kuis yang memperhitungkan seperlima kelas unit final. Setelah kuis, saya memulai tinjauan mengenai penulisan persuasif. Saya mengingatkan siswa bahwa penulisan persuasif berupaya membuat pembaca setuju dengan opini penulis, sehingga penulis harus memberikan fakta dan contoh contoh untuk mendukung opini.
Komentar
            Perhatian bergerak pada tinjauan penulisan persuasif. Secara jelas, penulisan editorial memerlukan procedural knowledge. Ia juga meninjau perangkat criteria untuk mengevaluasi penulisan secara umum (juga conceptual knowledge). Kegiatan kegiatan hari ke-4 ini berhubungan secara mendasar untuk understand conceptual knowledge dan secara sekunder untuk apply procedural knowledge.
            Pada pertemuan ini diadakannya diskusi.

Komentar
            Adanya penyimpulan penyimpulan dibuat berdasarkan pada pengetahuan konseptual siswa mengenai patriot dan Troy. Sehingga kegiatan kegiatan ini berhubungan pada understand conceptual knowledge dan remember factual knowledge.
Hari keenam dan ketujuh
            Hari keenam dan ketujuh terfokus pada siswa yang menyeleksi tokoh klonis yang akan mengarang editorial mereka dan mengidentifikasikan alasan alasan untuk mendukung posisi tokoh tersebut dalam editorial.
            Siswa membuat pilihan pilihan ,dan membedakannya. Differentiate adalah proses kognitif dalam criteria Analyze yang berdasarkan pada conceptual knowledge masing masing. Pada akhir hari ketujuh , siswa diminta menyerahkan deskripsi tokohnya secara tertulis mengapa mereka memilih tokoh itu.
Hari ke8-10
            Saat tiga harinya berikut , siswa siswa bekerja secara individu mengenai editorial editorialnya sendiri , dimulai dengan gambaran dan menggunakan evaluasi.

Komentar
            Selama tiga hari ini, siswa-siswa diharapkan menghasilkan editorial editorial mereka karena produce,adalah proses kognitif dalam katagori create, maka kami mengklasifikasikan aktivitas ini sebagai create berdasarkan pada : factual knowledge(pengetahuan mengenai patriot vs tory ; pengetahuan mengenai criteria evaluasi.)
11.2 Analisa Sketsa UU Parlemen Dalam Ketentuan Tabel Taksonomi Berdasarkan Pada Kegiatan Kegiatan Instruksi
   Secara umum, penulisan draft final membutuhkan satu periode kelas.Selama tahap penulisan ini , saya terus memiliki konferensi konferensi dengan para siswa, secara utama membantu mereka yang masih mengajarkan draft awal.Saya memiliki tinjauan mini bagi group penulis terakhir ketika draft draft mereka selesai untuk meninjau checklist dan revisi serta untuk grading (penilaian).
Komentar
            Ketika group yang terdiri atas siswa siswa melengkapi draft pertama editorialnya, dan bisa diharapkan mereka melakukan pengeditan sendiri dan rekanan pada editorial draft. Dan pada saat mereka mengedit editorial-editorial , maka penekanan dalam tinjauan tampak berada pada evaluating (pengevaluasian) editorial yang berbasis pada conceptual knowledge conceptual knowledge kelihatannta logis.
Bagian 3 : Penilaian (ASSESSMENT)
            Sebagian besar penilaian saya adalah informal dan individual, mencatat pertanyaan pertanyaan siswa, permintaan akan bantuan, dan respon kepada pertanyaan pertyanyaan saya. Saya menggunakan penilaian ini guna membantu individu atau group yang terdiri atas siswa
Komentar
            Semua penilaian ini bersifat formatif.Dan kuis terfokus pada spesifik spesifik mengenai beragam UU pajak dan  kemudian berkenaan dengan remember factual knowledge .Dalam penilaian editorial , Ms.Airasian focus pada kedua proses  yaitu apply procedural knowledge dan produk yaitu , creating berdasarkan pada factual and conceptual pengetahuan.Ia mengharapkan semua siswa mengikuti prosedur  langkah Sembilan : (1) menyeleksi tokoh, (2) membaca mengenai tokoh (3) mempersiapkan gambaran atau outline, (4) menulis sebuah draft (5) tinjauan rekanan dan tinjauan sendiri pada draft,(6) merevisi draft, (7) menyerahkan editorial pada Ms.Airasian, (8). Menerima umpan balik (9) kemungkinan merevisi kembali.
Pertanyaan Penilaian
            Ms.Airasian menggunakan tiga penilaian yang berbeda bagi tiga maksud yang berbeda.Pertanyaan kelas dan observasi digunakan untuk mengecek pemahaman siswa akan pengetahuan konseptual. Apakah siswa memahami perbedaan perbedaan diantara Patriot dan Tory? Apakah mereka memahami criteria yang akan digunakan untuk mengevaluasi editorialnya? Apakah siswa mengetahui rincian dari beragam UU Parlementer? Keduanya ini diklasifikasikan sebagai penilaian penilaian formatif. Penilaian summatifnya adalah editorial .
Pertanyaan Kesejajaran (alignment)
            Kesejajaran atau alignment yang kuat terbukti di sel A1 (Remember Factual ini memuat sebuah tujuan , beberapa kegiatan dan sebagian penjenissan penilaian.Kami mendapati indicator kecil dari ketidaksejajaran : sel A2 (Understand Factual Knowledge) , B4 (Analyze ) yang berdasarkan kepada conceptual knowledge ) dan C3 (Apply Procedural Knowledge). Salah satu dari sel sel ini adalah nilai komentar.Pengetahuan procedural atau procedural knowledge di sel C3 (Apply Procedural Knowledge) adalah prosedur meta yang berlaku pada semua penulisan.
Bagian 5 : Pertanyaan Pertanyaan Penutup
            Sejalan dengan analisa pada semua sketsa , maka kami diberikan pertanyaan tidak terjawab.Kami menaikkan dua dari yang sangat penting dalam bagian penutup ini .
1.      Apakah keuntungan dan ketidakuntungan dari pengintegrasian unit instruksi? Pengintegrasian unit membantu siswa melihat bahwa masalah masalah dunia riil kerap memerlukan pengetahuan dan keterampilan keterampilan dari beragam banyak ilmu disiplin akademis atau bidang bidang subyek.
2.      Apakah bahayanya menggunakan skala skala peringkat generic atau rubric rubric penskor dalam penilaian ?  Ia memasukan empat criteria penulisan generic pada evaluasinya sendiri.Hasilnya adalah empat perangkat criteria pada bentuk evaluasi : (1). Criteria yang mengacu pada penulisan persuasive , (2). Criteria yang mengacu kepada pemastian pemahaman daripada peringatan, (3). Criteria yang mengacu pada isian editorial, dan (4). Criteria yang mengacu pada penulisan secara umum.


           


















BAB 2
GUNUNG BERAPI ? DISINI ? SKETSA.
            Sketsa ini menggambarkan suatu unit mengenai gunung berapi yang diajarkan pada kelas tujuh bidang ilmu science di sekolah besar di Pennsylvania oleh Mr. Duanne Parker .
            Kelas ini terdiri atas 15 anak laki laki dan 12 anak perempuan, bertemu 5 kali seminggu selama periode 45 menit. Dalam soal pencapaian sciencenya saya akan menilai 4 dari siswa sebagai “sangat berhasil”, 11 anak sebagai “ kurang berhasil”,dan sisanya 12 ebagai “rata-rata berhasil”
Bagian 1 : Tujuan –tujuan
            Unit didisain untuk mempromosikan restrukturisasi konseptual dan belajar yang bermakna dalam ilmu bumi.Hal ini dulunya didasarkan pada paradigm penelitian yang dominan dalam ilmu geologi,teori pelat tektonik. Sasaran utama unit adalah agar siswa menjadi pandai mengenai gunung berapi.
Komentar
            Secara lebih spesifik , siswa siswa diminta mencapai empat tujuan :
1.      Memahami teori pelat tektonik sebagai sebuah penjelasan bagi gunung berapi,
2.      Mencermati dan menafsirkan perangkat data mengenai geologi wilayah local ,peta geologi catatan pengeboran sumur, dan sampel sampel batu.
3.      Membandingkan geologi wilayah local pada tempat tempat yang memiliki gunung berapi, seperti Negara Hawaii dan Washington.
            Perangkat tujuan ini menarik.Kata kerja dalam tiga tujuan pertama “Understand,” “interpret,” dan “compare”semuanya berkenaan dengan kategori proses kognitif Understand.

Bagian 2 : Kegiatan – kegiatan Instruksional

Hari Pertama
            Saya memulai unit dengan memberikan siswa surat dari Country Commissioner Fred Luckino yang mengedepankan masalah bagi mereka untuk dipertimbangkan . Surat ini menanyakan apakah akan bijak untuk mengembangkan , berdasarkan biaya yang logis , sebuah rencana untuk mengevakuasi daerah jika ledakan gunung berapi terjadi.

12.1 Analisa Sketsa Gunung Berapi Dalam Ketentuan Tabel Taksonomi Yang Berdasarkan Pada Tujuan Tujuan Yang Dinyatakan.
            Sejauh ini rekomendasi mereka seharusnya berdasarkan pada kemungkinan bahwa wilayah (region) akan mengalami ledakan gunung berapi di decade berikut.

Komentar
            Secara kombinasi , tiga criteria memberikan kerangka kerja untuk digunakan oleh siswa siswa sepanjang unit.

Hari 2
            Siswa diminta merespon pada dua pertanyaan : (1) Apa saya sedang dikontrak untuk melakukan ? dan (2) Apa yang perlu saya ketahui ? dan ketika seorang siswa menanyakan “ mengapa kami berbicara mengenai gunung berapi ketika kami tidak memiliki apapun disini?” .Saya merespon dengan mendistribusikan artikel Koran tertanggal 1 Februari 1986, melaporkan mengenai kegiatan gunung berapi dalam daerah yang dekat.

Komentar
            Dua pertanyaan menghendaki agar siswa siswa menganalisa informasi dalam suratnya . Dalam kategori proses Analysis , penekanannya disini adalah pada differentiating yaitu membedakan yang bagian releven dari yang tidak releven atau bagian penting dari bagian yang tidak penting.

Hari 3-4
            Pelajaran pelajaran pada hari ke-3 dan 4 dirancang untuk menentukan konsepsi konsepsi terkini siswa mengenai bagaimana gunung berapi “bekerja”.Saya meminta mereka menggambar apa sepertinya gunung berapi diatas atau dibawah tanah dan menerangkan mengapa gunung berapi Saat hari ke-3 berakhir saya meminta siswa membaca mengenai gunung berapi dalam seleksi referensi dan datang ke kelas siap untuk mendiskusikan bahan yang mereka baca.
            Pada hari ke-4, siswa siswa mengembangkan bank kata 32 soal, siswa kemudian meringkas pekerjaan mereka mengenai tugas menggambar yang sudah tertunda sepanjang malam. Saya mengamati mereka mengenai bagaimana tiga criteria yakni : kejelasan, hubungan diantara bagian-bagian gunung berapi, dan konistensi dengan bukti harus diterapkan pada gambaran-gamaran mereka.
            Saya menginstruksikan mereka menulis sebuah penjelasan mengenai bagaimana gunung berapi bekerja sepanjang dengan gambaran mereka dan melengkapi tugas tanpa melihat masing-masing atau paper yang lain.

Komentar
Dalam hal proses kognitif, penekanannya adalah pada eksplanning ( Understand ). Eksplaining memerlukan pembuatan model sebab akibat dari suatu sistem yang mengasilkan ledakan gunung berapi. Sehingga kami mengklasifikasikan gambaran dan kegiatan penulisan sebagai Understand Conceptual Knowledge.
            Aktifitas ini adalah ilustrasi yang bagus mengenai perbedaan diantara pengetahuan terminology ( pengtahuan Fakt ual ) atau Factual Knowledge.
            Dalam beberapa cara kegiatan pada hari ketiga dank e empat berfungsi sebagai pra-penilaian. Guru tertarik dalam mengetahui apa yang difahami siswa mengenai sebab-sebab letusan gunung berapi sebelum instruksi benar-benar dimulai. Karena masing-masing gambar mengundang beragam penjelasan maka penjelasan tertulis diperlukan untuk sampai pada pemahaman siswa.

Hari Ke 5
            Terdiri atas diskusi kelas mengenai konsepsi-konsepsi siswa, mengenai sebab-sebab letusan gunung berapi. Diskusi berubah menjadi menantang secara luar biasa untuk diarahkan. Bahkan dengan perencanaan yang cermat, adegan penuh dengan improvisasi baik dipihak saya ( guru ) dan dipihak para siswa.

Komentar
            Pada point ini Mr. Parker mengenal keberagaman pengetahuan siswa secara individu daripada pengetahuan bersama.jadi, sekalipun semua kegiatan pada hari ke 5 secara terbatas berkenaan dengan tujuan pertama, Understand Conceptual Knowledge.


Hari Ke 6
            Siswa-siswa memulai pekerjaannya lagi pada tugas utama yang ada yaitu pengamatan pada bukti geologi untuk gunung berapi diwilayah mereka.

Komentar
            Penekanannya sekarang bergerak pada tujuan yang kedua yaitu pengklasifikasian batuan ( Understanding Conceptual Knowledge ),Saya menagarahkan perhatian siswa pada keberagaman warna masing-masing tipe batu.
Komentar
kegiatan ini memberikan siswa akumulasi pengetahuan factual. Secara kognitif focus kelihatannya mengingat pengetahuan factual saja siswa mungkin harus mnyeleksi pengetahuan yang relevan tetapi harus ditunggu dan dilihat kemudian saya menanyakan pertanyaan melalui presentasi, terfokus pada penggunaan informasi bagi seluruh tugas.
Komentar
Pengetahuan mengenai teori dan model ini adalah [pengetahuan konseptual  kemudian saya memainkan kaset video selama 15 menit pada pekerjaan geologi dan gempa bumi saya memberikan ulasan selama sesi kaset video, menginformasikan sisawa mengenai ciri penting dengan tugas mereka.
Komentar
Bagian pertama kaset video memuat sejumlah tentang factual knowledge jadi dari pada siswa mengingt pengethuan ini maksudnya bersifat motivasional yakni melegitimasikan ugas yang dihadapi siswa, kemudian siswa diharapkan menerapkan sedikitnya sebagiannya ini sebagai pengetahuan procedural dimana focus mendasar pada poin ini adalah remember procedural knowledge.
Hari Ke -7
Saya mengarahkan diskusi mengenai peta geologi Negara bagian mengajarkan siswa bagaimana menggunakan peta dan memastikan mereka tau bahwa bebatuan gunung berapi adalah bukti kritis bagi vulkanisme, saya kemudian memberikan tugas kepada mereka untuk melengkapi table data menurut tipe bebatuan.
Komentar
Setelah siswa melengkapi tugas kelompok ini mereka harus menjawab 4 pertanyaan :
1.       Apa tipe bebatuan utama yang didapati di Negara kami ?
2.       Apa jenis bebatuan gunung api di daerah ?
3.       Mneurut Peta geologi seberapa jauhnya dari kota adalah bebatuan gunung api yang sangat dekat ?Bagaimana usianya ?
4.       Apa kesimpulan yang dapat ditarik dalam kemungkinan kegiaatan vulkanik di daerah kami?

Komentar
Pertanyaan-pertanyaan ini menggunakana beragam tipe pengetahuan dan kategori proses kognitif. Pertama memerlukan remembering factual knowledge, yang kedua Understanding conceptual knowledge dan yang ketiga Upplaying procedural pengetahuan .
Hari Ke -8
Pada hari ini saya memimpin percakapan penilaian ( assessment Coversation ). Saya menyeleksi sukarelawan dari masing-masing group untuk datang ke papan tulis untuk menulis respon group pada salah satu dari empat pertanyaan.
Komentar
Berdasarkan pada assessment conversation Mr. Parker belajar bahwa siswa-siswa mampu mengingat factual knowledge yang relevan ( pertanyaan 1 ) dan mereka memahami/ understand pengetahuan konseptual yang penting ( pertanyaan 2 ). Masalahnya terletak pada penerapan procedural ( pertanyaan 3 ) pada masalah poin ini saya siap menggambarkan respon-respon siswa pada pertanyaan yang ke 4  kemudian saya memperkenalkan terus kepada siswa pada tugas berikutnya .
Komentar
Setelah mengarahkan masalah dengan upplying procedural knowledge siswa mampu membuat kesimpulan yang benar mengenai kemungkinan letusan vulkanik dilingkungan masyarakatnya. Jadi saya memtuskan mengarahkan percakapan penilaian ( assessment conversation ) ringkas untuk mencapai consensus mengenai identitas sample dan apa yang di indikasikannya.
Hari  Ke-  9-12
Empat hari kemudian dipaparkan ke para siswa. Mereka diminta mencari bukti bebatuan vulkanik menurut peta geologi dari lima Negara bagian yang mengitari Negara bagian mereka.
Komentar
saya memulai hari kesembilan dengan meminta siswa memikirkan mengenai keluasan letusan-letusan gunung berapi.
Komentar
Tiga hari kemudian ( hari 10-12 ) saya hampir menghabiskan waktu mengunjungi group dan membantu siswa yang mengalami kesulitan, diantara kesulitan yang utama yang saya catat disini adalah sebagai berikut
·         Sejumlah besar data yang harus dicari.
·         Menentukan status dari bebatuan gunung api yang termetamorfosakan.
·         Perbedaan-perbedaan dalam kunci peta diantara Negara-negara bagian.
·         Perbedaan-perbedaan dalam skala peta.
Komentar
Dalam kombinasi, kesulitan-kesulitan ini menyarankan masalah-masalah dengan factual knowledge.sebagaian dan semua kesulitan ini cenderung dihambat dengan unit sasaran mendasar ( primary unit goal ), memahami pengetahuan conceptual.
Hari Ke- 13
Pada hari ke 13, sebagai bagian dari assessment conversation, saya menyeleksi beberapa peta dasar yang dipersiapkan oleh siswa dan memproyeksikan mereka pada didnding yang menggunakan proyektor tebal.
Komentar
Konflik-konflik diantara kalangan siswa kelihatannya berhubungan conceptual knowledge dan procedural knowledge .
Hari Ke -14
Pada hari ini saya menghendaki para siswa dengan soal fortofolio dimana mereka memeriksa lokasi kota mereka berkenaan dengan pada batasan-batasan diantara plat-plat tektonik.

Komentar
Saya memutuskan mengarahkan perhatian siswa pada fakta. Saya juga mengarahkan siswa tentang material penelitian dengan material ini maka siswa-siswa terus menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai inplikasi-inplikasi dari plat tektonik  untuk pendapat bahwa mereka harus membuatnya.
Komentar
Ini lebih merupakan factual knowledge dimaksudkan membantu mengklarifikasikan isu-isu utama dan juga memperluas understand conceptual knowledge.
Bagian 3 : Penilaian
Saya mengevaluasi masing-masing surat yang didraf siswa , sebe,um menerapkan rubrik saya mengundang siswa membagikan suratnya dengan group-group lain. Siswa-siswa dalam group tersebut menggunakan rubrick untuk mengevaluasi masing-masing surat yang mereka baca setelah latihan ini siswa diberi ijin untuk merevisi.
Komentar
Rubric ini membuat 4 kriteria : pertama keakuratan informasi dalam ringkasan mengacu secara mendasar kepada remembering factual knowledge. kriteria kedua konsistensi dengan bukti memerlukan understanding conceptual knowledge. Criteria yang ketiga pengakuan akan penjelasan-penjelasan alternatif dimana menyarankan bahwa model-model yang beragam dapat dibuat dan siswa dapat mengembangkan alternative tersebut.  K riteria keempat sama-sama menantang yang memerlukan upplying procedural knowledge dimana siswa mneggambarkan berdasarkan caranya sendiri maka kemudian planning dan producing lebih cenderung terkait proses kognitif. Dimana memerlukan creating dari pengetahuan factual, conceptual, procedural yang dimasukan dalam unit ini.
Bagian ke 4 : Penutup
Dalam sketsa ini ada 4 pertanyaan mendasar, pertanyaan belajar, intruks,i penilaian dan kesejajaran ( alignment ).
Pertanyaan belajar
Siswa-siswa menawarkan rekomendasi mereka mengenai kebutuhan akan rencana vulkano emergency.
Pertanyaan Instruksi
Setelah beberapa sesi terakhir Mr. Parker mengandalkan kegiatan-kegiatan hand-on siswa bekerja secara simultan mengenai remembering factual knowledge, understanding conceptual knowledge dan upplying procedural knowledge.
Pertanyaan Penilaian
Mr.Parker menggunakan apa yang ia sebut sebagai assessment conversation untuk menentukan apakah siswa siswa sedang membuat kemajuan terhadap pencapaian pencapaian tujuan tujuan unit.Assessment conversation memuat pertanyaan pertanyaan yang mengarahkan pengingatan pengetahuan factual,pemahaman pengetahuan konseptual, dan penerapan pengetahuan procedural. Pertanyaan pertanyaan melayani maksud penilaian formatif.


Pertanyaan Kesejajaran
Tiga tujuan ini terkait pada understand conceptual knowledge
Bagian  5 : Pertanyaan Penutup
1.      Apakah peran yang sesuai dari kegiatan kegiatan prainstruksi dalam pengiriman instruksi secara umum?
2.      Jika unit unit instruksional direncanakan secara mendasar dalam hal pencapaian tujuan atau kelengkapan ?
3.      Apa peran yang dapat dimainkan taksonomi dalam mendiagnosa masalah  masalah belajar?








BAB 3
SKETSA PENULISAN LAPORAN
Unit ini diajarkan kepada kelas yang terdiri  atas anak anak kelas empat selama awal muslim semi, setelah anggota anggota kelas belajar bekerja dengan satu sama lain dan setelah beberapa criteria penulisan dasar sudah dipelajari dan dikuasai oleh sebagian besar kelas.Kelas meliputi 28 orang  siswa, 13 anak laki laki dan 15 orang anak perempuan.
Bagian 1 : Tujuan
Siswa seharusnya belajar untuk :
1.      Mengidentifikasikan, memnempatkan dan menyeleksi sumber-sumber informasi yang berkenaan dengan penulisan laporan pada orang terkenal dalam sejarah Amerika.
2.      Menyeleksi informasi mengenai orang terkenal dalam sejarah Amerika yang bersifat relevan pada maksud-maksud laporan tertulis dan laporan lisannya.
3.      Menulis teks informasi yang mengkomunikasikan kepada rekan kelas dan audience.
4.      Memberikan wacamna pembicaraan kepada kelas mengenai bagian dari alaporan tertulis.
Komentar
Tujuan satu mencakup tiga kata kerja : Identify, locate dan select. Prase dalam kata benda dalam tujuan satu adalah sumber-sumber informasi. Tujuan dua memuat kata kerja tunggal selecy. Jadi kemudian kami berurusan dengan differentiating ( analyze). Untuk dua tujuan yang terakhir siswa-siswanya harus membuat produk sebuah naskah ( teks informative ), keduanya menerangkan kontructing sebuah istilah alternative bagi producing yang merupakan proses kognitif dalam criteria create.
Bagian 2 : Kegaiatan-kegaiatan instruksi
Pelajaran 1
Sayamemperkenalkan unit kepada siswa dengan menggambarkan dalam sebagian ukuran panjang mencakup format atas laporan informative,lisan dan tertulis.
13. 1 Analisa Sketsa penulisan laporan berkenaan dengan table taksonomi berdasarkan tujuan-tujuan yang dinyatakan .
Komentar
Tujuan yang kami simpulkan dari kegiatan ini masuk kedalam kategori proses remember conceptual knowledge
Pelajaran 2 
Pelajaran ini berkenaan dengan mengambil catatan-catatan dan mengidentifikasikan tema-tema.
Komentar
Kelihatan cukup jelas bahwa proses kognitif yang ditekankan adalah kalsifyng atau mengklasifikasikan.

Pelajaran  3
Saya membaca buku secara keras dan memodelkan bagaimana saya akan mengambil catatan yang say a baca. Siswa juga mengambil catatan saat saya membacanya.
Setelah sesi jawaban dan pertanyaan saya mengikutkan siswa dalam catatan dengan bacaan biasa lainyang lebih panjang dari pada paragraph pada Overhead Projektor.
Komentar
Dalam pelajaran ini guru mengaar dengan modeling
Pelajaran  4
Saya meminta siswa membaca buku yang terfokus pada kehidupan Matthew Andrew seorang Amerika yang terkenal. Semua siswa membaca buku yang sama.
Komentar
Sediktnya 4 kata kerja yang mmebantu kami memutuskan berdasarkan proses kognitif yang sedang diupayakan oleh guru : select guru ( analize), Use ( Apli ), Organize ( analize Orhanize ) dan critique ( evaluate ).
Pelajaran  5-8
Pada pelajaran ini penekananya bergerak untuk meminta siswa mengidentifikasikan orang-orang terkenal yang mereka inginkan untuk dinominasikan kepada anggota groupnya sebagai objek study yang kuat.
Komentar
Proses empat hari ini yang memilih orang untuk suatu study tidka berhubungan secara langsung pada tujuan yang berkenaan dengan unit.
Pelajaran  9
Pelajaran berikutnya berkenaan dengan bibliography. dimana siswa mencari pustaka keluarga mereka perpustakaan, internet dan sumber lainnya.
Komentar
Dua tujun kelihatannya penting disini pertama adalah belajar membedakan buku-buku, tujuan ini diklasifikasikan sebagai analize berdasarkan pada conceptual knowledge. Tujuan yang kedua adalah belajar bagaimana mempersiapkan bibliography . tujuan ini kami sebut sebagai apply procedural knowledge.
Pelajaran  10 -16
Pelajaran 10 bertahan sekitar 5 hari, siswa mulai mencari ornag-orang Amerika terkenal yang sudah diseleksi oleh mereka untuk study. Maksud saya agar siswa bersikap sebagai peneliti riil dalam menentukan topic saat mereka memulai proses penelitian.
Komentar
Penekanan pada perangkat ini yang terdiri atas tuuh pelajaran adalah agar siswa menggunakan prosedur 3 langkah :
1.      Mengambil catatan
2.      Mengkategorisasikan catatan-catatan menurut tema-tema dan
3.      Menamakan tema.
Pelajaran  17 - 20
Pada pelajaran ini kami bergerak ke mode loka karya penulis. Siswa menderaft laporan tulisnya pada tema yang tercermin dalam hidup orang-orang terkenal, saya melaksanakan konferensi dengan siswa secara individu menurut isian atau konten dan organisasi laporan-laporan tertulisnya.
Komentar
Kegiatan ini terfokus pada pemproduksian laporan tertulis ( create ) dan pengkritikan  draf awal mengenai mereka ( evaluate ).
Pelajaran  21 – 30
Siswa-siswa diminta menyeleksi dan berbagi bersama dengan anggota groupnya mengenai aspek kehidupan orang terkenal yang mereka paparkan.
Komentar
Tujuan yang disimpulkan mengambil bentuk   create berdasarkan pada conceptual knowledge dan factual knowledge. Karena pengetahuan pengetahuan factual bagi laporan tertulis.
Bagian :  3
Penilaian
Saya menilai dan mengevaluasi belajar siswa sepanjang unit. Secara spesifik saya menilai dan melatih mereka dalam penggunaannya akan prosedur-prosedur penelitian dalam evaluasi meraka mengenai material, tema dan penugasan tertulisnya.
Analisa Sketsa Penulisan Laporan Berhubungan dengan Tabel Taksonomi Berdasarkan Kegaiatan-kegaitan instruksi.
Pakar media dan saya memberikan perhatian cermat pada pemutusan keputusan yang dibuat oleh siswa-siswa dalam menyeleksi sumber-sumber daya, dan laporan mereka.
Komentar
Penilaian-penilaian terfokus pada keterampilan pengambilan catatan siswa.
Bagian  4 : Komentar  Penutup
Dibagian ini kami cermati sketsa dalam hal 4 pertanyaan belajar, instruksi, penialian, dan kesejajaran.
Pertanyaan belajar
Maksud umum unit ini bagi siswa –siswa untuk belajar menulis makalah-makalah penelitian secara lisan.
Pertanyaan Instruksi
Pelajaran –pelajaran yang didedikasikan untuk applying procedural knowledge
Pertanyaan Penialaian
Penilaian-penilaian formal terfokus pada dua tujuan yang kedua sedangkan penilaian informal memberikan informasi pada guru mengenai kemjauan siswa pada tujuan pertama
Pertanyaan kesejajaran
Dalam diskusi kami mengenai pertanyaan penilaian kami mencatat bahaa penilaian informal disejajarkan dengan dua tujuan pertama sementara penilaian-penilaian formal disejajarkan dengan dua tujuan yang terakhir.
Bagian  5 : Pertanyaan-pertanyaan penutup
1.      Apa yang dapat dilakukan untuk memperbaiki pemahaman akan procedural knowledge yang melibatkan proses kognitif yang lebih kompleks
2.      Dalam menial tuuan-tujuan yang sesuai didalam kategori proses  create bagaimana pentingnya adalah agar memiliki criteria evaluasi yang spesifik pada komponen tujuan pengetahuan isian.


















KATA PENGANTAR

   Bismillahirrohmanirrohim,

                Alhamdulillah saya bersyukur kepada Allah SWT, dengan rahmat dan hidayah-Nya, saya dapat menyelesaikan tugas individu ini tepat pada waktunya, harapan saya semoga tugas ini dapat bermanfaat bagi saya dan membantu saya untuk penyusunan tesis ke depan.
Tidak lupa ucapan terima kasih yang sebesar besarnya saya sampaikan kepada ibu DR. Tanti, M.Pd. selaku dosen “Evaluasi Pendidikan” pasca sarjana  di Universitas Islam As-Asyafi’iyah Jakarta yang banyak membantu dalam tugas ini, dan semoga ilmu yang saya dapatkan bisa terus berkembang.
                Saya menyadari dalam pembuatan tugas ini,masih banyak kekurangan maupun kesalahan, maka dari itu, saya bersedia menerima kritik dan saran yang sifatnya membangun.
Harapan saya,semoga tugas ini dapat bermanfaat dan membantu saya belajar dan hanya Allah SWT  juga kita berharap segala petunjuknya.
                                                                                                                                Serang,      mei, 2012

                                                                                                                                       Penyusun

TUGAS KELOMPOK
Mata Kuliah            :   Evaluasi Pendidikan
Dosen                      :   DR. Tanti, M.Pd.




DI SUSUN OLEH :
M.ROHMAN.S.Pd.I.
CECEP SUTISNA,S.T.
Dra.Hj.MUDZAKIROTUL UMMAH
Hj.YENY ROKHMATIKA.S.Ag.
Hj.DEVI RAHAYU.S.Pd.
EMAH .S.Pd.I.
IIN INAYAH.S.Pd.I.

UNIVERSITAS ISLAM AS-SYAFI’IYAH JAKARTA
PROGRAM PASCA SARJANA
MAGISTER TEKNOLOGI PENDIDIKAN
2012