Saturday, 29 November 2014

Sejarah KH.Abdul Kabier



                        KYIAI, ULAMA,UMARA DAN PAHLAWAN
Perjalanan perjuangan yang dilakukan KH.Abdul Kabier begitu panjang , banyak pengorbanan yang dilaluinya dalam mewujudkan segala cita cita mulianya. KH.Abdul Kabier dilahirkan pada tanggal 16 Januari 1916. Bertempat di desa Kadugenap Kecamatan Petir Kabupaten Serang, dan beliau dilahirkan oleh seorang ibu bernama Hj.Kanah dan memiliki seorang ayah yang juga memiliki kepemimpinan cukup terlihat di didesanya saat itu. Yaitu H.Marjuk. ketika dalam masa belajar KH.Abdul Kabier memiliki kecerdasan yang cukup baik, sehingga sangat diperhatikan oleh para kiai tempat beliau menuntut ilmu. Sewaktu kecil beliau bernama Jaya Sunawiri kemudian oleh gurunya KH.Muhamad Juhri  diganti menjadi Abdul Kabier, sewaktu belajar di Madrasah Cigodeg Kecamatan Petir di bawah asuhan KH.Gozali dan KH.Emed M.Juhri.
Perjalanan hidup KH.Abdul Kabier cukup panjang dengan aneka cobaan dan rintangan, pada usia 4 tahun beliau sudah ditinggalkan wafat oleh ayahnya H.Marjuk, karena beliau memiliki seorang ibu yang begitu gigih agar anaknya tetap belajar,dengan cara apapun dilakukannya yang terpenting KH.Abdul Kabier saat itu dapat terus melanjutkan pendidikannya, baik pendidikan formal maupun non formal. Selain itu beliau juga mendapat dukungan dari kakeknya yaitu H.Jarman dan pamannya H.Raman yang pada saat itu menjadi kepala desa sindang sari.Pada masa kecilnya beliau mendapatkan pendidikan tingkat dasar di Sekolah Rakyat (SR)  di Tunjung, melihat kecerdasan yang dimiliki KH.Abdul Kabier guru dan kepala sekolahnya meminta persetujuan agar KH.Abdul Kabier di sekolahkan ke HIS. Tapi sebelum tamat dari HIS ibunda beliau memindahkan sekolahnya ke Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang JATIM, karena ibunya melihat cita cita anaknya yang ingin menjadi seorang ulama.
Pendidikan agama selanjutnya beliau dapatkan diberbagai pesantren besar seperti di Warung Gunung (KH.Idris), Ciomas Kab.Serang (KH.Uding) Tebu Ireng Jombang (KH.Hasyim As’ari), Garut, Buntet Cirebon dan Cianjur. Beliau juga aktif mengikuti pengajian pasaran di berbagai pesantren lainnya sehingga dalam pengajian kitab beliau dapatkan bimbingan lebih dari 40 kiai baik ilmu agama maupun tentang kenegaraan.
Pada tahun 1940 beliau menikah dengan seorang gadis bernama syukraeni putrid dari kepala desa kadugenap yaitu H.Sadari dan dalam pernikahannya dikaruniai 12 orang anak yaitu;
1.     Hj.Robiatul Adawiyah
2.     Hj. Bahirah .BA.
3.     Sodru Syahid (alm)
4.     KH.Ito Athoillah .S.Pd.I.
5.     KH.Idy Faridy Hakim.LML.SH.
6.     Tuty siti ratnuti S.Pd.I.
7.     Drs.A.M.Dasturi
8.     KH.Ubaidillah Kabier.SE.
9.     Dail Ma’ruf (alm)
10.                        Drs.Ida Mudzakirotul Ummah.M.Pd.
11.                        Ir.Dail Umamil Asri. M.eg.
12.                        Shofa Raunda Shofro.SH.S.Pn.
Dalam perjalanannya menegakan agama dalam membina masyarakat ,KH.Abdul Kabier mengawalinya dari pengajian pengajian  dari kampung ke kampung.Kemudian pada tahun 1943 beliau mendirikan pondok pesantren  yang jumlah santri maupun pondoknya terus berkembang.Hal ini disebabkan beliau sangat dekat dengan masyarakat dan merangkul semua kalangan serta terkenal sebagai kiai yang sangat disegani dan kondang. Dan beliau juga aktif menghilangkan kema’siyatan dan kemungkaran dengan para kiyai yang lainnya.
Sementara itu dalam memperjuangkan Negara inipun beliau turut aktif dan langsung memimpin dan menghimpun pasukan Hizbullah dari kekuatan rakyat dan para santri untuk mengusir penjajah baik jepang maupun belanda pada agresi II. Akibatnya beliau selalu dicari cari mau ditangkap, sehingga pondok pesantren yang beliau rintis saat itu dibombardir oleh penjajah, di ikuti pengepungan wilayah petir oleh penjajah dengan membombardir dari Pamarayan, Warunggunung, Cadasari.Baros dan Taktakan.
Dan ketika suasana Negara sudah kembali aman, beliau dipercaya menjabat sebagai Wedana di Pamarayan tahun 1950 – 1951 dan di Ciomas pada tahun 1951-1959.merangkap sebagai Konstituante dari Fraksi Nahdhotul Ulama (NU) selama 3 tahun sampai dengan 05 Juli 1959.Selanjutnya beliau ditugaskan oleh menteri Agama sebagai pejabat tinggi di Direktorat Urusan Agama  Pusat  di Jakarta.
Setelah itu beliau memilih untuk kembali ditugaskan sebagai pendidik di mualimin saat itu walaupun beliau diminta menjadi wedana.karena dukungan istri beliau yang sangat kuat KH.Abdul Kabier lebih memilih sebagai pendidik ,yang akhirnya menjadi awal dilanjutkannya kembali lembaga pondok pesantren nur el falah.
Lembaga Formal yang beliau dirikan sbb:
1.     Perguruan Menengah Islam Mualimin 6 tahun
2.     MIS Kubang
3.     Sekolah Tinggi Ushuludin Cabang Jakarta

Dan KH.Abdul Kabier menghembuskan napas terakhir pada hari jum’at 15 Sya’ban 1359 H /22 Agustus 1975 M. Selamat jalan ulamakue, kiaikue,umarakue,dan pahlawankue……dan terima kasih berkat perjuanganmue generasi dari generasi bangsa ini telah merasakannya…dan do’a do’a dari setiap santrimu,muridmu akan terus mengalir …….untukmu.
Sepeninggal beliau ke dua putranya KH.Ito Athoillah Kabier dan KH.Idy Faridy Hakim.LmL.SH. melanjutkan perjuangan beliau. Pada awalnya pesantren ini bernama pesantren KH.Abdul Kabier saja atau pesantren kubang. Namun pada tahun 1968 menjadi Yayasan Pendidikan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah kemudian tahun 1970 di ganti menjadi Nuril Falah , akhirnya berdasarkan akte notaries No.4 Tanggal 6 november 1989 menjadi NUR EL FALAH sampai sekarang.
Lembaga Formal yang didirikan anak anaknya sbb ;
1.     Sekolah Menengah Pertama (SMP)
2.     Sekolah Menengah Umum (SMU)
3.     Madrasah Tsanawiyah (MTs)
4.     Madrasah Aliyah (MA)
5.     Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
6.     Sekolah Tinggi Agama Islam KH.Abdul Kabier (STAIKHA)
7.     Koperasi Pesantren
8.     Lembaga Komputer
 Pondok Pesantren NUR EL FALAH terletak di kampung kubang desa kubang jaya kecamatan petir kabupaten serang provinsi banten .

Wednesday, 19 November 2014

METODE ANALISIS GEOGRAFI

1.Tujuan Penelitian Geografi
a. Menerapkan hasil penelitian geografi bagi kepentingan pemecahan masalah sosial.
b. Menerapkan hasil penelitian geografi bagi kepentingan hidup manusia masa kini dan akan datang.
c. Menyumbangkan hasil penelitian geografi bagi perencanaan dan pengembangan daerah , serta bagi       kepentingan perencanaan dan pengembangan kehidupan.
d. Menguji kebenaran hipotesis yang diajukan thd masalah yang diteliti.
e. Menyampaikan konsep,teori atau prinsip baru yang ditemukan pada penelitian bagi kepentingan pengembangan ilmu geografi.

2. Unsur unsur pokok dalam penelitian .
     Perhatikan flow chart (peta aliran) kerangka penelitian geografi berikut ini ;
     Mulai----pengamatan fenomena------perumusan masalah---pengumpulan informasi (data data pendukung)-----pengajuan hipotesis-----pengujian hipotesis------pengolahan dan analisis data-------perumusan kesimpulan------berhenti.

a. Perumusan Masalah
    Masalah adalah hal yang mengandung persoalan , yang membutuhkan pemecahan.Dengan demikian , tidak semua hal yang mengandung persoalaan atau tdk semua hal menjadi masalah.
Masalah geografi sekurang kurangnya menyangkut tiga persoalan pokok ;
1) Apa masalahnya?
2) di mana masalah itu terjadi?
3) Mengapa masalah terjadi?

b. Kajian teori dan pengajuan hipotesis
     Setelah menemukan masalah dalam bentuk pertanyaan penelitian, langkah berikutnya adalah menentukan jawaban sementara atau dugaan jawaban terhadap pertanyaan tersebut. Dalam metode ilmiah, ,dugaan jawaban di sebut hipotesis, yaitu jawaban yang masih dangkal  dan perlu diuji kebenarannya.
untuk membuat hipotesis, kita harus bertolak dari teori geografi yang sudah ada.Ada beberapa syarat yg harus dimiliki oleh suatu hipotesis yang baik,yaitu :
1) dapat dipercaya dan masuk akal.
2) merupakan ungkapan keteraturan pikiran.
3) memberikan peluang untuk pengujian empiris.
Hipotesis dapat dinyatakan dalam bentuk sbb:
1) Hipotesis dalam bentuk pertanyaan.
2) Hipotesis nol
3) Hipotesis yang memberikan peluang jawaban ya ,tidak dan mungkin.
c.Pengumpulan data untuk menguji kebenaran hipotesis.
1) Analisis isi media massa.
2) Observasi langsung.
3) Observasi tidak langsung
4) Wawancara tidak langsung
5) Wawancara langsung
6) Study dokumenter (bibliografi)

d. Penggunaan sampel
    Sampel adalah bagian dari populasi (contoh) yang mewakili populasi yang bersangkutan .
sebelum menentukan sampel dari suatu populasi ,kita harus memiliki pengetahuan tentang populasinya. Terlebih dahulu kita harus membuat estimasi (rata rata sifat) populasi yg akan diambil sampelnyA.
Pemilihan sampel dari populasi dapat dilakukan dengan cara sbb;
1) sampel acak sederhana
    Pengumpulan sampel ini dilakukan secara acak.
2) Sampel bertingkat (berstrata).
     Sampel ini diambil dengan cara membagi populasi menjadi kelas atau tingkat.Anggota sampel diambil dari setiap kelas terwakili dalam setiap sampel.
3) Sampel sistematik
     Sampel ini diambil dengan cara membuat daftar anggota populasi secara berurut, kemudian ditentukan satu nomor patokan  sebagai titik awal.
4) Sampel cluster
     Dalam sampel ini, populasi dibagi atas kelompok menurut area dan cluster.
5) Sampel kuota
    Pengambilan sampel seperti ini dilakukan dengan cara menetukan strata(lapisan) terlebih dahulu berdasarkan sifat yg dianggap memiliki pengaruh dominan thdp variabel yang diteliti.
6) Sampel sebanding (proportional sample)
    Pengambilan sampel ini hampir sama dengan sampel kuota.
7) Sampel bertujuan (purposive sample)
sampel ini merupakan sampel dengan tujuan tertentu.
3. Penyajian Hasil Penelitian Geografi
    a.Susunan dalam menyajikan karya tulis.
        Secara lengkap susunan (format) dalam menyajikan karya tulis sebagai berikut.
   1) BAGIAN PEMBUKAAN
       -Judul karya tulis penelitian
       - Halaman pengesahan (kepala sekolah)
       - Halaman persetujuan (guru pembimbing)
       - Halaman persembahan dan motto 9apabila diperlukan)
       - Kata pengantar
       - Abstrak
       - Daftar isi
       - Daftar gambar
       - Daftar tabel
       - Daftar lampiran
2) BAGIAN ISI
        - Bab I : PENDAHULUAN
       A. Latar Belakang Masalah
       B. Rumusan Permasalahan
       C. Tujuan Penelitian.
       D. Manfaat Penelitian
      - Bab II : LANDASAN TEORI
       A. Telaah Pustaka
       B. Landasan Teoritik
       C.Hipotesis
     - Bab  III : METODOLOGI PENELITIAN
        A. Identifikasi Variabel
        B. Populasi dan penentuan sampel penelitian
        C. Metode pengumpulan data
        D. Model analisis dan Tekhnik analisis
    - Bab IV : ANALISIS DATA
        A. Latar belakang objek penelitian
        B. Analisis Data
3) BAGIAN PENUTUP
       - Bab V : PENUTUP
       A. Kesimpulan
       B. Saran saran
      DAFTAR PUSTAKA
      LAMPIRAN
4. Teknik menulis karya ilmiah geografi
a. Teknik menulis
    1) karya ilmiah ditulis dua spasi
    2) Batas pengetikan diatur agar dihasilkan ketikan berjarak 4 cm dari pinggir kanan dan atas dan 3 cm dari pinggir kiri dan bawah.
    3) Alinea baru diketik menjorok ke dalam sebanyak tujuh ketukan
    4) Angka sepuluh ke bawah ditulis dengan huruf,kecuali yg disertai satuan seperti cm, kg, dan ukuran lainnya.
    5) singkatan hanya diperkenankan untuk yang sudah lazim, seperti sbb, dst,kg,m dan cm.
    6) setiap halaman harus diberi no,or dengan angka biasa
    7) Nomor halaman ditempatkan pada bagian bawah di tengah
    8) Nomor halaman untuk bagian awal seperti halaman judul, kata pengantar, daftar isi, dan daftar tabel menggunakan huruf romawi kecil dan ditempatkan di tengah bagian  bawah.
    9) Judul bab ditulis dengan huruf besar, ditengah bagian atas , nomor bab menggunakan angka romawi besar
    10) Subjudul diberi nomor urut dengan angka biasa, ditulis dengan huruf kecildan bisa diberi garis bawah.
     11) Apabila dalam karya tulis terdapat kutipan dari buku atau majalah ilmiah,isi kutipan harus sama dengan aslinya ,baik bahasa ,ejaan, maupun tanda bacanya.
    12) Kutipan yang panjangnya lebih dari lima baris diketik satu spasi, sedangkan yg kurang dari lima baris diketik dua spasi dan dimasukan kedalam teks biasa dengan memakai tanda petik pada awal dan pada akhir kutipan .Bila dalam kutipan ada beberapa kata yg akan dihilangkan karena tidak perlu, maka yang dihilangkan  diganti dengan tanda titik sebanyak tiga buah. Namun, bila bagian yang dihilangkan ada satu kalimat , gantilah dengan tanda titik satu baris.
  13) Hindari penggunaan bahasa asing sepanjang ada padanannya dalam bahasa indonesia. Bila terpaksa, tulis kedua duanya yakni bahasa indonesia ,kemudian bahasa asingnya di dalam kurung.contoh : uji coba (tryout).
14) Gunakan bahasa indonesia yang baik dan benar.Perhatikan ejaan,tanda baca, pemenggalan kata, dan kaidah penggunaan bahasa indonesia yang berlaku.
15) Apabila ada tabel ,berilah judul tabel dan nomor tabel.Judul tabel diketik dengan huruf kecil.Nomor tabel dengan angka biasa.
16) Daftar pustaka diurutkan berdasarkan abjad nama pengarangnya .penulisannya harus lengkap, yakni nama pengarang ,judul karangan, nama penerbit, tempat diterbitkan, tahun penerbitan.Nama pengarang orang indonesia ditulis sebagaimana biasa, sedangkan pengarang asing, namanya dibalik.
conroh : Suyoto,Dasar - Dasar Geografi.CV.Sinar Baru,Bogor,2012.
5. Notasi Ilmiah 
   1) Kutipan dengan dengan singkatan dan catatan kaki
       Setiap kutipan diberi nomor di akhir kutipan dan diketik agak ke atas.Setiap nomor kutipan diberi catatan kaki (footnotes) di bagian bawah. Catatan kaki ditulis lengkap : nama pengarang, judul buku, nama penerbit,tempat diterbitkan. tahun penerbitan, dan nomor halaman yg dikutip.Sumber kutipan yang yang telah disebut bila akan digunakan lagi, tidak perlu ditulis lengkap,tetapi cukup dengan menggunakan singkatan :
  • ibid, digunakan untuk menyatakan sumber yang sama yang telah disebut sebelumnya,tanpa diselang oleh sumber lain dan menunjuk pada halaman yang berbeda.
  • op.cit. digunakan untuk menyatakan sumber yg sama yang telah disebut sebelumnya,tetapi telah telah diselang oleh sumber lain dan menunjuk pada halaman yang berbeda.
  • Loc.cit. digunakan untuk menyatakan sumber yang sama, yang telah disebut sebelumnya dan menunjuk kepada halaman yang sama. contoh:
         1) Nata Suhana, Proses Pembuatan Peta,CV.Sinar Solo, Surakarta,2012,hal.70
         2) Ibid, hal.88
         3) Emil Salim, Perencanaan Pembangunan dan Pemerataan Pendapatan, Yayasan Idayu, Jakarta, 1990,hal.78
          4) Sarsito Hendro, Teori Teori Pemetaan, CV.Sinar Solo,Surakarta,2012,hal.62
          5) Emil Salim,op.cit.,hal.80
          6) Sarsito Hendro,Loc.CIT.