PENDIDIKAN GEOGRAFI
Secara keilmuan geografi mempunyai sejarah yang panjang,
definisi,fungsi dan perannya terus berkembang seiring dengan kebutuhan dan tuntutan
pada jamannya. Aliran logografi menjadi begitu penting disaat awal penjelajahan
permukaan bumi, namun kemudian analisis keruangan , mencari pembuktian empiris
persamaan dan perbedaan permukaan bumi menjadi dominan sampai saat ini. Paradigma nomotetik dan ideografik berjalan bersamaan
sesuai dengan kebutuhan . Lokasi, tempat, relasi, gerakan dan regionalisasi
konsep yang banyak digunakan dalam menganalisis permukaan bumi , dengan
mempergunakan pendekatan keruangan, wilayah dan lingkungan (ekologi).
Ada empat alasan mengapa perlu mempelajari geografi (1) alasan
eksistensi manusia di permukaan bumi; (2) alasan etika (3) alasan mengembangkan
intelektual ; (4) alasan praktis , Pembelajaran geografi sangat penting untuk
memahami (1) ketimpangan distribusi sumber daya alam ; (2) meluruskan pandangan
tentang pengetahuan yang sifatnya pragmatis; (3) advocacy pendekatan
deduktif-prediktif ; (4) berguna bagi memahami masalah masalah di dunia.
Meningkatkan rasa cinta terhadap tanah air, mengembangkan rasa persatuan dan
kesatuan sebagai suatu bangsa, mengenal berbagai potensi suatu daerah dan atau Negara,
mengobarkan semangat perjuangan , memahami permasalahan yang actual berkembang
disekitar anak didik; peningkatan taraf hidup melalui pengenalan dan
pemanfaatan sumber daya ; memberikan wawasan global , baik dalam bentuk peluang
maupun tantangan , memberikan keterampilan dalam membuat dan membaca informasi
kebumian.
Ratusan abad sebelum
masehi, pengetahuan tentang bumi telah dipelajari oleh berbagai bangsa di
dunia. Minat terhadap masalah geografi yang terwujud dalam bentuk tulisan ,
jauh lebih lama berkembang dibandingkan dengan geografi sebagai disiplin ilmu
yang ada di universitas atau sekolah.
Kata geografi berasal
dari yunani = geographia. Istilah geografi muncul 300 SM, Geo artinya bumu, dan Graphia atau
graphien adalah gambaran . Peet (1998) dalam bukunya modern geographical thought, mengartikan “ Geografi is the study of
relation between society and the natural environment. Geografy look at how
society shapes, alters, and increasingly transforms the natural environment,
creating humanized forms from sretches of pristine nature, and then sedimenting
layers of socialization one within the other , one on top of the other , until
a complex nature- society, landscape results. Geography also looks at how
nature condition society, in some original sense of creating the people and raw
materials which forces “work up “ into culture , and in an ongoing sense of
placing limits and offering material potentials for social processes like
economic development”
Dari perbedaan definisi
tersebut, tampak adanya konsistensi hakikat geografi yaitu melihat alam
(fisikal) dan manusia sebagi satu kesatuan, bagaimana manusia beradaptasi
dengan alam, dan bagaimana alam dimanfaatkan melalui berbagai tingkat teknologi
untuk kesejahteraan hidup manusia. Proses yang terjadi dalam masyarakat
termasuk penguasaan iptek dan hasil modifikasi manusia terhadap alam
menghasilkan struktur keruangan yang semakin kompleks, variasi ruang berupa
perbedaan dan persamaan ruang
menghasilkan adanya gerakan (movement) ,
saling berhubungan (interrelationship) dan pewilayahan (regionalization) .
Kerjasama berbagai Negara, perdagangan, transportasi, perbedaan pertumbuhan
ekonomi, gerakan orang antar ruang, pariwisata, distribusi berbagai komoditi
industry, pada dasarnya muncul karena adanya persamaan dan perbedaan wilayah di
permukaan bumi.
Dengan demikian, geografi
mengkaji ruang, dalam berbagai perspektif, dapat meliputi ruang yang relative
terbatas (desa, misalnya) sampai ruang yang relative luas (benua/dunia). Bahan
karakter tempat dan atau ruang yang bersangkutan. Sebagai suatu ilmu, geografi
mempunyai fungsi deskripsi, eksplanasi, dan prognosis, gejala alam, dan hasil
perpaduan antara keduanya.
Substansi materi geografi
adalah geosfer, atau lapisan lapisan permukaan bumi . Lapisan lapisan tersebut
terdiri atas :
1.
Lapisan udara (atmosfer) membentuk iklim dan cuaca.
2.
Lapisan batuan (lithosfer) membentuk bentang lahan berupa
pegunungan, perbukitan, dataran , plato (dataran tinggi), gunung api, dan
lapisan tanah.
3.
Lapisan air (hidrosfer) berupa air, danau, sungai, dan air
tanah.
4.
Lapisan kehidupan (biosfer) berupa kehidupan binatang dan
tumbuhan.
5.
Lapisan manusia (antroposfer) berupa kehidupan manusia termasuk
di dalamnya jumlah, perkembangan, sistem sosial, ekonomi, politik, bahasa,
sistem religi, dan teknologi.
Ruang merupakan permukaan bumi atau bagian
dari permukaan bumi atau bagian dari permukaan bumi di mana unsure fisis dan
manusia berada, tersusun secara teratur. Menurut Chapmant (1979) dalam membahas
ruang terdapat tiga konsep yang saling terkait yaitu spatial context, spatial pattern dan spatial process. Spatial
context berhubungan dengan isi (content) dan dimensi ruang. Dalam content
inilah unsur alam dan manusia berada, berinteraksi secara dinamis menghasilkan
berbagai kenampakan. Kenampakan tersebut merupakan refleksi dari pengambilan
keputusan dalam memanfaatkan ruang dan hasil antar hubungan (relationship)
antara masa lalu, sekarang dan masa yang akan datang dari distribusi aktivitas
manusia.
Keberulangan suatu kenampakan atau objek di
suatu lokasi sering disebut dengan distribusi keruangan . Distribusi objek atau
kenampakan yang mempunyai karakter di lokasi berbeda sering disebut dengan pola
keruangan . Dalam dimensi , terkait dengan unsure jarak, arah dan lokasi.
Lokasi merupakan posisi suatu tempat di permukaan bumi . Ada dua macam lokasi
yaitu : lokasi absolute dan lokasi relative. Lokasi absolute menunjuk pada
kedudukan yang sudah pasti yaitu sistem grid (biasanya kordinat garis lintang
dan bujur ) . Lokasi relative berkenaan dengan posisi suatu objek dibandingkan
dengan objek yang lainnya. Dari perbandingan inilah akan diketahui arah dan
jarak dua objek yang diperbandingkan. Menurut Goodaal (1987) lokasi juga dapat
dilihat dari sudut situs (site) dan situasi . Site merupakan karekter internal
suatu objek, sedangkan situasi , melihat objek dari lingkup yang lebih luas
(eksternal).
Proses keruangan merupakan hubungan timbale
balik antara spatial context, gerakan dan dalam persepsi waktu tertentu . Isi
atau konten unsure ruang yang berinteraksi dapat berupa komponen fisis dengan
fisis, fisis dengan manusia, dan manusia dengan manusia. Proses interaksi dapat
terjadi dalam satu lokasi , dan dapat pula dengan lokasi berbeda, sehingga
muncul gerakan (movement) . Interaksi dan gerakan terjadi setiap waktu , selama
kehidupan berjalan di muka bumi. Interaksi yang terus menerus secara dua arah
inilah menghasilkan struktur keruangan.
Kaitan antara struktur keruangan dan proses
keruangan, akan menghasilkan kota utama atau inti (primate city or core) yang
domain mempengaruhi kota kota, keberadaan aksesibilitas secara bertahap menghasilkan core- periphery. Bila wilayah
periphery mampu mengimbangi perkembngan daerah inti maka secara fungsional akan
terjadi sistem ketergantungan antarkota, antardaerah atau antarnegara.
Dilihat dari analisis Ekologi yang paling mendasar
digunakan dalam menganalisis permukaan bumi adalah prinsip keterkaitan dalam
jarring kehidupan. Dalam kehidupan setiap unsure saling terkait secara utuh dan
terpadu membentuk suatu sistem. Dengan asumsi , tidak ada unsure pun dalam
kehidupan ini yang dapat berdiri sendiri, semuanya saling terkait dan
tergantung (interdependensi) satu sama lainnya.
Pada dasarnya analisi ekologi adalah untuk mempertanyakan, menyelidiki
dan memahami (1) bagaimana alam sebagai suatu sistem bekerja secara saling
ketergantungan; (2) bagaimana eksistensi mahluk hidup dalam satu sistem
kehidupan ; (3) bagaimana peranan mahluk hidup dalam habitatnya sehingga
kehidupan dapat berlangsung secara optimal
(4) bagaimana mahluk hidup dapat mencukupi berbagai kebutuhan hidupnya
dengan baik, unsur pokok dan penunjang apa yang di perlukan ; (5) bagaimana
spisies spisies dalam suatu ekosistem saling beradaptasi ; (6) apa yang mereka
perlukan dalam habitatnya dan dapat melangsungkan kehidupannya ; (7) bagaimana
setiap mahluk hidup menghadapi keterbatasan dan harus toleran terhadap berbagai
perubahan ; (8) bagaimana individu individu dalam populasi mengalami
pertumbuhan.
Semua unsur dalam ekosistem mengikuti tatanan
yang rumit namun teratur. Setiap unsur dalam kehidupan mempunyai peran dan fungsinya
masing masing. Kehidupan alam semesta mempunyai daya penting untuk menyesuaikan
diri dengan perubahan perubahan selama perubahan perubahan itu berada pada
taraf yang wajar. Dengan adanya perkembangan manusia yang sangat cepat baik
secara jumlah maupun kualitas, menyebabkan eksploitasi alam secara berlebihan .
Hal inilah yang menyebabkan timbulnya kerusakan kerusakan ekologi manusia dan
mahluk hidup lainnya.
Geografi merupakan ilmu yang bersifat
antroposentris, melihat manusia secara dua sisi yaitu imanen dan transenden.
Secara imanen manusia merupakan bagian yang terintegrasi dengan unsure lainnya,
dengan tumbuhan dan hewan. Manusia mempunyai peran yang sama dalam memanfaatkan
lingkungan untuk kelangsungan hidupnya. Secara transenden, manusia mempunyai
tanggung jawab yang lebih dibandingkan mahluk hidup lainnya, karena manusia
dibekali dengan akal. Setiap perilaku manusia slalu dalam memenfaatkan alam
selalu ada resiko resiko terhadap alam, karena itu tanggung jawab, etika
lingkungan harus selalu dilibatkan dalam memanfaatkan lingkungan. Dalam
memanfaatkan lingkungan 5 prinsip pengelolaan ekosistem selalu harus
diaplikasikan dengan baik yaitu keterkaitan (interdependency) , keragaman
(diversity) , kesinambungan (sustainability) , keseimbangan ( equilibrium ),
dan keserasian (harmony).
Dalam geografi ada analisis komplek wilayah
/region ,dimana region merupakan kesatuan daerah, dengan batas yang jelas
menurut criteria tertentu. Identifikasi atau criteria dalam membatasi suatu
region dapat berupa bentang alam, manusia, atau gabungan antara keduanya,
misalnya region menurut morfologi (pegunungan, perbukitan, dataran ), region
iklim, region agama, budaya, region aktivitas ekonomi, dan sebagainya. Region
merupakan bentuk pendekatan geografi yang melihat bumi secara horizontal namun
tiga dimensi.
Regional merupakan pemikiran untuk memahami
kesamaan dan perbedaan permukaan bumi. Persamaan atau keseragaman dibedakan
dari daerah lainnya dikenal dengan uniform
region, Sedangkan region yang ditandai oleh adanya pemusatan gerak atau
aliran ke dalam satu titik (node atau sentral ) disebut regional fungsional
atau nodal region. Dalam nodal region
selalu mempunyai tempat pusat (center place) yang menjadi magnet bagi
daerah sekitarnya, dan juga berfungsi sebagai pusat pelayanan atau pertumbuhan
. Setiap node selalu ada hinterland atau daerah penyangga (periphery) , sehingga terbentuklah hierarki region. Hierarki region
sangat penting untuk mengetahui daerah daerah yang menjadi pusat pertumbuhan,
dan bagaimana daerah pusat ini dapat ditransformasikan/didistribusikan ke
daerah pinggiran hingga tercipta keseimbangan pembangunan atau pemerataan
pembangunan di suatu wilayah yang lebih luas, misalnya propinsi, Negara bahkan
dunia.
Dalam proses keruangan terjadi pembentukan
sistem fungsional region, interaksi merupakan hal yang sangat penting.
Interaksi berjalan secara dua arah. Secara operasional, interaksi ini ditunjang
adanya sistem komunikasi dan transportasi. Komunikasi merupakan pertukaran ide,
atau gagasan yang dapat memperluas pengetahuan dan wawasan , sarana komunikasi
dapat berupa bahan cetak, audio, visual, maupun
audio visual.
Geografi dapat dibedakan antara Geografi
Sistematik dan Geografi Regional. Geografi Sistematik memperhatikan unsure
unsure fisik dan manusia secara terpisah. Bagian dari Geografi Sistematik
tersebut adalah :
1.
Geografi Fisik mempelajari tentang lahan (landscape) yaitu
bagian dari permukaan bumi yang dibentuk oleh interaksi dan interdependensi
bentuk lahan, batuan, tanah, air, udara, hewan, tumbuhan, dan manusia yang
keseluruhannya membentuk suatu sistem. Termasuk Geologi, Geomorfologi,
Hidrologi, Meteorologi, dan Tumbuhan.
2.
Geografi Manusia mempelajari berbagai aspek kehidupan manusia di
permukaan bumi, termasuk di dalamnya Geografi Ekonomi, Geografi Penduduk,
Geografi Pariwisata, Geografi Politik, Geografi Sosial, Geografi Kota dan Desa,
Geografi Pertanian dan industry.
3.
Geografi Teknik mempelajari berbagai cara memvisualkan permukaan
bumi, termasuk di dalamnya kartografi, Penginderaan jauh, dan Sistem Informasi
Geografi.
Keterpaduan antara Geografi Fisik dan Geografi
Manusia secara terintegrasi diwujudkan dalam geografi Regional .Geografi
regional merupakan integrasi dari geografi sistematis, dengan mengambil tempat
sebagi titik pandangnya. Geografi Regional mempelajari perbedaan dan persamaan berbagai
wilayah /region di permukaan bumi. Wilayah yang di kaji dapat berupa wilayah
yang relative sempit seperti desa, atau wilayah yang luas seperti Negara atau
benua. Dalam geografi regional sudah mengintegrasikan aspek fisik dan manusia,
Asia Tenggara, Amerika, Eropa, Afrika, dan sebaginya.
Dalam kehidupan yang semakin berkembang ,
manusia sebagai pengembang dan pengaplikasi ilmu pengetahuan terus mengalami
tantangan. Tantangan tersebut tidak hanya muncul karena kebutuhan yang semakin
beragam dan kompleks, tapi juga bumi semakin terbatas daya dukungnya untuk
menampung kehidupan itu sendiri.
Secara aplikasi , peran geografi sebagai ilmu
mengalami perkembangan seiring dengan kebutuhan dan tantangan pada zamannya.
Pada saat sebelum masehi dan abad 15 setelah masehi, keingintahuan tentang bumi
baik secara fisik/alam maupun manusia begitu dominan, sehingga saat perjalanan
dan pengukuran permukaan bumi dilakukan secara intensif. Peranan
Historigeografi dan ilmu alam saat itu sangat penting.
Abad pertengahan (Abad 15 M) , ekspansi
permukaan bumi melalui perjalanan untuk perdagangan , penjelajahan dan
penyebaran agama sangat dominan sehingga dikenal dengan konsep libenstraum.
Pengetahuan tentang bumi tidak hanya disebarluaskan melalui persekolahan , tapi
juga dibentuk perkumpulan perkumpulan geograf yang bertugas menyebarluaskan
berbagai ekspedisi, penelitian dan mensupport berbagai kebutuhan ekspedisi .
Jurnal Geografi pun diterbitkan untuk memperluas dan mensupport penggalian
tentang permukaan bumi.
Abad 15 sampai 19, semangat penjelajahan masih
sangat tinggi , namun posisinya bertambah bahkan menjadi semakin strategis.
Dipersekolahan geografi diberikan untuk mengenal lebih jauh karakteristik
Negara sendiri dan Negara lain. Tujuan utamanya adalah memperkuat nasionalisme
dan community sentiment, membangun
bahwa kita adalah satu kestuan . Melalui emosi tersebut , maka semangat juang
mempertahankan Negara, rasa cinta terhadap tanah air dan semangat perang
ditumbuhkembangkan. Jaman imprealisme, memperluas jajahan, menyatukan kolani,
ide dan gagasan menjadi satu kesatuan sehingga tidak menimbulkan rasa terpisah
atau terasing, ditubuhkembangkan melalui pelajaran Geografi.
Masa setelah Perang Dunia II atau tahun 1950
an, membawa perubahan besar dalam geografi baik secara praktis maupun teoritis.
Masa itu adalah masa krisis ekonomi, rekonstruksi dan dekolonialisasi , banyak
Negara yang mengalami perubahan politik dan tata ruang. Masa itu menurut
Hartshorne, Geografi menjadi “Broad Propaedeutic Disiplin “ . Study nomotetik
dengan pendekatan restruktural keruangan menjadi popular . Metode kuantitatif
pun diaplikasikan untuk menganalisis lokasi, pusat pusat pertumbuhan dan
pelayanan, serta kiat kiat memacu pertumbuhan ekonomi dengan pemanfaatan
sumberdaya secara optimal.Adapun isu isu yang releven dikaji oleh geografi pada
saat ini antara lain :
Perubahan tata ruang bumi;
Bumi sampai saat ini masih dianggap sebagai
satu satunya planet yang dapat dihuni oleh manusia. Sejak pembentukannya , atau
sejak dihuni oleh manusia sampai sekarang, luas permukaan bumi relative tetap.
Namun, di sisi lain, manusia sebagai salah satu penghuni bumi meningkat dengan
cepat. Seiring dengan pertumbuhan penduduk tersebut, kebutuhan manusia akan
ruang untuk berbagai kebutuhan semakin meningkat. Lahan untuk permukiman,
industry , pendidikan, kesehatan dan daerah terbangun lainnya. Di sisi lain, kebutuhan
ruang yang bersifat alami tetap diperlukan untuk mendukung kehidupan, karena
ada unsure unsure alam yang tidak dapat diproduksi oleh manusia.
Ketimpangan spatial sumberdaya
Dalam hidup keseharian manusia perlu didukung
oleh sumberdaya , sumberdaya yaitu segala sesuatu yang ada dalam geosystem yang bernilai bila diolah dan digunakan oleh
manusia. Sumberdaya dibedakan dua; ada sumber daya alam dan sumber daya
manusia.
Era globalisasi
Globalisasi merupakan satu fakta yang tidak
dapat dihindarkan, akibat dari kemajuan pemikiran manusia. Karena itu merupakan
suatu produk yang siap terdesiminasikan tanpa batas waktu dan ruang, maka
pengetahuan , wawasan, keterampilan, sikap dan perilaku penerima (receiver) perlu disiapkan agar tidak
tercipta culturshock wahana yang
paling tepat untuk mensosialisasikan , memfilterisasi, dan mengantisipasi
berbagai produk globalisasi adalah pendidikan.
Mitigasi bencana
Bencana menjadi isu pembangunan , karena hasil
pembangunan yang telah dirintis puluhan bahkan ratusan tahun dapat musnah atau
rusak seketika dengan adanya bencana, perekonomian, masyarakat dan Negara pun
banyak mengalami kemunduran, banyak prasarana dan sarana ekonomi, sosial dan
budaya yang rusak. Masyarakat yang terkena bencana seringkali harus menata
ulang kehidupannya dari awal , mereka harus pindah ke tempat lain, dan mulai
penghidupan di tempat baru. Pemerintah mempunyai peran strategis untuk
memberikan pemahaman tersebut dan mengkoordinasikan penanggulangan bencana.
Fungsi geografi adalah untuk melatih
warganegara yang akan datang agar dapat berimaginasi secara tepat tentang
kondisi kondisi dunia yang lebih besar, dan dengan demikian membantu para siswa
untuk memikirkan masalah masalah yang terdapat di dunia.
Komite Pendidikan Geografi di Amerika Serikat,
yang diketuai oleh Salvator J Natoil ,yang merangkap pula sebagai Ketua
Asosiasi Geografi Amerika Serikat pada tahun 1984, menyatakan bahwa ;
“Every day make important
decisions about our well- being and every day we use geographic knowledge or
encounter important geographical influences on our lives. We interpret
complical geographical factor to determine the place where we choose to live –
physical characteristics such as cklimet, topography, and drainage influence
where we can build safe , secure, and desirable housing, cultural factors such
as quality housing and school , convenient transportation route to work and
leisure –all have a bearing on our quality of life”
Dalam lanjutan tulisannya, dinyatakan pula
bahwa keilmuan geografi sangat di perlukan untuk memahami peristiwa dan masalah
krusial seperti pencemaran , ketimpangan sosial, kemiskinan, migrasi, kondisi
politik dunia, dan perkembangan Negara Negara di dunia .
Arvey dan Brian Holly (1981) menyatakan bahwa
pembelajaran geografI sangat penting untuk memahami : ketimpangan distribusi
sumberdaya alam, meluruskan pandangan tentang pengetahuan yang sifatnya
pragmatis, advocacy pendekatan deductif-prediktif, dan berguna bagi memahami
masalah masalah kemanusiaan di dunia.
Untuk meningkatkan kebermaknaan pembelajaran
geografi , UNISCO (1965) memberikan alternatifnya, yaitu :
“The aim
of any selective teaching of geography must be to concentrate on the problem
often crucial, which men need solve so to provide for increasing numbers and a
higer standard of living . Any account , however summery, of what must be done
to ensure that the world potensials resources are used for improving the
condition of existence and the living standard of these indeed shows the
immensity of the tasks a waiting the men of tomorrow , who are our pupil to day
“
Dalam buku geografi
for life (1994) di jelaskan ada empat alasan mengapa setiap orang (termasuk
siswa) perlu mempelajari geografi:
1.
Alasan Eksistensi (the
existensial reason) : semua mahluk hidup termasuk di dalamnya manusia hidup
dalam satu planet biru yang kecil yaitu bumi. Manusia perlu memahami rumah di
mana mereka hidup dan tinggal, geografi dapat memberikan pemahaman di mana
mereka , bagaimana bumi itu, dengan segala potensi dan keterbatasannya.
2.
Alasan Etika(the ethical
reason) : sampai saat ini atau sejauh yang kita ketahui , bumilah satu
satunya planet tempat manusia hidup. Bumi planet yang mudah rusak (fragile) , demikian pula kehidupan
manusia tidaklah abadi. Geografi memberikan pengetahuan tentang bumi, baik
secara fisik/alami maupun kehidupan yang ada didalamnya. Manusia dan alam
mempunyai saling ketergantungan membentuk suatu system. Pengetahuan pengetahuan
itu menjadi dasar untuk mengembangkan minat dan etika bagaimana bumi
/alam/lingkungan harus dimanfaatkan.
3.
Alasan intelektual (the
inteelectual reason) : Geografi mengembangkan imaginasi dan keterampilan berfikir.
Keunikan dan keragaman muka bumi baik secara fisik maupun kehidupannya
mendorong rasa ingin tahu, mengembangkan penemuan dan penelitian . Dengan
mengamati berbagai keragaman, keunikan, kesamaan, tempat dapat mengembangkan
kecerdasan manusia dalam berprilaku dalam ruang/tempat .sehingga dapat
mengambil suatu keputusan secara bijak.
4.
Alasan praktis (the
practical reason) : Pengetahuan tentang bumi , ruang, tempat, dengan
berbagai potensi dan kendalanya, dapat mengembangkan keterampilan dalam
mengelola, memanfaatkan, dan mengambil suatu keputusan yang berhubungan dengan
perilaku keruangan dan pengembangan wilayah , serta mampu memanfaatkan
informasi informasi geografis seperti daerah potensial dalam penyebaran
penyakit, mengidentifikasi daerah pasar, pusat produksi, pusat pertumbuhan
ekonomi dan sebagainya.
Mengingat begitu luasnya tujuan yang terkandung dalam proses
pembelajaran geografi ,seyogianya pembelajaran geografi berorientasi kepada :
Ø Permasalahan yang actual berkembang di sekitar anak didik ;
Ø Di sesuaikan dengan kepentingan dan psikologi perkembangan anak
didik.
Ø Peningkatan taraf hidup melalui pemanfaatan sumber daya alam.
Ø Harus berorientasi ke masa depan.
Ø Memberikan wawasan global.
Peran suatu ilmu terus berkembang seiring
dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi manusia. Sebagai ilmu yang cukup
tua, peran geografi pun terus berkembang dan ditantang untuk lebih bermakna
bagi kesejahteraan manusia dan kelestarian bumi itu sendiri. Memahami peristiwa
peristiwa di permukaan bumi , memerlukan pemahaman yang terintegrasi antara
aspek manusia dan alam sebagai satu kesatuan. Pandangan yang pragmatis atau
parsial hanya akan menguntungkan atau merugikan salah satu di antaranya. DI era
globalisasi ini menuntut manusia untuk terus meningkatkan pemahaman , wawasan
dan kompetensinya agar dapat bersaing dengan Negara Negara di dunia, karena itu
peranan geografi sangat strategis.
apa kabar pak
ReplyDelete