Thursday, 10 May 2012

Tugas Proposal Tesis DR.Nurdin.M.Pd.


BAB 1
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Masalah
  Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi amat berpengaruh terhadap berbagai segi kehidupan termasuk bidang pendidikan. Dengan semakin majunya proses belajar mengajar disemua jenjang pendidikan akibat dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka sangat dituntut sekali penggunaan media pembelajaran atau pendidikan yang tepat sehingga dapat dicapai hasil pendidikan yang optimal.
 Pendidikan tidak bersifat statis tetapi bersifat dinamis dan terus menerus mengikuti perkembangan zaman. Pembaharuan dibidang pendidikan dewasa ini ditujukan kepada perbaikan situasi dan kondisi belajar untuk meningkatkan mutu pendidikan. Untuk mengikuti Perkembangan dan kemajuan yang dicapai dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi, maka perbaikan proses belajar mengajar erat kaitannya dengan pembaharuan dibidang media pendidikan dan keterampilan. Memilih dan menggunakan media pendidikan secara tepat. Dalam hal ini guru memegang peranan dalam penggunaannya.
Mengajar pada umumnya adalah usaha guru untuk menciptakan kondisi atau mengatur lingkungan sedemikian rupa sehingga terjadi interaksi antara murid dengan lingkunganya termasuk guru, alat pelajaran dan sebagainya yang disebut proses belajar, sehingga tercapai tujuan pelajaran yang telah ditentukan.[1]
Proses belajar mengajar atau proses pengajaran merupakan suatu kegiatan melaksanakan kurikulum suatu lembaga pendidikan, agar dapat mempengaruhi para siswa mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Tujuan pendidikan pada dasarnya mengantarkan para Siswa menuju pada perubahan-perubahan tingkah laku baik intelektual, moral, maupun sosial. Agar dapat hidup mandiri sebagai individu dan mahluk sosial. Dalam mencapai tujuan tersebut siswa berinteraksi dengan lingkungan belajar yang diatur oleh guru melalui proses pengajaran.
Lingkungan belajar yang diatur oleh guru mencakup tujuan pengajaran, bahan pengajaran, metodologi pengajaran, dan penilaian pengajaran. Unsur-unsur tersebut  biasa dikenal dengan komponen-komponen pengajaran.
Bahan pengajaran adalah seperangkat materi keilmuan yang terdiri atas fakta, konsep, prinsip, generalisasi suatu ilmu pengetahuan yang bersumber dari kurikulum dan dapat menunjang tercapainya tujuan pengajaran. Metodologi pengajaran adalah metode dan tehnik yang digunakan guru dalam melakukan interaksinya dengan siswa agar bahan pengajaran sampai kepada siswa, sehingga
siswa menguasai tujuan pengajaran.
Dalam metodologi pengajaran ada dua aspek yang paling menonjol yakni metode mengajar dan media pendidikan sebagai alat bantu mengajar.[2]
Agar mereka aktif dalam aktifitas belajar mengajar diperlukan adanya media pendidikan yang disesuaikan dengan bahan yang diajarkan. Akan tetapi pada umumnya tidak satu pun media yang dapat menggantikan kedudukan dan fungsi guru, karena fungsi media pendidikan hanya merupakan salah satu alat bantu untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
Sebagai media yang diharapkan akan menjadi bagian dari suatu proses belajar mengajar di sekolah, internet diharapkan mampu memberikan dukungan bagi terselenggaranya proses komunikasi interaktif antara guru dengan siswa sebagaimana yang dipersyaratkan dalam suatu kegiatan pembelajaran. Kondisi yang perlu didukung oleh internet tersebut terutama berkaitan dengan strategi pembelajaran yang akan dikembangkan, yang kalau dijabarkan secara sederhana bisa diartikan sebagai kegiatan komunikasi yang dilakukan untuk mengajak siswa mengerjakan tugas-tugas dan membantu siswa dalam memperoleh pengetahuan yang dibutuhkan dalam rangka mengerjakan tugas-tugas tersebut.[3]
Menurut Nana Sudjana, et al, ada beberapa alas an mengapa media pembelajaran  dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran yaitu sebagai berikut:[4]
1.    Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.
2.    Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh para siswa.
3.    Metode mengajar akan lebih bervariasi, sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga.
4.    Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, akan tetapi juga aktifitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan, dan lain-lain.
Dari uraian di atas, maka dapat dipahami bahwa melalui penggunaan media pendidikan diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
Motivasi memegang peranan penting dalam belajar. Seseorang siswa tidak akan dapat belajar dengan baik dan tekun, jika tidak ada motivasi di dalam dirinya. Bahkan, tanpa motivasi seorang siswa tidak akan melakukan kegiatan belajar. Maka dari itu, guru selalu memperhatikan masalah motivasi ini dan berusaha agar tetap tergejolak dalam diri setiap siswa selama pelajaran berlangsung.
Bagi siswa yang selalu memperhatikan materi pelajaran yang diberikan bukanlah masalah bagi guru karena di dalam diri siswa tersebut sudah ada motivasi yaitu intrinsik. Siswa yang demikian biasanya dengan kesadarannya sendiri  memperhatikan penjelasan guru, rasa ingin tahunya lebih banyak terhadap materi pelajaran yang diberikan sehingga berbagai gangguan yang ada disekitarnya kurang dapat mempengaruhinya agar memecahkan perhatiannya.
Lain halnya bagi siswa yang tidak ada motivasi dalam dirinya, maka motivasi ekstrinsik yang merupakan dorongan dari luar dirinya mutlak diperlukan, disinilah peran guru lebih dituntut untuk memerankan fungsi motivasi.[5]
B. Identifikasi Masalah
Uraian di atas menggambarkan bahwa pemanfaatan internet sangat memungkinkan dapat meningkatkan motivasi dalam belajar, dengan hasil belajar pelajaran geografi di SMA Nur El Falah Kubang, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang.
Guru yang merupakan aspek penting dalam pembelajaran secara keseluruhan perlu ada metode dan cara baru dalam mengajar agar siswa tidak merasa bosan. Oleh karena itu, hasil belajar akan semakin baik jika guru dalam mengajar dapat memanfaatkan internet dalam mengajarnya, sesuai dengan  perkembangan zaman yang terus berubah dimana perubahannya kadang kala tidak dapat diprediksikan. Pembangunan sumber daya guru yang bekerja di sekolah juga akan semakin penting untuk ditingkatkan terutama yang berkaitan dengan motivasi siswa dalam belajarnya. Banyak faktor yang mempengaruhi  motivasi  di dalam belajar baik yang bersumber dari internal maupun eksternal, begitu juga dalam kualitas sumber daya guru juga dalam penggunaan internet dalam mengajar banyak kendala yang mempengaruhinya seperti: keterbatasan pengetahuan,  fasilitas sekolah yang kurang memadai, dan sebagainya. Sedangkan kalau dalam motivasi siswa seperti: masalah internal maupun eksternal.

C. Perumusan Masalah
            Berdasarkan identifikasi dan latar belakang masalah di atas, maka dapat diambil perumusan masalah dalam penelitian sebagai berikut:
a.    Apakah terdapat pengaruh dengan pemanfaatan internet dengan motivasi
siswa dalam belajar ?         
b.    Apakah ada hubungan antara motivasi belajar siswa dengan hasil belajar geografi di SMA Nur El Falah Kubang?
c.    Apakah terdapat pengaruh antara pemanfaatan internet terhadap motivasi belajar siswa dengan hasil belajar geografi?

D. Manfaat Penelitian
            Secara teoritik, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran bagi pengembangan khazanah keilmuan, khususnya yang berkaitan dengan kualitas sumber daya guru dalam mengajar. Hasil ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi guru-guru di SMA Nur El Falah memanfaatkan internet yang mana dapat meningkatkan motivasi belajar siswa sehingga hasil belajar siswa ada peningkatan .
            Manfaat penelitian ini juga dapat dijadikan sebagai bahan referensi bagi setiap pembaca yang tertarik untuk mengkaji lebih mendalam terhadap pokok permasalahan yang sama di tempat yang berbeda, dapat dijadikan bahan masukan bagi guru-guru yang ingin meningkatkan kualitasnya dalam mengajar. 







BAB II
LANDASAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR DAN
PERUMUSAN HIPOTESIS

A.      Landasan Teori
1.   Pengaruh Pemanfaatan Internet
a. Pengertian Internet
Perkembangan teknologi internet telah merambat dalam segala aspek kehidupan manusia termasuk dunia pendidikan. Istilah internet berasal dari bahasa latin yaitu “inter” yang berarti “antara”. Secara harfiah internet berarti jaringan antara atau penghubung. Memang itulah fungsinya, bahwa internet menghubungkan berbagai jaringan yang tidak saling bergantung pada satu sama lain sedemikian rupa, sehingga mereka dapat berkomunikasi.[6]
          Di dalam kata internet sendiri terkandung sebuah kata “net” yang berarti sambungan. Oleh sebab itu, internet dapat diartikan sebagai suatu sambungan sambungan atau hubungan antar personal computer (PC) baik di rumah-rumah, perusahan, maupun lembaga pemerintah.[7] Menurut Wijaya internet adalah: “Internet (inter-network) merupakan sekumpulan jaringan komputer yang menghubungkan situs akademik, pemerintahan, komersial, organisasi, maupun perorangan. Internet menyediakan akses untuk layanan telekomunikasi dan sumber daya informasi untuk jutaan pemakainya yang tersebar diseluruh dunia. Layanan internet meliputi komunikasi langsung (e-mail, chat), diskusi (Usenet new.e-mail, millis), sumber daya informasi yang terdistribusi (world wide web.gopher), remote login dan lalu lintas file (telnet, flp) dan aneka layanan lainnya.[8]
            Definisi di atas mengungkapkan internet sebagai sumber dan media informasi yang dapat membantu siswa mencari informasi dan dapat diartikan sebagai bahan tambahan bagi para siswa di sekolah maupun di luar sekolah. Bahkan menurut  pendapat lain, menyatakan bahwa internet adalah suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan hubungan antara jaringan-jaringan komputer yang sedemikian rupa sehingga memungkinkan computer-komputer itu berkomunikasi satu sama lainnya.[9]
            Dalam definisi ini digambarkan internet merupakan jaringan dari beberapa komputer yang bisa berkomunikasi satu sama lainnya. Jaringan yang ada di internet merupakan jaringan global yang tersambung diseluruh dunia, yang memungkinkan kita dapat berkomunikasi dengan belahan dunia lainnya.[10]
       Kata internet sendiri berasal dari kata interconnected network yang berarti jaringan-jaringan komputer yang saling terhubung, internet juga merupakan jaringan komputer global dan merupakan bagian dari teknologi informasi yang sekarang ini semakin banyak digunakan.
            Jaringan yang ada di internet merupakan jaringan global yang tersambung diseluruh dunia, yang memungkinkan  kita dapat berkomunikasi dengan dunia lainnya. Hal ini didukung oleh Masria yang mengatakan:
“Internet atau interconnected Network yaitu jaringan-jaringan komputer yang saling terhubung. Jaringan ini dapat terletak dimana saja diseluruh penjuru dunia. Karena jaringan-jaringan diseluruh dunia ini saling terhubung maka setiap orang yang dapat mengakses informasi diseluruh dunia yang terhubung oleh internet.”[11]  Hal yang sama dikatakan oleh Edhy Sutanta, bahwa: “Internet dapat dipandang sebagai jaringan komputer global yang berkomunikasi dengan menggunakan sistem jaringan yang umum, sistem tersebut hampir sama dengan sistem telepon internasional yang mana setiap orang tidak memilikinya dan tidak dapat mengendalikannya, namun terhubung ke dalam jalur yang membuatnya dapat bekerja seperti pada satu jaringan yang besar, dan secara garis besar sistem kerja internet adalah sebagai berikut: data dari computer sumber ke luar ke modem dalam bentuk sinyal telepon (pulsa) oleh modem. Selanjutnya sinyal elektromagnetik sebelum akhirnya masuk kekomputer tujuan.
            Dari beberapa pengertian di atas, dapat dipahami bahwa internet merupakan hubungan antar berbagai jenis komputer dan jaringan di dunia yang berbeda sistem operasi, dimana hubungan antar berbagai jenis komputer dan hubungan tersebut memanfaatkan.
            Melihat pengertian internet dari beberapa ahli, dapat disimpulkan bahwa internet merupakan sebuah jaringan global yang berisikan bermacam-macam infomasi yang berguna dan mempunyai jaringan yang terhubung satu sama lainnya.
b.   Sejarah Internet
Internet telah menciptakan dunia baru bagi kehidupan manusia. Proyek ARPA Net suatu eksprimen dari kementrian pertahanan Amerika Serikat, bernama DARPA (Departemen Of Defens Advance Project Agency), misi awalnya sederhana, yaitu mencoba menggali teknologi jaringan yang dapat menghubungkan para peneliti dengan berbagai sumber data yang jauh seperti: komputer dan pangkalan data yang besar. Sistem jaringan ini kemudian berkembang seiring dengan kemajuan teknologi telekomunikasi dan informasi sehingga muncul istilah internet seperti sekarang ini.[12]
            Cikal bakal internet yang kita kenal pada tahun 1960-an Departemen Pertahanan Amerika Serikat khawatir akan kemungkinan terjadinya perang nuklir. Hal ini membuat dimulainya penelitian untuk menghubungkan komputer- komputer yang dimiliki Departemen Pertahanan dalam instalasi. Komputer tersebut diharapkan dapat saling berkomunikasi dan bertahan jika perang bener benar terjadi. Sehingga pada bulan Oktober 1962 dimulailah program riset komputer di ARPA (Advanced Research Projects Agency) dengan Joseph Licklider sebagai ketua program pertama.
     Pada tahun 1965 dengan bantuan dana ARPA, Larry Robert dan Thomas Marill mencoba membuat koneksi Wide Area Network yang pertama. Mereka menghubungkan computer TX-2 di MIT dengan computer Q-32 di Santa Monica melalui jaringan telepon. Dari percobaan tersebut disimpulkan bahwa jaringan telepon dapat melewatkan data, namun masih saja ada kendala yakni mahalnya biaya telepon. Kleinrock memprediksikan model pengiriman paket data merupakan komunikasi antar dua komputer yang paling memungkinkan.
       Pada tahun 1966 Bob Taylor dari ARPA menerima bantuan dana dari beberapa Universitas di Amerika Serikat utuk melakukan percobaan membuat jaringan yang menghubungkan computer-komputer dari sejumlah Universitas. Tiga tahun kemudian jaringan tersebut berhasil dibuat yang disebut sebagai ARPANET.
            ARPANET pertama kali online ditahun 1969 yang menghubungkan computer-komputer diberbagai Universitas dibagian barat daya Amerika Serikat, antara lain Universitas Of California Los Angeles (UCLA), Stanford Research Institute, Universiti Of California Santa Barbara dan University Of Utah.
            Pada tahun 1970 beberapa Universitas dan lembaga lain seperti MIT, Harvard, BBN, SDC, di Santa Monica ikut bergabung. Selanjutnya ditahun 1971 giliran Stanford, Lincoln, Labs milik MIT, Carnegie-mellon, NASA/AMES, Miter, Borroughs, RAND, dan Universitas Illinois juga ikut bergabung. Pada tahun 1971 juga The Networking Group menyelesaikan protocol Telnet, sehingga dapat mengakses komputer dari jarak jauh, selain itu juga, meraih kemajuan dengan penyelesaian FTP untuk men-download file. Pada tahun 1972, Ray Tomlinson dari BBN menulis program yang dapat mengirimkan surat elektronik melalui ARPANET. Tomlinson menggunakan symbol @ untuk menghubungkan nama pengguna (user name) dan e-mail address. Dan pada tahun 1980 simbol tersebut dipakai sebagai standar penulisan e-mail.

c.    Fungsi dan Pemanfaatan Internet
            Dewasa ini, kemajuan internet telah merambah kesegala bidang kehidupan mulai dari bidang bisnis, hiburan, budaya, dan bahkan pendidikan.
            Sebelum adanya internet, dunia pendidikan berkembang lambat dan hampir stagnan, pertukaran informasi antara satu institusi pendidikan dengan yang lainnya membutuhkan waktu yang lama dan terkadang ketika informasi tersebut sampai sudah kadaluarsa. Ditinjau dari fungsinya, internet bagi dunia pendidikan berperan sebagai:
1)   Akses kesumber informasi, sebelum adanya internet masalah utama yang dihadapi oleh pendidikan (diseluruh dunia) adalah akses kepada sumber informasi.
2)   Akses bisa langsung ke pakar, artinya melalui koneksi internet, maksudnya dengan siapapun kita bisa berkomunikasi secara langsung apalagi dengan pakar tertentu tanpa harus menemuinya.
3)   Media kerjasama, kolaborasi, atau kerjasama antara pihak pihak yang terlibat dalam bidang pendidikan dapat terjadi dengan lebih mudah, efesien dan cepat.[13]
Penjabaran di atas tentunya membawa kita pada pertanyaan mengapa kita belum banyak menggunakan internet untuk keperluan pendidikan di Indonesia. Ada beberapa alasan dalam permasalahan internet untuk pendidikan di antaranya:
1)    Kurangnya penguasaan bahasa inggris.
2)    Kurangnya sumber informasi dalam bahasa Indonesia.
3)    Akses internet masih susah diperoleh.
            Dalam pemanfaatannya yang diperoleh dari internet seperti :
1)   Email (Elektronik mail) yang digunakan untuk berkomunikasi atau berhubungan langsung dengan orang lain melalui surat elektronik.
2)   Kelompok diskusi (Mailing List), fasilitas yang digunakan untuk berdiskusi secara elektronik.
3)   Chatting, sebagai fasilitas untuk berkomunikasi antar sesama pemakai internet yang sedang aktif.
4)   News Group, fasilitas untuk berkomunikasi jarak jauh.
5)   World Wide Web (www), fasilitas yang dapat mengakses informasi melalui situs Web berupa teks, gambar, suara film maupun multimedia.
6)   Dan sebagainya.

2.    Motivasi Belajar
a. Pengertian Motivasi Belajar
     Motivasi adalah suatu usaha yang disadari untuk menggerakan, mengarahkan,dan menjaga tingkah laku seseorang agar ia terdorong untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu.[14]
   Wasti Sumanto, mengemukakan bahwa motivasi merupakan suatu perubahan yang ditandai oleh dorongan efektif dan reaksi reaksi pencapaian tujuan.
Motivasi akan menyebabkan terjadinya perubahan suatu energy yang ada pada diri manusia, sehingga akan berkaitan dengan persoalan kejiwaan, perasaan, dan juga emosi untuk kemudian bertindak atau melakukan sesuatu.
Dengan demikian, motivasi merupakan keseluruhan daya penggerak di dalam seseorang untuk ,melakukan sesuatu perbuatan dalam mencapai tujuan.Motivasi merupakan kehendak atau dorongan yang menyebabkan suatu kekuatan agar seseorang bertindak atau berbuat karena motivasi sangat erat kaitannya dengan kebutuhan yang ada di dalam diri individu dalam melakukan kegiatan.
Belajar menurut skinner, merupakan suatu proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progressif. Belajar juga dipahami sebagai suatu prilaku pada saat orang belajar , maka responnya menjadi lebih baik. Sebaliknya bila ia tidak belajar maka responnya menurun. Jadi, belajar adalah suatu perubahan dalam kemungkinan atau peluang terjadinya respons. Seorang anak belajar sungguh sungguh pada waktu ulangan dengan demikian pada waktu ulangan siswa tersebut dapat menjawab semua soal dengan benar. Atas belajarnya yang baik itu anak tersebut mendapatkan nilai yang baik,dan akhirnya anak tersebut akan belajar lebih giat lagi.
Menurut pendapat, Slameto: belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai pengalaman individu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan.
Dari beberapa definisi tersebut dapat dipahami belajar merupakan suatu proses usaha untuk merubah seluruh aspek tingkah laku individu baik yang bersifat pengetahuan, atau sikap melalui latihan dan pengalaman dalam berinteraksi dengan lingkungan.
Berdasarkan pengertian di atas, belajar sebagai suatu kegiatan , dapat diidentifikasi cirri-ciri kegiatannya sebagai berikut :
1)   Belajar adalah aktivitas yang menghasilkan perubahan pada diri individu yang belajar dalam arti perubahan tingkah laku baik aktual maupun potensial.
2)   Perubahan itu pada dasarnya adalah didapatkannya kemampuan baru yang berlaku dalam waktu yang relatif lama.
3)   Perubahan itu terjadi karena adanya usaha.
Selain itu, perubahan yang dihasilkan dari belajar bukan hanya di maksudkan untuk meningkatkan kualitas manusia dari segi intelektual saja, akan tetapi secara normatif , belajar juga merupakan suatu proses usaha untuk meningkatkan manusia dari segi mental. Dengan kata lain belajar adalah usaha untuk merubah individu dari segi IPTEK ataupun iman dan taqwanya, khususnya dalam pengetahuan agama.
Dari pengertian di atas diambil kesimpulan bahwa motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak psikis di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar yang menjamin kelangsungan kegiatan belajar dan memberi arah pada kegiatan , sehingga tujuan yang di kehendakinya oleh subjek belajar itu dapat tercapai.

b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar
Belajar dapat di pengaruhi oleh motivasi intrinsik artinya dapat dibentuk di dalam diri individu dan motivasi ekstrinsik artinya dapat dibentuk dari luar individu. Motivasi ini bisa kuat dan lemah karena ada beberapa hal yang mempengaruhinya. Adapun hal tersebut adalah: kematangan anak, usaha yang bertujuan atau goal, pngetahuan mengenai hasil dalam motivasi, penghargaan dan hukuman, partisipasi, dan perhatian.
1)   Kematangan anak
Untuk dapat mempengaruhi motivasi anak harus di perhatikan  kematangan anak. Tidak bijaksana untuk merangsang aktivitas aktivitas sebelum individu matang secara fisik, psikis, dan sosial, karena apabila tidak memperhatikan kematangan anak ini akan mengakibatkan frustasi dan dapat mengurangi kapasitas dalam belajar.

2)   Usaha yang bertujuan dan goal
                 Apabila mata pelajaran telah disesuaikan dengan kebijaksanaan pada kapasitas anak dan sesuai dengan perkembangan dan pertumbuhan anak. Usaha yang bertujuan dapat dicapai dengan motivasi yang tidak banyak, semakin jelas tujuannya maka makin kuat perbuatan itu didorong.
3) Pengetahuan mengenai hasil dalam motivasi
                 Setiap usaha harus ada tujuan yang jelas dan usaha tersebut harus segera diberitahukan hasilnya karena hal tersebut akan membawa pengaruh yang besar bagi orang yang mengerjakannya. Oleh karena itu, hasil pekerjaan harus diberitahukan supaya dapat memperkuat motivasi seseorang. Pekerjaan yang tidak diketahui hasilnya merupakan pekerjaan yang sia sia dan akibatnya akan melemahkan usaha selanjutnya.
4) Penghargaan dan hukuman
                 Untuk meningkatkan motivasi belajar, guru dapat memberikan penghargaan dan hukuman .Penghargaan adalah motif yang positif. Penghargaan ini dapat dapat berupa material maupun spiritual. Sedangkan hukuman merupakan motivasi yang negatif yang didasari rasa takut, orang yang patuh karena takut akan lekas tidak patuh apabila rasa takutnya hilang.


5) Partisipasi
Partisipasi dapat mempengaruhi motivasi belajar karena salah satu dinamika anak ialah keinginan berstatus, keinginan untuk mengambil dan melakukan aktivitas aktivitas untuk berpartisipasi. Oleh karena itu seorang guru harus memberikan kesempatan kepada anak untuk berpartisipasi pada setiap kegiatan.
6) Perhatian
  Faktor lain yang dapat mempengaruhi motivasi belajar adalah perhatian. Karena perhatian merupakan integritas antara motif dan sikap dan tergantung dari rangsangan yang diberikan. Bila orang sedang dikuasai motif tertentu maka perhatiannya pun akan tertuju pada hal-hal yang sesuai dengan motif yang menguasainya.
Berdasarkan uraian di atas motivasi belajar yang terdapat pada diri anak dapat berubah. Motivasi berkembang sesuai dengan taraf kesadaran kepada seseorang yang memiliki tujuan akan dicapainya. Semakin luas dan semakin sadar seseorang akan tujuan yang hendak dicapainya akan semakin kuat pula motivasi untuk mencapainya.

c. Peranan Motivasi Dalam Belajar
Motivasi sangat berperan dalam belajar, yaitu dalam hal menumbuhkan gairah, merasa senang, dan semangat untuk belajar. Siswa yang memiliki motivasi yang kuat akan memiliki energi untuk belajar. Hasil belajar itu akan optimal apabila ada motivasi yang tepat. Maka disinilah tugas guru untuk mendorong para siswanya agar pada dirinya tumbuh motivasi, salah satunya adalah melalui penggunaan internet.
Memberikan motivasi kepada seorang siswa berarti menggerakan siswa untuk melakukan sesuatu. Motivasi selalu berkaitan dengan kebutuhan, sebab seseorang akan terdorong melakukan sesuatu apabila merasa ada kebutuhan. Kebutuhan manusia itu bersifat dinamis, berubah-ubah sesuai dengan sifat manusia itu sendiri.
Adanya motivasi yang kuat, usaha yang tekun dengan didorong oleh kemauan yang kuat akan menimbulkan prestasi yang tinggi. Jadi, intensitas seseorang dalam belajar akan menentukan tingkat pencapaian hasil belajar sehingga peranan motivasi dalam hal ini sangat penting.

3. Hasil Belajar Geografi
            a. Pengertian geografi
Benih ilmu geografi telah ada sejak zaman pra sejarah. Keinginan untuk memenuhi kebutuhannya menjadi dasar bagi manusia untuk mempelajari bumi pada masa itu.
            Di penghujung abad ke-18, kegiatan penelitian geografi semakin meningkat sampai akhir abad ke-18.
            Berangkat dari permasalahan di atas, manusia mulai menyelidiki bumi secara ilmiah. Mereka mencoba melepaskan kajian bumi dari prasangka- prasangka kuno. Akibat pengaruh tersebut ilmu geografi dibagi beberapa cabang. Cabang-cabang tersebut kemudian berdiri-sendiri, sehungga ada yang mempelajari samudra, permukaan bumi, dan penduduk bumi.
Ditinjau dari etimologi bahasa geografi berasal dari dua kata, yaitu “ge” berarti bumi dan “graphien” berarti menulis. Pengertian geografi pertama kali diperkenalkan oleh Eratosthenes (276-194 SM) dalam karyanya yang berjumlah tiga jilid dengan judul “geographica”. Dalam buku itu ia menulis gambaran permukaan bumi, sejarah, dan konsep utama geografi.[15]
Pada pertengahan abad ke-2 M, Claudius Ptolemeus menyatakan: geografi merupakan penyajian melalui peta sebagian permukaan bumi yang memperlihatkan kenampakan secara umum.
Menurut Ritter (1779-1859) geografi merupakan suatu telaah bumi sebagai tempat hidup manusia yang wilayah pembahasannya adalah semua fenomena dipermukaan bumi baik organik maupun alam an organiknya yang berkaitan dengan kehidupan manusia.
            Menurut Elsworth Huntington (1876-1947) ahli geografi Amerika Serikat menekankan iklim sebagai penentu kehidupan dan juga suatu study tentang fenomena permukaan bumi serta penduduk yang mendiami wilayah permukaan bumi.
     Paul Vidal De La Blache (1845-1918). Ia mengatakan bahwa geografi pada dasarnya mempelajari tentang kualitas Negara-negara dengan konsepnya.
Menurut ilmuwan N. Daljuni dari Indonesia, mengatakan bahwa geografi adalah ilmu pengetahuan yang mengajarkan manusia dalam ruang yang meliputi: spasial (ruang), ekologi (lingkungan), dan region (wilayah).
Sedangkan menurut Prof.DR. R.Bintarto, menyatakan bahwa geografi pada dasarnya merupakan ilmu pengetahuan yang mencitrakan, menerangkan sifat sifat bumi, menganalisis gejala-gejala alam dan penduduk serta mempelajari corak yang khas tentang kehidupan dari unsure- unsur bumi dalam ruang dan waktu.
Berdasarkan pengertian di atas, dapat dikatakan bahwa geografi adalah ilmu pengetahuan yang menggambarkan, melukiskan, atau mendeskripsikan hal-hal yang berkaitan dengan persamaan dan perbedaan, baik yang terdapat di daratan, lingkungan, perairan, udara, maupun alam lingkungan sekitarnya.[16]

b. Pengertian Belajar
Ada banyak pengertian dan definisi belajar yang dikemukakan oleh pakar pendidikan, salah satunya adalah sebagai jalan untuk memperoleh kesejahteraan hidup, melalui sejumlah perubahan tingkah laku yang dialaminya melalui pengalaman .[17]
Pendapat lain mengatakan, perubahan tingkah laku atau ciri-ciri individu yang telah mengalami proses belajar adalah :
@ perubahan yang dialami secara sadar
@ Perubahan belajar bersifat positif dan aktif
@ Bersifat permanen
@ Terarah
@ Meliputi seluruh tingkah laku .[18]
Definisi tentang belajar lainnya,mengenai esensi belajar adalah perubahan perilaku individu secara keseluruhan sebagai hasil interaksi dengan lingkungan.[19]
Menurut ngalim Purwanto mengutip pendapat Gagne tentang belajar adalah sebagai berikut: “belajar terjadi apabila suatu suatu stimulasi bersama dengan isi ingatan mempengaruhi siswa sedemikian rupa sehingga perbuatannya (performance) berubah dari waktu sebelum ia mengalami situasi itu kewaktu sesudah ia mengalami situasi tadi.
Dari beberapa pendapat para ahli di atas, maka peneliti menyimpulkan belajar bertujuan untuk memperoleh hal-hal baru dalam wawasan, pengalaman, usaha yang dilakukannya tersebut terarah dan dapat diamati. Seseorang yang telah mengalami proses belajar akan menunjukan perubahan tingkah laku dalam dirinya yang bersifat permanen dan kontinyu namun dinamis, sehingga ia merasa lebih mudah mencapai tujuan yang akan dicapai.

c. Pengertian Hasil Belajar
Jika diamati, hasil belajar adalah muara dari hasil proses belajar, terlihat dari tingkah laku individu yang sebelumnya tidak dapat dilakukannya. Hal ini sejalan dengan pendapat Nana Sudjana yang menyatakan: “Hasil belajar adalah suatu perbuatan yang terjadi pada individu yang belajar, bukan saja perubahan mengenai pengetahuan, tetapi juga yang membentuk kecakapan, kebiasaan, sikap, dan cita cita.”[20]
Hasil belajar menurut taksonomi Bloom terbagi dalam tiga ranah, yaitu :
1)   Ranah kognitif, meliputi: ingatan, pemahaman, aplikasi, sintesis, analisis, dan evaluasi.
2)   Ranah afektif, meliputi: penerimaan, jawaban atau reaksi, penilaian, organisasi, dan internalisasi.
3)   Ranah psikomotorik, meliputi: gerakan reflex, keterampilan gerak dasar, kemampuan perseptual , keharmonisan atau ketetapan, gerakan berupa keterampilan-keterampilan yang bersifat kompleks, gerakan eksfresif, dan interprelatif.
Hasil belajar pada umumnya dapat diketahui melalui kegiatan penelitian setelah atau post test kegiatan belajar di lakukan dan yang paling mudah untuk dinilai adalah ranah kognitif dan hal ini merupakan usaha guru untuk mendapatkan informasi tentang sejauh mana siswa menyerap materi pelajaran yang sedang atau sudah dibahas dari ketiga ranah tersebut.
Seperti telah disampaikan sebelumnya bahwa yang telah mengalami proses belajar akan dapat diamati perubahan tingkah lakunya. Ciri perubahan perilaku hasil belajar, perkembangan, pertumbuhan, dan kematangan, namun jika ditelusuri lebih jauh maka akan ditemukan perbedaan yang signifikan. Secara ringkas, perubahan perilaku sebagai hasil belajar memiliki karakteristik sebagai berikut: (1) bersifat kontinyu dan fungsional. (2) bersifat aktif dan positif. (3) perubahan hasil belajar  disadari. (4) perubahan tidak bersifat temporer melainkan relative menetap dan (5) perubahan hasil belajar bertujuan dan terarah.
Selain itu, yang mempengaruhi hasil belajar siswa, yaitu: dari dalam diri siswa seperti: kemampuan itelegensi, minat, perhatian, motivasi, belajar, konsep diri, sikap dan lain sebagainya. Dan dari luar siswa seperti: perhatian orang tua, atau keluarga, guru, teman sekolah, dan lain sebagainya.
Prinsip aktivitas atau pembelajaran siswa aktif merupakan sebuah metode yang diberikan kepada siswa untuk dapat mengambil peran dalam pengajaran, misalnya: berupa merupakan kegiatan rohani maupun jasmani sesuai dengan materi yang sedang dibahas. Adapun kegiatan jasmani adalah kegiatan yang dilaksanakan siswa yang melibatkan fisik, seperti praktikum, peragaan gerak, dan lain lain. Sedangkan aktivitas rohani adalah keterlibatan unsure unsure kejiwaan siswa dalam pengajaran yang terlihat pada ketekunan dalam mengikuti pelajaran, mengalami perkembangan pesat,kemampuan mengingat yang baik, dapat berpikir untuk menjawab soal soal yang diberikan guru, mampu memecahkan masalah dan dapat mengambil keputusan dengan baik. Kedua aktivitas tersebut harus saling dihubungkan karena dalam aktivitas jasmani siswa melakukan perbuatannya dengan fisik/gerakan sedangkan berpikir bagian dari rohani, sehingga guru harus memberikan kesempatan sebanyak banyaknya kepada siswa untuk dapat melakukannya sendiri.

d.   Pengertian Hasil Belajar Geografi
Hasil belajar dari tiap siswa dalam geografi adalah perolehan nilai dari tiap siswa  dalam menyelesaikan tugasnya melalui pemanfaatan internet dalam hal ini pelajaran geografi. Dalam konteks penelitian ini, materi geografi yang disampaikan pada siswa adalah tentang tata surya dan jagad raya pada semester ganjil untuk kelas X tingkat satuan pendidikan di SMA.
Evaluasi melalui pemanfaatan internet untuk mengukur hasil belajar siswa dalam pelajaran geografi sejauh mana bisa membuat motivasi belajar meningkat. Dan evaluasi ini dilakukan setelah siswa menggunakan internet maupun sesudah dalam kegiatan KBM, materinya berisi tentang tata surya dan jagad raya. Tujuan pembelajarannya telah ditentukan dengan mengacu kepada kompetensi dasar yang ada pada silabus dan RPP.

B.  Kerngka Berpikir
Dalam pengertian Teknologi Pendidikan , media pendidikan berarti alat bantu proses dan wahana penyalur pesan dan informasi belajar dan merupakan komponen dari sistem pembelajaran.
Penguasaan internet sejak dini sangat diperlukan karena mempunyai banyak manfaat , baik untuk pemakaian praktis, sarana pembentukan pola piker maupun landasan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dewasa ini kemajuan internet telah merambah kesegala bidang kehidupan. Fungsi internetpun semakin mengalami perluasan dan menjadi semakin berkembang mengikuti bidangnya masing-masing.
Dan adanya internet justru membantu guru dalam menyampaikan materi pelajaran dengan praktis. Karena menggunakan internet dalam proses belajar, aktifitas yang terjadi adanya keaktifan anak dalam memahami isi materi pelajaran dengan sendirinya. Jadi, pemanfaatan internet dalam pelajaran geografi membuat siswa melakukan kegiatan secara aktif. Sehingga motivasi belajar meningkat dan hasilnya dalam pelajaran geografi sangat baik.

C.  Hipotesis Masalah
Adapun hipotesis yang di ajukan dalam penelitian ini adalah sebagai beriku: Terdapat pengaruh pemanfaatan internet terhadap motivasi belajar siswa dengan hasil belajar geografi pada siswa kelas X di SMA Nur El Falah Kubang Kecamatan Petir Kabupaten Serang.





BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A.  Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk pengumpulan data dalam menjawab permasalahan yang dikemukakan. Metode yang digunakan harus tepat, karena akan mendukung hasil penelitian. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan internet terhadap motivasi belajar d  engan hasil belajar geografi, seperti :
1)   Untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan internet dengan motivasi siswa dalam belajar.
2)   Untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar dengan hasil belajar geograf di SMA Nur El Falah Kubang .
3)   Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh seberapa besar pengaruh pemanfaatan internet terhadap motivasi belajar dengan hasil belajar geografi di SMA Nur El Falah Kubang Kecamatan Petir Kab.Serang.

B.  Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan di SMA Nur El Falah Kubang Kecamatan Petir Kabupaten Serang dan direncanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2012- 2013.
            Adapun waktu yang diperlukan untuk melaksanakan penelitian ini adalah  bulan Agustus sampai September untuk kegiatan persiapan dan pelaksanaan, bulan Oktober dan November untuk pengolahan dan penyusunan laporan.
C.  Metode Penelitian
Berdasarkan pada tujuan penelitian yaitu untuk mendapatkan informasi dan gambaran tentang pemanfaatan internet teradap motivasi belajar dengan hasil belajar geografi. Maka penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan menghasilkan penelitian yang diarahkan untuk menjelaskan gejala-gejala, sebab akibat, factor-faktor secara sistematis dan akurat mengenai sifat sifat populasi atau daerah penelitian tersebut.
            Sedangkan statistik prosentase adalah setelah data di kumpulkan melalui angket, kemudian diklasifikasikan, dihitung frekuensinya, ditabulasikan dan dipresentasikan kemudian hasil perhitungan prosentase untuk melihat tingkat keberhasilan atau tidaknya dalam pemanfaatan internet terhadap motivasi belajar dan juga untuk mengetahui tinggi rendahnya pengaruh pemanfaatan internet terhadap motivasi belajar dikaitkan dengan hasil belajar geografi.

D.  Populasi dan Tehnik Pengambilan Sampel
Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian, sedangkan sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti.
Dalam penelitian ini penulis menentukan responden siswa kelas X SMA dan penulis mengambil sampel 40 siswa dari keseluruhan responden. Sampel tersebut penulis ambil dengan menggunakan tehnik pengambilan sampel secara acak (Random Sampling).


E.  Tehnik Pengumpulan Data
Untuk pengambilan data dalam penelitian ini diperlukan beberapa tehnik, adapun tehnik pengumpulan data yang penulis tentukan adalah sebagai berikut :
1)   Observasi
Observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian.
2)   Wawancara
Wawancara merupakan instrument pengumpul data yang digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya.
3)   Angket
Angket merupakan pengumpulan data berbentuk pengajuan pertanyaan tertulis melalui sebuah daftar pertanyaan yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
4)   Tehnik Analisi Data
Dalam menganalisa data hasil penelitian yang terkumpul, penulis menempuh langkah-langkah sebagai berikut :
(1)  Kuantifikasi data
Data yang dihasilkan dari penyebaran angket,sebelum dianalisa terlebih dahulu di kuantifikasikan sebagai berikut :
@ Jawaban (a) diberi score 5
@ Jawaban (b) diberi score 4
@ Jawaban (c) diberi score 3
@ Jawaban (d) diberi score 2
@ Jawaban (e) diberi score 1
(2)      Membuat tabulasi data kemudian dijumlahkan skornya
(3)      Mencari rumus range dengan rumus : R = ( H-L) + 1(b)
(4)      Membuat table distribusi frekuensi
∑ fX
(5)      Menghitung Mean dengan rumus X =
N
(6)      Menghitung median dengan rumus

(7)      Mnghitung Modus dengan rumus  Mo = 3 Mdn – 2 Me

(8)      Uji normalitas  dengan rumus :


(a)    Uji Z, skor  

(b)   Menghitung X²(Chi Kuadrat) dengan rumus

(c)    Menentukan Standar Deviasi dengan rumus :



(9)      Menentukan persamaan regresi

(10)      Analisis korelasi product moment






                       
           

           







                                      DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………………………………………………  i
DAFTAR ISI………………………..……………………………………………  ii
BAB  I     PENDAHULUAN……………………………………………………   1
A.  Latar Belakang Masalah………………………………………….    1
B.  Identifikasi Masalah……………………………………………...    5
C.  Perumusan Masalah……………………………………………...    5
D.  Manfaat Penelitian……………………………………………….    6

BAB II  LANDASAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR DAN PERUMUSAN    HIPOTESIS
A.   LandasanTeori…………………………………………………… 7  1. Pengaruh Pemanfaatan Internet…………..…………………     7
a.  Pengertian Internet………………………………………...    7
b.  Sejarah Internet……………………………………………  10
c.  Fungsi dan pemanfaatan internet…………………………  12
2.  Motivasi belajar……………………………………………..   13
a.    Pengertian Motivasi belajar………………………………   13
b.    Faktor factor yang mempengaruhi motivasi belajar…….   16
c.    Peranan motivasi belajar…………………………………   18
3.   Hasil belajar geografi………………………………………..   19
a.  Pengertian Geografi……………………………………….  19
b.  Pengertian belajar………………………………………..     21
c.  Pengertian hasil belajar………………………………….     22
d. Pengertian hasil belajar geografi………………………..     24
B.   Kerangka Berpikir…………………………………………….    25
C.   Hipotesis Penelitian…………………………………………..     25

BAB III      METODOLOGI PENELITIAN
A.  Tujuan penelitian……………………………………………..     26
B.  Tempat dan waktu penelitian………………………………..      26
C.  Metode penelitian…………………………………………….      27
D.  Populasi dan tehnik pengambilan sampel……………………     27
E.   Tehnik pengumpulan data…………………………………….    28

DAFTAR PUSTAKA

              







                             DAFTAR PUSTAKA
Adjat Rukhyat. Konsep Dasar Mengajar. Bandung: FIP.UPI,2007.
Anwas.Internet; Peluang dan Tantangan Pendidikan. Jakarta: 2000
Dewi Salma. Mozaik Teknologi Pendidikan. Jakarta: Kencana, 2007.
Depag. Pengertian Dasar Pengetahuan Geografi. Klaten: PT. Intan Pariwara, 2003.

Dimyati, DKK. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Depdikbud, 1994.
Edhy Sutanta. Pengantar Teknologi Informasi.Yogyakarta: Graha Ilmu, 2005.
Fajar. Teknologi Internet. 2009.(http://fajar/st.wordpress.com/24 Maret 2009)
Masria. Internet dan Web Design .Jakarta: Lembaga dan Pengembangan Profesi    Indonesia,1999.

Nana Sudjana. Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Alqensindo,2001.
 __________. Media Pengajaran.Bandung: Sinar Baru,1991.
Nasution. Teknologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara: 2008.
Ngalim Purwanto. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya,1994.
R. Daromez Setia Budi. Buku Pintar Internet. Surakarta: Al-Hikmah, tanpa tahun.
Soleh Gatot. Dasar Dasar Publik Relations. Bandung: PT. Remaja Rosda    Karya, 2002

Slameto.Belajar dan Faktor factor Yang mempengaruhinya,Jakarta:Bina     Aksara,tanpa tahun

Syaiful Sagala. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Al-Fabeta, 2008.
Wasti Sumanta. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta, 1998.
Wibowo Tunardy. Pengertian Internet (http://www.tunardy.com )
Wijaya. Internet dan Seluk Beluknya. (http://wowo.wijayalabs.com/02 juli 2010
TUGAS INDIVIDU


PROPOSAL TESIS


“PENGARUH PEMANFAATAN INTERNET TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DENGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI”

Mata Kuliah                :   Metodologi Penelitian
Dosen                         :   DR. Nurdin Ibrahim, M.Pd

 







Disusun Oleh :

Nama     :   M. ROHMAN
NIM      :   55.2010.0156

UNIVERSITAS ISLAM AS-SYAFI’IYAH JAKARTA
PROGRAM PASCA SARJANA
MAGISTER TEKNOLOGI PENDIDIKAN
2012
KATA PENGANTAR

   Bismillahirrohmanirrohim,
            Alhamdulillah saya bersyukur kepada Allah SWT, dengan rahmat dan hidayah-Nya, saya dapat menyelesaikan tugas individu ini tepat pada waktunya, harapan saya semoga tugas ini dapat bermanfaat bagi saya dan membantu saya untuk penyusunan tesis ke depan.
Tidak lupa ucapan terima kasih yang sebesar besarnya saya sampaikan kepada bapak DR. Nurdin Ibrahim, M.Pd. selaku dosen “Metodologi Penelitian” pasca sarjana  di Universitas Islam As-Asyafi’iyah Jakarta yang banyak membantu dalam tugas ini, dan semoga ilmu yang saya dapatkan bisa terus berkembang.
            Saya menyadari dalam pembuatan tugas ini,masih banyak kekurangan maupun kesalahan, maka dari itu, saya bersedia menerima kritik dan saran yang sifatnya membangun.
Harapan saya,semoga tugas ini dapat bermanfaat dan membantu saya belajar dan hanya Allah SWT  juga kita berharap segala petunjuknya.

                                                                                                Serang,      april 2012

                                                                                                       Penyusun




[1] Nasution. Teknologi Pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara, 2008), cet. Ke -4. P. 43
[2] Harjanto. Perencanaaan Pengajaran, (Jakarat: Rineka Cipta, tanpa  tahun), cat ke-1. P. 237
[3] Dewi Salma, Mozaik Teknologi Pendidikan (Jakarta: Kencana, 2007), cet ke-2. P . 308
[4] Nana Sudjana.Media Pengajaran.,(Bandung : Sinar Baru,1991) p.2
[5] Syaiful Bahri Djamara..Strategi Belajar Mengajar.(Jakarta : PT.Rineka Cipta,2002), p.182.
[6] Fajar.Teknologi Internet.24 Maret 2009.http://Fajar/st.Wordpress.com.
[7] R.Daromez Setia Budi .Buku  Pintar Internet.(Surakarta: Al-Hikmah,tanpa tahun)
[8] Wijaya.Internet dan seluk beluknya.02 juli 2010,http://WWW.Wijayalabs.com.
[9] Edhy Sutanta.Pengantar Teknologi Informasi.(Yogyakarta:Graha ilmu ,2005), cet.ke-1,p.538.
[10] Wibowo Tunardy.Pengertian Internet.http://www.tunardy.com
[11] Masria.Internet dan Web Design.(Jakarta:Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi 
                Indonesia,1999) p.2.
[12] Soleh Gatot.Dasar dasar Public Relations.(Bandung : PT.Remaja Rosda Karya,2002).p.89.
[13] Anwas.Internet..Peluang dan tantangan Pendidikan.Jakarta :                            2000,http://www.Magazin,Jaringan.my/2000/November.
[14] Ngalim Purwanto.Psikologi Pendidikan.(Bandung :PT.Remaja Rosdakarya,1994) cet ke-9,p.73.

[15] Depag.Pengertian Dasar Pengetahuan Geografi (Klaten :PT.Intan Pariwara,2003)p.8.
[16] Ibid.P.9
[17] Dimyati,dkk.Belajar dan pembelajaran.(Jakarta:Depdikbud,1994) P.30
[18] Adjat Rukhyat.Konsep Dasar Mengajar (Bandung :FIP,2007) P.10
i
[20] Nana Sudjana.Dasar dasar Proses Belajar Mengajar (Bandung : Alqensindo,2001)P.20

No comments:

Post a Comment