BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi amat berpengaruh
terhadap berbagai segi kehidupan termasuk bidang pendidikan. Dengan semakin
majunya proses belajar mengajar disemua jenjang pendidikan akibat dari kemajuan
ilmu pengetahuan dan teknologi, maka sangat dituntut sekali penggunaan media
pembelajaran atau pendidikan yang tepat sehingga dapat dicapai hasil pendidikan
yang optimal.
Pendidikan tidak bersifat statis
tetapi bersifat dinamis dan terus menerus mengikuti perkembangan zaman. Pembaharuan
dibidang pendidikan dewasa ini ditujukan kepada perbaikan situasi dan kondisi
belajar untuk meningkatkan mutu pendidikan. Untuk mengikuti Perkembangan dan
kemajuan yang dicapai dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi, maka perbaikan
proses belajar mengajar erat kaitannya dengan pembaharuan dibidang media pendidikan
dan keterampilan. Memilih dan menggunakan media pendidikan secara tepat. Dalam
hal ini guru memegang peranan dalam penggunaannya.
Mengajar pada umumnya adalah usaha guru untuk menciptakan kondisi atau
mengatur lingkungan sedemikian rupa sehingga terjadi interaksi antara murid
dengan lingkunganya termasuk guru, alat pelajaran dan sebagainya yang disebut
proses belajar, sehingga tercapai tujuan pelajaran yang telah ditentukan.[1]
Proses belajar mengajar atau proses pengajaran merupakan suatu kegiatan
melaksanakan kurikulum suatu lembaga pendidikan, agar dapat mempengaruhi para
siswa mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Tujuan pendidikan pada
dasarnya mengantarkan para Siswa menuju pada perubahan-perubahan tingkah laku
baik intelektual, moral, maupun sosial. Agar dapat hidup mandiri sebagai
individu dan mahluk sosial. Dalam mencapai tujuan tersebut siswa berinteraksi
dengan lingkungan belajar yang diatur oleh guru melalui proses pengajaran.
Lingkungan belajar yang diatur oleh guru mencakup tujuan pengajaran, bahan
pengajaran, metodologi pengajaran, dan penilaian pengajaran. Unsur-unsur tersebut biasa dikenal dengan komponen-komponen
pengajaran.
Bahan pengajaran adalah seperangkat materi keilmuan yang terdiri atas
fakta, konsep, prinsip, generalisasi suatu ilmu pengetahuan yang bersumber dari
kurikulum dan dapat menunjang tercapainya tujuan pengajaran. Metodologi
pengajaran adalah metode dan tehnik yang digunakan guru dalam melakukan
interaksinya dengan siswa agar bahan pengajaran sampai kepada siswa, sehingga
siswa menguasai
tujuan pengajaran.
Dalam metodologi pengajaran ada dua aspek yang paling menonjol yakni
metode mengajar dan media pendidikan sebagai alat bantu mengajar.[2]
Agar mereka aktif dalam aktifitas belajar mengajar diperlukan adanya
media pendidikan yang disesuaikan dengan bahan yang diajarkan. Akan tetapi pada
umumnya tidak satu pun media yang dapat menggantikan kedudukan dan fungsi guru,
karena fungsi media pendidikan hanya merupakan salah satu alat bantu untuk
mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
Sebagai media yang diharapkan akan menjadi bagian dari suatu proses belajar
mengajar di sekolah, internet diharapkan mampu memberikan dukungan bagi
terselenggaranya proses komunikasi interaktif antara guru dengan siswa
sebagaimana yang dipersyaratkan dalam suatu kegiatan pembelajaran. Kondisi yang
perlu didukung oleh internet tersebut terutama berkaitan dengan strategi
pembelajaran yang akan dikembangkan, yang kalau dijabarkan secara sederhana
bisa diartikan sebagai kegiatan komunikasi yang dilakukan untuk mengajak siswa
mengerjakan tugas-tugas dan membantu siswa dalam memperoleh pengetahuan yang
dibutuhkan dalam rangka mengerjakan tugas-tugas tersebut.[3]
Menurut Nana Sudjana, et al, ada beberapa alas an mengapa media
pembelajaran dapat mempertinggi proses
belajar siswa dalam pengajaran yaitu sebagai berikut:[4]
1.
Pengajaran akan lebih menarik
perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.
2.
Bahan pengajaran akan lebih jelas
maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh para siswa.
3.
Metode mengajar akan lebih
bervariasi, sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga.
4.
Siswa lebih banyak melakukan
kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, akan tetapi juga
aktifitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan, dan lain-lain.
Dari uraian di atas,
maka dapat dipahami bahwa melalui penggunaan media pendidikan diharapkan dapat
meningkatkan motivasi belajar siswa.
Motivasi memegang
peranan penting dalam belajar. Seseorang siswa tidak akan dapat belajar dengan
baik dan tekun, jika tidak ada motivasi di dalam dirinya. Bahkan, tanpa motivasi
seorang siswa tidak akan melakukan kegiatan belajar. Maka dari itu, guru selalu
memperhatikan masalah motivasi ini dan berusaha agar tetap tergejolak dalam
diri setiap siswa selama pelajaran berlangsung.
Bagi siswa yang selalu
memperhatikan materi pelajaran yang diberikan bukanlah masalah bagi guru karena
di dalam diri siswa tersebut sudah ada motivasi yaitu intrinsik. Siswa yang
demikian biasanya dengan kesadarannya sendiri
memperhatikan penjelasan guru, rasa ingin tahunya lebih banyak terhadap materi
pelajaran yang diberikan sehingga berbagai gangguan yang ada disekitarnya
kurang dapat mempengaruhinya agar memecahkan perhatiannya.
Lain halnya bagi siswa
yang tidak ada motivasi dalam dirinya, maka motivasi ekstrinsik yang merupakan
dorongan dari luar dirinya mutlak diperlukan, disinilah peran guru lebih
dituntut untuk memerankan fungsi motivasi.[5]
B. Identifikasi
Masalah
Uraian di atas
menggambarkan bahwa pemanfaatan internet sangat memungkinkan dapat meningkatkan
motivasi dalam belajar, dengan hasil belajar pelajaran geografi di SMA Nur El
Falah Kubang, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang.
Guru yang merupakan
aspek penting dalam pembelajaran secara keseluruhan perlu ada metode dan cara
baru dalam mengajar agar siswa tidak merasa bosan. Oleh karena itu, hasil
belajar akan semakin baik jika guru dalam mengajar dapat memanfaatkan internet
dalam mengajarnya, sesuai dengan perkembangan
zaman yang terus berubah dimana perubahannya kadang kala tidak dapat
diprediksikan. Pembangunan sumber daya guru yang bekerja di sekolah juga akan
semakin penting untuk ditingkatkan terutama yang berkaitan dengan motivasi siswa
dalam belajarnya. Banyak faktor yang mempengaruhi motivasi di dalam belajar baik yang bersumber dari
internal maupun eksternal, begitu juga dalam kualitas sumber daya guru juga
dalam penggunaan internet dalam mengajar banyak kendala yang mempengaruhinya
seperti: keterbatasan pengetahuan,
fasilitas sekolah yang kurang memadai, dan sebagainya. Sedangkan kalau
dalam motivasi siswa seperti: masalah internal maupun eksternal.
C. Perumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi dan
latar belakang masalah di atas, maka dapat diambil perumusan masalah dalam
penelitian sebagai berikut:
a.
Apakah terdapat pengaruh dengan
pemanfaatan internet dengan motivasi
siswa dalam belajar ?
b.
Apakah ada hubungan antara
motivasi belajar siswa dengan hasil belajar geografi di SMA Nur El Falah
Kubang?
c.
Apakah terdapat pengaruh antara
pemanfaatan internet terhadap motivasi belajar siswa dengan hasil belajar
geografi?
D.
Manfaat Penelitian
Secara teoritik, hasil
penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran bagi
pengembangan khazanah keilmuan, khususnya yang berkaitan dengan kualitas sumber
daya guru dalam mengajar. Hasil ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi
bagi guru-guru di SMA Nur El Falah memanfaatkan internet yang mana dapat
meningkatkan motivasi belajar siswa sehingga hasil belajar siswa ada
peningkatan .
Manfaat
penelitian ini juga dapat dijadikan sebagai bahan referensi bagi setiap pembaca
yang tertarik untuk mengkaji lebih mendalam terhadap pokok permasalahan yang
sama di tempat yang berbeda, dapat dijadikan bahan masukan bagi guru-guru yang
ingin meningkatkan kualitasnya dalam mengajar.
BAB II
LANDASAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR DAN
PERUMUSAN HIPOTESIS
A. Landasan Teori
1. Pengaruh
Pemanfaatan Internet
a. Pengertian Internet
Perkembangan
teknologi internet telah merambat dalam segala aspek kehidupan manusia termasuk
dunia pendidikan. Istilah internet berasal dari bahasa latin yaitu “inter” yang
berarti “antara”. Secara harfiah internet berarti jaringan antara atau
penghubung. Memang itulah fungsinya, bahwa internet menghubungkan berbagai
jaringan yang tidak saling bergantung pada satu sama lain sedemikian rupa,
sehingga mereka dapat berkomunikasi.[6]
Di dalam kata
internet sendiri terkandung sebuah kata “net” yang berarti sambungan. Oleh
sebab itu, internet dapat diartikan sebagai suatu sambungan sambungan atau
hubungan antar personal computer (PC) baik di rumah-rumah, perusahan, maupun
lembaga pemerintah.[7] Menurut
Wijaya internet adalah: “Internet (inter-network) merupakan sekumpulan jaringan
komputer yang menghubungkan situs akademik, pemerintahan, komersial,
organisasi, maupun perorangan. Internet menyediakan akses untuk layanan
telekomunikasi dan sumber daya informasi untuk jutaan pemakainya yang tersebar
diseluruh dunia. Layanan internet meliputi komunikasi langsung (e-mail, chat), diskusi (Usenet new.e-mail, millis), sumber daya
informasi yang terdistribusi (world wide
web.gopher), remote login dan lalu lintas file (telnet, flp) dan aneka layanan lainnya.[8]
Definisi di atas mengungkapkan
internet sebagai sumber dan media informasi yang dapat membantu siswa mencari
informasi dan dapat diartikan sebagai bahan tambahan bagi para siswa di sekolah
maupun di luar sekolah. Bahkan menurut
pendapat lain, menyatakan bahwa internet adalah suatu istilah yang
digunakan untuk menggambarkan hubungan antara jaringan-jaringan komputer yang
sedemikian rupa sehingga memungkinkan computer-komputer itu berkomunikasi satu
sama lainnya.[9]
Dalam definisi ini digambarkan
internet merupakan jaringan dari beberapa komputer yang bisa berkomunikasi satu
sama lainnya. Jaringan yang ada di internet merupakan jaringan global yang
tersambung diseluruh dunia, yang memungkinkan kita dapat berkomunikasi dengan
belahan dunia lainnya.[10]
Kata internet sendiri berasal dari kata interconnected network yang berarti
jaringan-jaringan komputer yang saling terhubung, internet juga merupakan
jaringan komputer global dan merupakan bagian dari teknologi informasi yang
sekarang ini semakin banyak digunakan.
Jaringan yang ada di internet
merupakan jaringan global yang tersambung diseluruh dunia, yang
memungkinkan kita dapat berkomunikasi
dengan dunia lainnya. Hal ini didukung oleh Masria yang mengatakan:
“Internet atau interconnected Network yaitu jaringan-jaringan komputer yang saling
terhubung. Jaringan ini dapat terletak dimana saja diseluruh penjuru dunia.
Karena jaringan-jaringan diseluruh dunia ini saling terhubung maka setiap orang
yang dapat mengakses informasi diseluruh dunia yang terhubung oleh internet.”[11] Hal yang sama dikatakan oleh Edhy Sutanta,
bahwa: “Internet dapat dipandang sebagai jaringan komputer global yang
berkomunikasi dengan menggunakan sistem jaringan yang umum, sistem tersebut hampir
sama dengan sistem telepon internasional yang mana setiap orang tidak
memilikinya dan tidak dapat mengendalikannya, namun terhubung ke dalam jalur
yang membuatnya dapat bekerja seperti pada satu jaringan yang besar, dan secara
garis besar sistem kerja internet adalah sebagai berikut: data dari computer
sumber ke luar ke modem dalam bentuk sinyal telepon (pulsa) oleh modem. Selanjutnya
sinyal elektromagnetik sebelum akhirnya masuk kekomputer tujuan.
Dari beberapa pengertian di atas,
dapat dipahami bahwa internet merupakan hubungan antar berbagai jenis komputer
dan jaringan di dunia yang berbeda sistem operasi, dimana hubungan antar
berbagai jenis komputer dan hubungan tersebut memanfaatkan.
Melihat pengertian internet dari
beberapa ahli, dapat disimpulkan bahwa internet merupakan sebuah jaringan
global yang berisikan bermacam-macam infomasi yang berguna dan mempunyai
jaringan yang terhubung satu sama lainnya.
b. Sejarah Internet
Internet telah
menciptakan dunia baru bagi kehidupan manusia. Proyek ARPA Net suatu eksprimen dari kementrian pertahanan Amerika
Serikat, bernama DARPA (Departemen Of
Defens Advance Project Agency), misi awalnya sederhana, yaitu mencoba
menggali teknologi jaringan yang dapat menghubungkan para peneliti dengan
berbagai sumber data yang jauh seperti: komputer dan pangkalan data yang besar.
Sistem jaringan ini kemudian berkembang seiring dengan kemajuan teknologi
telekomunikasi dan informasi sehingga muncul istilah internet seperti sekarang
ini.[12]
Cikal bakal internet yang kita kenal
pada tahun 1960-an Departemen Pertahanan Amerika Serikat khawatir akan
kemungkinan terjadinya perang nuklir. Hal ini membuat dimulainya penelitian
untuk menghubungkan komputer- komputer yang dimiliki Departemen Pertahanan
dalam instalasi. Komputer tersebut diharapkan dapat saling berkomunikasi dan
bertahan jika perang bener benar terjadi. Sehingga pada bulan Oktober 1962
dimulailah program riset komputer di ARPA
(Advanced Research Projects Agency) dengan Joseph Licklider sebagai ketua
program pertama.
Pada
tahun 1965 dengan bantuan dana ARPA, Larry Robert dan Thomas Marill mencoba
membuat koneksi Wide Area Network
yang pertama. Mereka menghubungkan computer TX-2 di MIT dengan computer Q-32 di
Santa Monica melalui jaringan telepon. Dari percobaan tersebut disimpulkan
bahwa jaringan telepon dapat melewatkan data, namun masih saja ada kendala
yakni mahalnya biaya telepon. Kleinrock memprediksikan model pengiriman paket
data merupakan komunikasi antar dua komputer yang paling memungkinkan.
Pada tahun 1966 Bob Taylor dari ARPA
menerima bantuan dana dari beberapa Universitas di Amerika Serikat utuk
melakukan percobaan membuat jaringan yang menghubungkan computer-komputer dari
sejumlah Universitas. Tiga tahun kemudian jaringan tersebut berhasil dibuat
yang disebut sebagai ARPANET.
ARPANET
pertama kali online ditahun 1969 yang menghubungkan computer-komputer
diberbagai Universitas dibagian barat daya Amerika Serikat, antara lain Universitas Of California Los Angeles
(UCLA), Stanford Research Institute,
Universiti Of California Santa Barbara dan University Of Utah.
Pada tahun 1970 beberapa Universitas
dan lembaga lain seperti MIT, Harvard,
BBN, SDC, di Santa Monica ikut bergabung. Selanjutnya ditahun 1971 giliran Stanford, Lincoln, Labs milik MIT,
Carnegie-mellon, NASA/AMES, Miter, Borroughs, RAND, dan Universitas Illinois
juga ikut bergabung. Pada tahun 1971 juga The
Networking Group menyelesaikan protocol
Telnet, sehingga dapat mengakses komputer dari jarak jauh, selain itu juga,
meraih kemajuan dengan penyelesaian FTP untuk men-download file. Pada tahun 1972, Ray Tomlinson dari BBN menulis
program yang dapat mengirimkan surat elektronik melalui ARPANET. Tomlinson menggunakan symbol @ untuk menghubungkan nama
pengguna (user name) dan e-mail address. Dan pada tahun 1980
simbol tersebut dipakai sebagai standar penulisan e-mail.
c. Fungsi dan Pemanfaatan Internet
Dewasa
ini, kemajuan internet telah merambah kesegala bidang kehidupan mulai dari
bidang bisnis, hiburan, budaya, dan bahkan pendidikan.
Sebelum adanya internet, dunia
pendidikan berkembang lambat dan hampir stagnan, pertukaran informasi antara
satu institusi pendidikan dengan yang lainnya membutuhkan waktu yang lama dan
terkadang ketika informasi tersebut sampai sudah kadaluarsa. Ditinjau dari
fungsinya, internet bagi dunia pendidikan berperan sebagai:
1)
Akses kesumber informasi, sebelum
adanya internet masalah utama yang dihadapi oleh pendidikan (diseluruh dunia)
adalah akses kepada sumber informasi.
2)
Akses bisa langsung ke pakar, artinya
melalui koneksi internet, maksudnya dengan siapapun kita bisa berkomunikasi
secara langsung apalagi dengan pakar tertentu tanpa harus menemuinya.
3)
Media kerjasama, kolaborasi, atau
kerjasama antara pihak pihak yang terlibat dalam bidang pendidikan dapat
terjadi dengan lebih mudah, efesien dan cepat.[13]
Penjabaran di
atas tentunya membawa kita pada pertanyaan mengapa kita belum banyak
menggunakan internet untuk keperluan pendidikan di Indonesia. Ada beberapa
alasan dalam permasalahan internet untuk pendidikan di antaranya:
1)
Kurangnya penguasaan bahasa
inggris.
2)
Kurangnya sumber informasi dalam
bahasa Indonesia.
3)
Akses internet masih susah
diperoleh.
Dalam
pemanfaatannya yang diperoleh dari internet seperti :
1)
Email (Elektronik mail)
yang digunakan untuk berkomunikasi atau berhubungan langsung dengan orang lain
melalui surat elektronik.
2)
Kelompok diskusi (Mailing List), fasilitas yang digunakan
untuk berdiskusi secara elektronik.
3)
Chatting, sebagai fasilitas untuk berkomunikasi antar sesama
pemakai internet yang sedang aktif.
4)
News Group, fasilitas untuk berkomunikasi jarak jauh.
5)
World Wide Web (www), fasilitas yang dapat mengakses informasi
melalui situs Web berupa teks, gambar,
suara film maupun multimedia.
6)
Dan sebagainya.
2. Motivasi Belajar
a. Pengertian Motivasi Belajar
Motivasi
adalah suatu usaha yang disadari untuk menggerakan, mengarahkan,dan menjaga
tingkah laku seseorang agar ia terdorong untuk bertindak melakukan sesuatu
sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu.[14]
Wasti Sumanto, mengemukakan bahwa motivasi
merupakan suatu perubahan yang ditandai oleh dorongan efektif dan reaksi reaksi
pencapaian tujuan.
Motivasi akan
menyebabkan terjadinya perubahan suatu energy yang ada pada diri manusia,
sehingga akan berkaitan dengan persoalan kejiwaan, perasaan, dan juga emosi
untuk kemudian bertindak atau melakukan sesuatu.
Dengan
demikian, motivasi merupakan keseluruhan daya penggerak di dalam seseorang
untuk ,melakukan sesuatu perbuatan dalam mencapai tujuan.Motivasi merupakan
kehendak atau dorongan yang menyebabkan suatu kekuatan agar seseorang bertindak
atau berbuat karena motivasi sangat erat kaitannya dengan kebutuhan yang ada di
dalam diri individu dalam melakukan kegiatan.
Belajar menurut
skinner, merupakan suatu proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang
berlangsung secara progressif. Belajar juga dipahami sebagai suatu prilaku pada
saat orang belajar , maka responnya menjadi lebih baik. Sebaliknya bila ia
tidak belajar maka responnya menurun. Jadi, belajar adalah suatu perubahan
dalam kemungkinan atau peluang terjadinya respons. Seorang anak belajar sungguh
sungguh pada waktu ulangan dengan demikian pada waktu ulangan siswa tersebut
dapat menjawab semua soal dengan benar. Atas belajarnya yang baik itu anak
tersebut mendapatkan nilai yang baik,dan akhirnya anak tersebut akan belajar
lebih giat lagi.
Menurut pendapat,
Slameto: belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk
memperoleh perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai
pengalaman individu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan.
Dari beberapa
definisi tersebut dapat dipahami belajar merupakan suatu proses usaha untuk
merubah seluruh aspek tingkah laku individu baik yang bersifat pengetahuan,
atau sikap melalui latihan dan pengalaman dalam berinteraksi dengan lingkungan.
Berdasarkan
pengertian di atas, belajar sebagai suatu kegiatan , dapat diidentifikasi
cirri-ciri kegiatannya sebagai berikut :
1)
Belajar adalah aktivitas yang
menghasilkan perubahan pada diri individu yang belajar dalam arti perubahan
tingkah laku baik aktual maupun potensial.
2)
Perubahan itu pada dasarnya adalah
didapatkannya kemampuan baru yang berlaku dalam waktu yang relatif lama.
3)
Perubahan itu terjadi karena
adanya usaha.
Selain itu,
perubahan yang dihasilkan dari belajar bukan hanya di maksudkan untuk
meningkatkan kualitas manusia dari segi intelektual saja, akan tetapi secara
normatif , belajar juga merupakan suatu proses usaha untuk meningkatkan manusia
dari segi mental. Dengan kata lain belajar adalah usaha untuk merubah individu
dari segi IPTEK ataupun iman dan taqwanya, khususnya dalam pengetahuan agama.
Dari pengertian
di atas diambil kesimpulan bahwa motivasi belajar adalah keseluruhan daya
penggerak psikis di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar yang
menjamin kelangsungan kegiatan belajar dan memberi arah pada kegiatan ,
sehingga tujuan yang di kehendakinya oleh subjek belajar itu dapat tercapai.
b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi
Belajar
Belajar dapat di
pengaruhi oleh motivasi intrinsik artinya dapat dibentuk di dalam diri individu
dan motivasi ekstrinsik artinya dapat dibentuk dari luar individu. Motivasi ini
bisa kuat dan lemah karena ada beberapa hal yang mempengaruhinya. Adapun hal
tersebut adalah: kematangan anak, usaha yang bertujuan atau goal, pngetahuan
mengenai hasil dalam motivasi, penghargaan dan hukuman, partisipasi, dan
perhatian.
1)
Kematangan anak
Untuk dapat mempengaruhi motivasi
anak harus di perhatikan kematangan
anak. Tidak bijaksana untuk merangsang aktivitas aktivitas sebelum individu
matang secara fisik, psikis, dan sosial, karena apabila tidak memperhatikan
kematangan anak ini akan mengakibatkan frustasi dan dapat mengurangi kapasitas
dalam belajar.
2)
Usaha yang bertujuan dan goal
Apabila mata pelajaran telah disesuaikan
dengan kebijaksanaan pada kapasitas anak dan sesuai dengan perkembangan dan
pertumbuhan anak. Usaha yang bertujuan dapat dicapai dengan motivasi yang tidak
banyak, semakin jelas tujuannya maka makin kuat perbuatan itu didorong.
3) Pengetahuan
mengenai hasil dalam motivasi
Setiap usaha harus ada tujuan
yang jelas dan usaha tersebut harus segera diberitahukan hasilnya karena hal
tersebut akan membawa pengaruh yang besar bagi orang yang mengerjakannya. Oleh
karena itu, hasil pekerjaan harus diberitahukan supaya dapat memperkuat
motivasi seseorang. Pekerjaan yang tidak diketahui hasilnya merupakan pekerjaan
yang sia sia dan akibatnya akan melemahkan usaha selanjutnya.
4) Penghargaan dan
hukuman
Untuk meningkatkan motivasi
belajar, guru dapat memberikan penghargaan dan hukuman .Penghargaan adalah
motif yang positif. Penghargaan ini dapat dapat berupa material maupun
spiritual. Sedangkan hukuman merupakan motivasi yang negatif yang didasari rasa
takut, orang yang patuh karena takut akan lekas tidak patuh apabila rasa
takutnya hilang.
5) Partisipasi
Partisipasi dapat mempengaruhi
motivasi belajar karena salah satu dinamika anak ialah keinginan berstatus,
keinginan untuk mengambil dan melakukan aktivitas aktivitas untuk
berpartisipasi. Oleh karena itu seorang guru harus memberikan kesempatan kepada
anak untuk berpartisipasi pada setiap kegiatan.
6) Perhatian
Faktor lain yang dapat mempengaruhi motivasi
belajar adalah perhatian. Karena perhatian merupakan integritas antara motif
dan sikap dan tergantung dari rangsangan yang diberikan. Bila orang sedang
dikuasai motif tertentu maka perhatiannya pun akan tertuju pada hal-hal yang
sesuai dengan motif yang menguasainya.
Berdasarkan
uraian di atas motivasi belajar yang terdapat pada diri anak dapat berubah.
Motivasi berkembang sesuai dengan taraf kesadaran kepada seseorang yang
memiliki tujuan akan dicapainya. Semakin luas dan semakin sadar seseorang akan
tujuan yang hendak dicapainya akan semakin kuat pula motivasi untuk
mencapainya.
c. Peranan Motivasi Dalam Belajar
Motivasi sangat
berperan dalam belajar, yaitu dalam hal menumbuhkan gairah, merasa senang, dan
semangat untuk belajar. Siswa yang memiliki motivasi yang kuat akan memiliki
energi untuk belajar. Hasil belajar itu akan optimal apabila ada motivasi yang
tepat. Maka disinilah tugas guru untuk mendorong para siswanya agar pada
dirinya tumbuh motivasi, salah satunya adalah melalui penggunaan internet.
Memberikan
motivasi kepada seorang siswa berarti menggerakan siswa untuk melakukan sesuatu.
Motivasi selalu berkaitan dengan kebutuhan, sebab seseorang akan terdorong
melakukan sesuatu apabila merasa ada kebutuhan. Kebutuhan manusia itu bersifat
dinamis, berubah-ubah sesuai dengan sifat manusia itu sendiri.
Adanya motivasi
yang kuat, usaha yang tekun dengan didorong oleh kemauan yang kuat akan
menimbulkan prestasi yang tinggi. Jadi, intensitas seseorang dalam belajar akan
menentukan tingkat pencapaian hasil belajar sehingga peranan motivasi dalam hal
ini sangat penting.
3. Hasil Belajar Geografi
a. Pengertian geografi
Benih ilmu geografi
telah ada sejak zaman pra sejarah. Keinginan untuk memenuhi kebutuhannya
menjadi dasar bagi manusia untuk mempelajari bumi pada masa itu.
Di penghujung abad ke-18, kegiatan
penelitian geografi semakin meningkat sampai akhir abad ke-18.
Berangkat dari permasalahan di atas,
manusia mulai menyelidiki bumi secara ilmiah. Mereka mencoba melepaskan kajian
bumi dari prasangka- prasangka kuno. Akibat pengaruh tersebut ilmu geografi dibagi
beberapa cabang. Cabang-cabang tersebut kemudian berdiri-sendiri, sehungga ada
yang mempelajari samudra, permukaan bumi, dan penduduk bumi.
Ditinjau dari etimologi
bahasa geografi berasal dari dua kata, yaitu “ge” berarti bumi dan “graphien”
berarti menulis. Pengertian geografi pertama kali diperkenalkan oleh
Eratosthenes (276-194 SM) dalam karyanya yang berjumlah tiga jilid dengan judul
“geographica”. Dalam buku itu ia
menulis gambaran permukaan bumi, sejarah, dan konsep utama geografi.[15]
Pada pertengahan
abad ke-2 M, Claudius Ptolemeus menyatakan: geografi merupakan penyajian
melalui peta sebagian permukaan bumi yang memperlihatkan kenampakan secara
umum.
Menurut Ritter (1779-1859)
geografi merupakan suatu telaah bumi sebagai tempat hidup manusia yang wilayah
pembahasannya adalah semua fenomena dipermukaan bumi baik organik maupun alam
an organiknya yang berkaitan dengan kehidupan manusia.
Menurut Elsworth Huntington
(1876-1947) ahli geografi Amerika Serikat menekankan iklim sebagai penentu
kehidupan dan juga suatu study
tentang fenomena permukaan bumi serta penduduk yang mendiami wilayah permukaan
bumi.
Paul Vidal De La Blache (1845-1918). Ia
mengatakan bahwa geografi pada dasarnya mempelajari tentang kualitas Negara-negara
dengan konsepnya.
Menurut ilmuwan
N. Daljuni dari Indonesia, mengatakan bahwa geografi adalah ilmu pengetahuan
yang mengajarkan manusia dalam ruang yang meliputi: spasial (ruang), ekologi (lingkungan),
dan region (wilayah).
Sedangkan menurut
Prof.DR. R.Bintarto, menyatakan bahwa geografi pada dasarnya merupakan ilmu
pengetahuan yang mencitrakan, menerangkan sifat sifat bumi, menganalisis
gejala-gejala alam dan penduduk serta mempelajari corak yang khas tentang
kehidupan dari unsure- unsur bumi dalam ruang dan waktu.
Berdasarkan
pengertian di atas, dapat dikatakan bahwa geografi adalah ilmu pengetahuan yang
menggambarkan, melukiskan, atau mendeskripsikan hal-hal yang berkaitan dengan
persamaan dan perbedaan, baik yang terdapat di daratan, lingkungan, perairan,
udara, maupun alam lingkungan sekitarnya.[16]
b. Pengertian Belajar
Ada banyak
pengertian dan definisi belajar yang dikemukakan oleh pakar pendidikan, salah
satunya adalah sebagai jalan untuk memperoleh kesejahteraan hidup, melalui
sejumlah perubahan tingkah laku yang dialaminya melalui pengalaman .[17]
Pendapat lain
mengatakan, perubahan tingkah laku atau ciri-ciri individu yang telah mengalami
proses belajar adalah :
@ perubahan yang
dialami secara sadar
@ Perubahan belajar
bersifat positif dan aktif
@ Bersifat permanen
@ Terarah
@ Meliputi seluruh
tingkah laku .[18]
Definisi tentang
belajar lainnya,mengenai esensi belajar adalah perubahan perilaku individu
secara keseluruhan sebagai hasil interaksi dengan lingkungan.[19]
Menurut ngalim
Purwanto mengutip pendapat Gagne tentang belajar adalah sebagai berikut:
“belajar terjadi apabila suatu suatu stimulasi bersama dengan isi ingatan
mempengaruhi siswa sedemikian rupa sehingga perbuatannya (performance) berubah dari waktu sebelum ia mengalami situasi itu
kewaktu sesudah ia mengalami situasi tadi.
Dari beberapa
pendapat para ahli di atas, maka peneliti menyimpulkan belajar bertujuan untuk
memperoleh hal-hal baru dalam wawasan, pengalaman, usaha yang dilakukannya
tersebut terarah dan dapat diamati. Seseorang yang telah mengalami proses
belajar akan menunjukan perubahan tingkah laku dalam dirinya yang bersifat
permanen dan kontinyu namun dinamis, sehingga ia merasa lebih mudah mencapai
tujuan yang akan dicapai.
c. Pengertian Hasil Belajar
Jika diamati,
hasil belajar adalah muara dari hasil proses belajar, terlihat dari tingkah
laku individu yang sebelumnya tidak dapat dilakukannya. Hal ini sejalan dengan
pendapat Nana Sudjana yang menyatakan: “Hasil belajar adalah suatu perbuatan
yang terjadi pada individu yang belajar, bukan saja perubahan mengenai
pengetahuan, tetapi juga yang membentuk kecakapan, kebiasaan, sikap, dan cita
cita.”[20]
Hasil belajar
menurut taksonomi Bloom terbagi dalam tiga ranah, yaitu :
1)
Ranah kognitif, meliputi: ingatan,
pemahaman, aplikasi, sintesis, analisis, dan evaluasi.
2)
Ranah afektif, meliputi:
penerimaan, jawaban atau reaksi, penilaian, organisasi, dan internalisasi.
3)
Ranah psikomotorik, meliputi: gerakan
reflex, keterampilan gerak dasar, kemampuan perseptual , keharmonisan atau
ketetapan, gerakan berupa keterampilan-keterampilan yang bersifat kompleks,
gerakan eksfresif, dan interprelatif.
Hasil belajar
pada umumnya dapat diketahui melalui kegiatan penelitian setelah atau post test
kegiatan belajar di lakukan dan yang paling mudah untuk dinilai adalah ranah
kognitif dan hal ini merupakan usaha guru untuk mendapatkan informasi tentang
sejauh mana siswa menyerap materi pelajaran yang sedang atau sudah dibahas dari
ketiga ranah tersebut.
Seperti telah
disampaikan sebelumnya bahwa yang telah mengalami proses belajar akan dapat
diamati perubahan tingkah lakunya. Ciri perubahan perilaku hasil belajar,
perkembangan, pertumbuhan, dan kematangan, namun jika ditelusuri lebih jauh
maka akan ditemukan perbedaan yang signifikan. Secara ringkas, perubahan
perilaku sebagai hasil belajar memiliki karakteristik sebagai berikut: (1)
bersifat kontinyu dan fungsional. (2) bersifat aktif dan positif. (3) perubahan
hasil belajar disadari. (4) perubahan
tidak bersifat temporer melainkan relative menetap dan (5) perubahan hasil
belajar bertujuan dan terarah.
Selain itu, yang
mempengaruhi hasil belajar siswa, yaitu: dari dalam diri siswa seperti:
kemampuan itelegensi, minat, perhatian, motivasi, belajar, konsep diri, sikap
dan lain sebagainya. Dan dari luar siswa seperti: perhatian orang tua, atau
keluarga, guru, teman sekolah, dan lain sebagainya.
Prinsip aktivitas
atau pembelajaran siswa aktif merupakan sebuah metode yang diberikan kepada
siswa untuk dapat mengambil peran dalam pengajaran, misalnya: berupa merupakan
kegiatan rohani maupun jasmani sesuai dengan materi yang sedang dibahas. Adapun
kegiatan jasmani adalah kegiatan yang dilaksanakan siswa yang melibatkan fisik,
seperti praktikum, peragaan gerak, dan lain lain. Sedangkan aktivitas rohani
adalah keterlibatan unsure unsure kejiwaan siswa dalam pengajaran yang terlihat
pada ketekunan dalam mengikuti pelajaran, mengalami perkembangan
pesat,kemampuan mengingat yang baik, dapat berpikir untuk menjawab soal soal
yang diberikan guru, mampu memecahkan masalah dan dapat mengambil keputusan
dengan baik. Kedua aktivitas tersebut harus saling dihubungkan karena dalam
aktivitas jasmani siswa melakukan perbuatannya dengan fisik/gerakan sedangkan
berpikir bagian dari rohani, sehingga guru harus memberikan kesempatan sebanyak
banyaknya kepada siswa untuk dapat melakukannya sendiri.
d. Pengertian Hasil Belajar
Geografi
Hasil belajar
dari tiap siswa dalam geografi adalah perolehan nilai dari tiap siswa dalam menyelesaikan tugasnya melalui
pemanfaatan internet dalam hal ini pelajaran geografi. Dalam konteks penelitian
ini, materi geografi yang disampaikan pada siswa adalah tentang tata surya dan
jagad raya pada semester ganjil untuk kelas X tingkat satuan pendidikan di SMA.
Evaluasi melalui
pemanfaatan internet untuk mengukur hasil belajar siswa dalam pelajaran
geografi sejauh mana bisa membuat motivasi belajar meningkat. Dan evaluasi ini
dilakukan setelah siswa menggunakan internet maupun sesudah dalam kegiatan KBM,
materinya berisi tentang tata surya dan jagad raya. Tujuan pembelajarannya
telah ditentukan dengan mengacu kepada kompetensi dasar yang ada pada silabus
dan RPP.
B. Kerngka Berpikir
Dalam pengertian
Teknologi Pendidikan , media pendidikan berarti alat bantu proses dan wahana
penyalur pesan dan informasi belajar dan merupakan komponen dari sistem
pembelajaran.
Penguasaan internet
sejak dini sangat diperlukan karena mempunyai banyak manfaat , baik untuk
pemakaian praktis, sarana pembentukan pola piker maupun landasan bagi
pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dewasa ini kemajuan
internet telah merambah kesegala bidang kehidupan. Fungsi internetpun semakin
mengalami perluasan dan menjadi semakin berkembang mengikuti bidangnya masing-masing.
Dan adanya internet
justru membantu guru dalam menyampaikan materi pelajaran dengan praktis. Karena
menggunakan internet dalam proses belajar, aktifitas yang terjadi adanya
keaktifan anak dalam memahami isi materi pelajaran dengan sendirinya. Jadi,
pemanfaatan internet dalam pelajaran geografi membuat siswa melakukan kegiatan
secara aktif. Sehingga motivasi belajar meningkat dan hasilnya dalam pelajaran
geografi sangat baik.
C. Hipotesis Masalah
Adapun hipotesis yang
di ajukan dalam penelitian ini adalah sebagai beriku: Terdapat pengaruh
pemanfaatan internet terhadap motivasi belajar siswa dengan hasil belajar
geografi pada siswa kelas X di SMA Nur El Falah Kubang Kecamatan Petir
Kabupaten Serang.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Tujuan Penelitian
Penelitian ini
bertujuan untuk pengumpulan data dalam menjawab permasalahan yang dikemukakan.
Metode yang digunakan harus tepat, karena akan mendukung hasil penelitian.
Penelitian ini betujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan internet terhadap
motivasi belajar d engan hasil belajar
geografi, seperti :
1)
Untuk mengetahui pengaruh
pemanfaatan internet dengan motivasi siswa dalam belajar.
2)
Untuk mengetahui pengaruh motivasi
belajar dengan hasil belajar geograf di SMA Nur El Falah Kubang .
3)
Untuk mengetahui seberapa besar
pengaruh seberapa besar pengaruh pemanfaatan internet terhadap motivasi belajar
dengan hasil belajar geografi di SMA Nur El Falah Kubang Kecamatan Petir
Kab.Serang.
B. Tempat dan Waktu
Penelitian
Penelitian
dilaksanakan di SMA Nur El Falah Kubang Kecamatan Petir Kabupaten Serang dan
direncanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2012- 2013.
Adapun
waktu yang diperlukan untuk melaksanakan penelitian ini adalah bulan Agustus sampai September untuk kegiatan
persiapan dan pelaksanaan, bulan Oktober dan November untuk pengolahan dan
penyusunan laporan.
C. Metode Penelitian
Berdasarkan pada
tujuan penelitian yaitu untuk mendapatkan informasi dan gambaran tentang
pemanfaatan internet teradap motivasi belajar dengan hasil belajar geografi.
Maka penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan menghasilkan
penelitian yang diarahkan untuk menjelaskan gejala-gejala, sebab akibat, factor-faktor
secara sistematis dan akurat mengenai sifat sifat populasi atau daerah
penelitian tersebut.
Sedangkan
statistik prosentase adalah setelah data di kumpulkan melalui angket, kemudian
diklasifikasikan, dihitung frekuensinya, ditabulasikan dan dipresentasikan
kemudian hasil perhitungan prosentase untuk melihat tingkat keberhasilan atau
tidaknya dalam pemanfaatan internet terhadap motivasi belajar dan juga untuk
mengetahui tinggi rendahnya pengaruh pemanfaatan internet terhadap motivasi
belajar dikaitkan dengan hasil belajar geografi.
D. Populasi dan Tehnik
Pengambilan Sampel
Populasi adalah
keseluruhan subyek penelitian, sedangkan sampel adalah sebagian atau wakil dari
populasi yang diteliti.
Dalam penelitian ini
penulis menentukan responden siswa kelas X SMA dan penulis mengambil sampel 40
siswa dari keseluruhan responden. Sampel tersebut penulis ambil dengan
menggunakan tehnik pengambilan sampel secara acak (Random Sampling).
E. Tehnik Pengumpulan Data
Untuk pengambilan data
dalam penelitian ini diperlukan beberapa tehnik, adapun tehnik pengumpulan data
yang penulis tentukan adalah sebagai berikut :
1)
Observasi
Observasi diartikan sebagai
pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang tampak pada
objek penelitian.
2)
Wawancara
Wawancara merupakan instrument
pengumpul data yang digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari
sumbernya.
3)
Angket
Angket merupakan pengumpulan data
berbentuk pengajuan pertanyaan tertulis melalui sebuah daftar pertanyaan yang
sudah dipersiapkan sebelumnya.
4)
Tehnik Analisi Data
Dalam menganalisa data hasil
penelitian yang terkumpul, penulis menempuh langkah-langkah sebagai berikut :
(1) Kuantifikasi data
Data yang dihasilkan dari penyebaran
angket,sebelum dianalisa terlebih dahulu di kuantifikasikan sebagai berikut :
@ Jawaban (a) diberi
score 5
@ Jawaban (b) diberi
score 4
@ Jawaban (c) diberi
score 3
@ Jawaban (d) diberi
score 2
@ Jawaban (e) diberi
score 1
(2)
Membuat tabulasi data kemudian
dijumlahkan skornya
(3)
Mencari rumus range dengan rumus :
R = ( H-L) + 1(b)
(4)
Membuat table distribusi frekuensi
∑ fX
(5) Menghitung Mean dengan rumus X
=
N
(6) Menghitung median dengan rumus
(7) Mnghitung Modus dengan rumus Mo =
3 Mdn – 2 Me
(8) Uji normalitas dengan rumus
:
(a)
Uji Z, skor
(b)
Menghitung X²(Chi Kuadrat) dengan rumus
(c)
Menentukan Standar
Deviasi dengan rumus :
(9) Menentukan persamaan regresi
(10)
Analisis korelasi
product moment
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR…………………………………………………………… i
DAFTAR ISI………………………..…………………………………………… ii
BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………… 1
A. Latar Belakang Masalah…………………………………………. 1
B. Identifikasi Masalah……………………………………………... 5
C. Perumusan Masalah……………………………………………... 5
D. Manfaat Penelitian………………………………………………. 6
BAB II LANDASAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR DAN
PERUMUSAN HIPOTESIS
A. LandasanTeori……………………………………………………
7 1. Pengaruh Pemanfaatan Internet…………..………………… 7
a. Pengertian Internet………………………………………... 7
b. Sejarah Internet…………………………………………… 10
c. Fungsi dan pemanfaatan internet………………………… 12
2. Motivasi belajar…………………………………………….. 13
a.
Pengertian Motivasi
belajar……………………………… 13
b.
Faktor factor yang mempengaruhi
motivasi belajar……. 16
c.
Peranan motivasi belajar………………………………… 18
3.
Hasil belajar geografi……………………………………….. 19
a. Pengertian Geografi………………………………………. 19
b. Pengertian belajar……………………………………….. 21
c. Pengertian hasil belajar…………………………………. 22
d. Pengertian hasil belajar geografi……………………….. 24
B.
Kerangka Berpikir……………………………………………. 25
C.
Hipotesis Penelitian………………………………………….. 25
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Tujuan penelitian…………………………………………….. 26
B. Tempat dan waktu penelitian……………………………….. 26
C. Metode penelitian……………………………………………. 27
D. Populasi dan tehnik pengambilan sampel…………………… 27
E.
Tehnik pengumpulan
data……………………………………. 28
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR
PUSTAKA
Adjat Rukhyat. Konsep Dasar Mengajar.
Bandung: FIP.UPI,2007.
Anwas.Internet; Peluang dan Tantangan Pendidikan. Jakarta:
2000
(http : // www.magazin.jaringan.my/2000/November)
Dewi Salma. Mozaik Teknologi Pendidikan. Jakarta:
Kencana, 2007.
Depag. Pengertian Dasar Pengetahuan Geografi. Klaten: PT. Intan
Pariwara, 2003.
Dimyati, DKK. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta:
Depdikbud, 1994.
Edhy Sutanta. Pengantar Teknologi
Informasi.Yogyakarta: Graha Ilmu, 2005.
Fajar. Teknologi Internet. 2009.(http://fajar/st.wordpress.com/24
Maret 2009)
Masria. Internet dan Web Design .Jakarta: Lembaga dan
Pengembangan Profesi Indonesia,1999.
Nana Sudjana. Dasar Proses Belajar
Mengajar. Bandung: Alqensindo,2001.
__________. Media Pengajaran.Bandung: Sinar
Baru,1991.
Nasution. Teknologi Pendidikan. Jakarta:
Bumi Aksara: 2008.
Ngalim Purwanto. Psikologi Pendidikan. Bandung:
PT. Remaja Rosdakarya,1994.
R. Daromez Setia Budi. Buku Pintar
Internet. Surakarta: Al-Hikmah, tanpa tahun.
Soleh Gatot. Dasar Dasar Publik Relations. Bandung: PT. Remaja
Rosda Karya, 2002
Slameto.Belajar dan Faktor factor Yang
mempengaruhinya,Jakarta:Bina Aksara,tanpa
tahun
Syaiful Sagala. Konsep dan Makna
Pembelajaran. Bandung: Al-Fabeta, 2008.
Wasti Sumanta. Psikologi Pendidikan. Jakarta:
Rineka Cipta, 1998.
Wibowo Tunardy. Pengertian Internet (http://www.tunardy.com )
Wijaya. Internet dan Seluk Beluknya. (http://wowo.wijayalabs.com/02
juli 2010
TUGAS INDIVIDU
PROPOSAL TESIS
“PENGARUH PEMANFAATAN INTERNET
TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DENGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI”
Mata Kuliah : Metodologi Penelitian
Dosen : DR. Nurdin Ibrahim, M.Pd
Disusun
Oleh :
Nama : M. ROHMAN
NIM : 55.2010.0156
UNIVERSITAS ISLAM AS-SYAFI’IYAH
JAKARTA
PROGRAM PASCA SARJANA
MAGISTER TEKNOLOGI PENDIDIKAN
2012
KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR
Bismillahirrohmanirrohim,
Alhamdulillah saya bersyukur kepada
Allah SWT, dengan rahmat dan hidayah-Nya, saya dapat menyelesaikan tugas
individu ini tepat pada waktunya, harapan saya semoga tugas ini dapat
bermanfaat bagi saya dan membantu saya untuk penyusunan tesis ke depan.
Tidak lupa ucapan terima kasih yang sebesar besarnya saya sampaikan kepada
bapak DR. Nurdin Ibrahim, M.Pd. selaku dosen “Metodologi Penelitian” pasca
sarjana di Universitas Islam
As-Asyafi’iyah Jakarta yang banyak membantu dalam tugas ini, dan semoga ilmu
yang saya dapatkan bisa terus berkembang.
Saya menyadari dalam pembuatan tugas
ini,masih banyak kekurangan maupun kesalahan, maka dari itu, saya bersedia
menerima kritik dan saran yang sifatnya membangun.
Harapan saya,semoga tugas ini dapat bermanfaat dan membantu saya belajar
dan hanya Allah SWT juga kita berharap
segala petunjuknya.
Serang, april 2012
Penyusun
[1] Nasution. Teknologi Pendidikan (Jakarta:
Bumi Aksara, 2008), cet. Ke -4. P. 43
[2] Harjanto. Perencanaaan Pengajaran, (Jakarat:
Rineka Cipta, tanpa tahun), cat ke-1. P.
237
[3] Dewi Salma, Mozaik Teknologi Pendidikan
(Jakarta: Kencana, 2007), cet ke-2. P . 308
[4] Nana Sudjana.Media Pengajaran.,(Bandung :
Sinar Baru,1991) p.2
[5] Syaiful Bahri Djamara..Strategi Belajar
Mengajar.(Jakarta : PT.Rineka Cipta,2002), p.182.
[6] Fajar.Teknologi Internet.24 Maret
2009.http://Fajar/st.Wordpress.com.
[7] R.Daromez Setia Budi .Buku Pintar Internet.(Surakarta: Al-Hikmah,tanpa
tahun)
[8] Wijaya.Internet dan seluk beluknya.02 juli
2010,http://WWW.Wijayalabs.com.
[9] Edhy Sutanta.Pengantar Teknologi
Informasi.(Yogyakarta:Graha ilmu ,2005), cet.ke-1,p.538.
[10] Wibowo Tunardy.Pengertian
Internet.http://www.tunardy.com
[11] Masria.Internet dan Web
Design.(Jakarta:Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi
Indonesia,1999) p.2.
[12] Soleh Gatot.Dasar dasar Public
Relations.(Bandung : PT.Remaja Rosda Karya,2002).p.89.
[13] Anwas.Internet..Peluang dan tantangan
Pendidikan.Jakarta : 2000,http://www.Magazin,Jaringan.my/2000/November.
[14] Ngalim
Purwanto.Psikologi Pendidikan.(Bandung :PT.Remaja Rosdakarya,1994) cet
ke-9,p.73.
[15]
Depag.Pengertian Dasar Pengetahuan Geografi (Klaten :PT.Intan
Pariwara,2003)p.8.
[16] Ibid.P.9
[17] Dimyati,dkk.Belajar dan
pembelajaran.(Jakarta:Depdikbud,1994) P.30
[18] Adjat Rukhyat.Konsep Dasar Mengajar (Bandung
:FIP,2007) P.10
[20] Nana Sudjana.Dasar dasar Proses Belajar
Mengajar (Bandung : Alqensindo,2001)P.20
No comments:
Post a Comment