Monday, 28 May 2012

proses pembelajaran

                   PEMAHAMAN TENTANG PROSES PEMBELAJARAN
A.    Pengertian Pembelajaran dan Pengajaran.
Jika kita mengamati berbagai praktek pembelajaran yang dilaksanakan oleh para guru , akan dapat dijumpai gejala beraneka ragam.            Keaneka ragaman itu terjadi,baik pada tingkah laku guru , siswa, maupun situasi kelas.Secara umum gejala yang dapat diamati dapat dikelompokan ke dalam tiga kelompok utama, yaitu:
1.      Ada guru yang mengajar dengan cara menyampaikan materi pelajaran semata-mata.
2.      Ada guru yang sengaja menciptakan kondisi belajar dengan seemikian rupa, sehingga siswa termotivasi untuk dapat melakukan secara aktif dalam mempelajari materi pembelajaran.
3.      Ada guru yang mengajar dengan memberi kebebasan kepada siswa memilih materi pembelajaran apa yang akan dipelajari sesuai dengan minat dan pilihannya, juga memberi kebebasan kepada setiap siswa untuk melakukan aktivitas belajar.
Pada kelompok pertama , guru berperan sebagai penyampai materi pelajaran. Guru biasanya berdiri di depan kelas ,menghadapi sejumlah siswa dan menjelaskan isi pelajaran. Sesekali mungkin ada siswa bertanya atau meminta penjelasan , dan guru mengulangi penjelasan sebagai jawabannya . Siswa pada umumnya duduk dengan rapih, mendengarkan keterangan guru, atau sedikit mencatat keterangan itu. Adapun yang dijelaskan ,diterima sebagai pengetahuan yang harus dimiliki.Situasi seperti inilah yang disebut pengajaran.
Situasi kelas pada proses pengajaran seperti digambarkan di atas,bersifat pasif dan verbalistis,yaitu siswa hanya diberi atau menerima ,dan guru melaksanakan pengajaran dengan penuturan (verbal) semata-mata. Jarang dijumpai keaktifan belajar yang lebih jauh seperti berdiskusi,melakukan penemuan,menguji suatu konsep,teori dan sebagainya.Hubungan antarindividu siswa dengan siswa maupun siswa dengan guru dalam proses pengajaran tampak pincang,sehingga kurang terlihat adanya hubungan timbale balik,baik antara siswa dengan siswa maupun siswa dengan guru.Secara sederhana situasi pengajaran demikian dapat digambarkan dengan ungkapan “duduk,dengar,catat,dan hapalkan.”
Pada kelompok ke dua ,ada semangat guru yang mengajar dengan menciptakan situasi dan kondisi belajar yang memungkinkan siswa dapat memperoleh pengalaman belajar sesuai dengan tujuan. Oleh karena itu,tujuan yang hendak dicapai itu beraneka ragam,maka situasi pembelajaran pun beraneka ragam pula. Jika tujuan pembelajaran hanya menghendaki siswa mengetahui sesuatu, tentu proses pembelajaran pun sederhana. Jika tujuan menghendaki agar siswa tidak hanya sekedar mengetahui , tetapi memiliki kemampuan yang lebih jauh,seperti memahami ,mampu menerapkan suatu konsep dalam berbagai keadaan,atau memiliki bentuk bentuk keterampilan tertentu disesuaikan dengan tuntutan pencapaian tujuan tersebut,maka proses itulah yang disebut pembelajaran.
Pada kelompok ke dua,guru berperan sebagai orang yang selalu berupaya untuk memberi rangsangan agar siswanya mau mempelajari suatu materi pembelajaran tertentu.Pada saat siswa melakukan proses belajar,guru membimbing atau membantu kesulitan kesulitan yang dihadapi sehingga yang bersangkutan mampu memecahkannya. Disamping itu, guru  pun mengarahkan siswanya belajar, sehingga dapat mencapai tujuan dan dia pun selalu berupaya agar siswanya selalu termotivasi untuk belajar. Dengan cara semacam ini, siswa lebih aktif dalam belajar , dan kegiatannya pun beraneka ragam. Siswa dapat mempelajari suatu materi pembelajaran tertentu dengan cara diskusi,melakukan penemuan,melakukan percobaan, melakukan latihan, dan sebagainya,sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
Pada kelompok ketiga,guru berperan sebagai pembimbing belajar,namun proses pemberian bimbingan bersifat lebih bebas,tanpa mengarahkan.Secara umum proses pembelajaran semacam ini dimaksudkan agar siswa lebih kreatif,matang,karena mereka sendiri yang menentukan materi yang akan mereka kuasai,namun dinegara kita masih sulit dan langka.
Uraian di atas dapat disimpulkan ,bahwa proses pembelajaran itu beraneka ragam. Jika kita mau semua gejala yang menunjukan keanekaragaman proses pembelajaran akan didapati lebih banyak lagi. Hal ini disebabkan,pembelajaran pada hakekatnya merupakan suatu proses yang kompleks ,namun dengan maksud yang sama,yaitu memberi pengalaman belajar kepada siswa sesuai dengan tujuan.Tujuan yang hendak dicapai sebenarnya ,merupakan acuan dalam penyelenggaraan proses pembelajaran.Oleh karena itu tujuan yang hendak dicapai itu berbagai macam,maka cara mencapainya pun berbagai macam ,maka cara mencapainya pun berbagai macam pula.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,…………………………,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Namun,jika ditelusuri secara mendalam ,proses pembelajaran yang merupakan inti dari proses pendidikan formal di sekolah di dalamnya terjadi interaksi antara berbagai komponen pembelajaran.Komponen –komponen itu dapat dikelompokan ke dalam tiga kategori yaitu : guru, isi atau materi pembelajaran dan siswa.
Interaksi ke tigs komponen itu melibatkan sarana dan prasarana,seperti metode pembelajaran,media pembelajaran,dan penataan lingkungan tempat belajar,sehingga tercipta situasi pembelajaran yang memungkinkan tercapainya tujuan yang telah direncanakan sebelumnya.







                                                                                         


         




                                        









                                  


No comments:

Post a Comment