Friday, 24 August 2012

LEARNING AND INSTRUCTION OF EDUCATION “ KEKUATAN MANUSIA UNTUK MENGUBAH DIRINYA SENDIRI,YAKNI UNTUK BELAJAR,MUNGKIN MERUPAKAN ASPEK YANG PALING MENGESANKAN DARI DIRI MANUSIA” Belajar (learning) adalah proses multisegi yang biasanya dianggap sesuatu yang biasa saja oleh individu sampai mereka mengalami kesulitan saat menghadapi tugas yang kompleks. Akan tetapi kapasitas belajar adalah karakteristik yang membedakan manusia dari mahluk lainnya. Hanya manusia yang memiliki otak yang berkembang baik untuk digunakan melakukan tindakan yang memiliki tujuan. Diantara kemampuan itu adalah mengidentifikasikan objek, merancang tujuan, menyusun rencana, mengorganisasikan sumber daya. Aktivitas kognitif ini terkait dengan aspek unik dari kecerdasan manusia. Pertama, manusia mampu mempelajari penemuan, penciptaan, dan ide-ide dari pemikir besar dan ilmuwan besar dimasa lampau yang disebut sebagai pengalaman yang diwariskan. Kedua, individu mampu mengembangkan pengetahuan tentang tempat dan kejadian yang belum mereka alami secara personal melalui pengalaman orang lain,disebut sebagai pengalaman sosial. Ketiga,manusia menyesuaikan lingkungan dengan diri mereka,bukan sekedar beradaptasi dengan lingkungan . Usaha ini dcapai dengan perencanaan strategi atau membuat sesuatu. Study belajar bukanlah sekedar latihan akademik; ia adalah aspek penting baik bagi individu maupun masyarakat .pertama, bagi individu ,study tentang belajar dapat menjelaskan tentang pemerolehan berbagai kemampuan dan keterampilan, tentang strategi untuk menjalankan peran di dunia, serta tentang sikap dan nilai yang memandu tindakan seseorang. Selain itu, kapasitas untuk belajar terus menerus dapat memperkaya dan meragamkan gaya hidup. Di masyarakat, kita tidak kaget jika menemikan insinyur yang lihai memasak atau professor yang memenangkan lomba pembudidayaan mawar. Kedua, belajar adalah penting bagi masyarakat .Salah satu tujuannya , seperti dicatat oleh Vygotsky adalah mempelajari tentang nilai,bahasa,dan perkembangan kultur-pengalaman yang diwariskan. Bayangkan , setiap generasi hanya mampu mempelajari hal hal secara sepotong sepotong. Belajar juga merupakan basis untuk kemajuan masyarakat di masa depan. Perkembangan diciptakan oleh individu yang didasari oleh kemampuan belajar mereka dan kapasitas mereka untuk menciptakan penemuan baru yang dilanjutkan dari generasi ke generasi. Mengingat pentingnya belajar bagi masyarakat dan individu ,maka masyarakat tidak bisa membiarkan proses pendidikan begitu saja. Dibutuhkan sistem pengajaran tertentu untuk mengajarkan warisan cultural kepada generasi muda dan mempersiapkan mereka untuk mengambil alih peran produktif pendahulu mereka . Di masyarakat terdahulu, kebijaksanaan kolektif dan folklore biasanya diperoleh dari mulut ke mulut. Di masyarakat teknologi , pengetahuan dan informasi yang tersedia sudah begitu banyak sehingga tidak seorangpun yang mampu mempelajari semuanya. Karenanya dan area keahlian khusus yang dipilih oleh individu untuk mereka pelajari secara lebih mencakup proses mempelajari pengetahuan pengetahuan yang dibutuhkan . Akan tetapi, situasi masyarakat yang terus berubah menimbulkan tantangan baru bagi perencanaan dan manajemen belajar. Misalnya , CD, televise satelit, dan ekspansi internet di abad ke-21 membuat pengetahuan tentang peristiwa ,orang dan tempat menjadi tersedia secara real time . Lebih jauh , internet meningkatkan aksesibilitas jenis informasi lain. Tantangan yang ditimbulkan oleh teknologi ini antara lain kebutuhan untuk memastikan autensitas informasi , potensi kurangnya interaksi yang bermakna di dalam instruksi online,dan kemungkinan isolasi sosial. Implikasinya bagi perencanaan dan manajemen belajar antara lain adalah “membantu siswa untuk belajar menggunakan pikirannya dengan baik”. Tantangannya adalah bagaimana meningkatkan keterampilan berpikir yakni penalaran yang didukung dengan bukti ,mengevaluasi sumber ,serta memeriksa dan mengevaluasi pendapat yang bertentangan dan bagaimana meningkatkan upaya untuk melakukan tindakan berpikir tersebut. Ketiga, pemelajar (learner) mengonstruksi makna untuk diri mereka sendiri dan dari konteks dimana mereka tinggal. Yakni, individu memilih informasi dari interaksi antar-orang dan kejadian interaktif yang terjadi di keluarga ,sekolah, pertemanan, komunitas, dan lingkungan kerja. Individu kemudian menghubungkan informasi pilihan itu, dengan pengetahuan yang dimilikinya, dan kemudian menganalisisnya, dan mengonstruksi suatu representasi di dalam memori. Menurut, pendapat tentang belajar ini, pengetahuan dipikiran adalah berdampingan dengan hubungan hubungan yang merupakan bagian dari lingkungan masyarakat dan interpersonal. Dari prespektif ini, setiap generasi baru menyusun masyarakat baru bagi dirinya. Di setiap masa, sains adalah hal hal yang dihasilkan oleh riset, dan riset tidak lain adalah metode efektif yang telah ditemukan dan sesuai dengan zamannya. Setiap langkah dalam kemajuan sains atau ilmu pengetahuan akan bergantung pada langkah sebelumnya,dan proses ini tidak bisa dipercepat hanya dengan berharap. Psikologi,disiplin muda pada awal abad ke-20, menghadapi dua pertanyaan utama : Apa yang seharusnya menjadi focus study , dan apa yang seharusnya menjadi cakupan disiplin ilmu ini, psikolog juga ingin mengembangkan sains pasti seperti Fisika dan Kimia. Akan tetapi , disiplin ini belum memiliki metode riset yang pasti. Dari sini lahir Behaviorisme, yang diperjuangkan oleh pendirinya , B.Watson. Dalam artikel tahun 1913,Watson menulis judul “Psychology as the Behaviorist Views It “. Watson mencatat, bahwa selama 50 tahun terakhir psikologi gagal menjadi ilmu pasti. Fokus pada kesadaran dan proses mental menyebabkan psikologi menemui jalan buntu di mana topic topiknya sulit untuk ditangani. Behaviorisme menjadi aliran dominan dari 1920-an hingga 1950-an, namun ia tidak sepenuhnya bebas dari penantang. Pendapat yang menentangnya, yakni psikologi Gestalt, menekankan pada pentingnya persepsi pemelajar dalam situasi pemecahan masalah dan karenanya ia membahas persoalan kognisi. Istilah Behaviorisme merujuk pada beberapa teori yang mengandung tiga asumsi dasar belajar tentang belajar. Asumsi itu adalah :  Yang menjadi factor study adalah seharusnya perilaku yang diamati, bukan kejadian mental internal atau rekonstruksi verbal atas kejadian.  Perilaku harus dipelajari melalui elemennya yang paling sederhana . Contoh reaksi behavioral yang diteliti oleh periset awal antara lain gerak reflex, reaksi emosional yang dapat dilihat, dan respons motor (gerak) dan verbal.  Proses belajar adalah perubahan behavioral . Suatu respons khusus terasosiasikan dengan kejadian dari suatu stimulus khusus, dan terjadi dalam kehadiran stimulus tersebut. Psikologi Gestalt berfungsi sebagai penentang behaviorisme di pertengahan abad ke-20 .Gestalt berpendapat bahwa yang diteliti seharusnya perilaku molar bukan molecular. Gestalt focus pada presepsi dalam belajar. Organisme merespons keseluruhan ketimbang stimuli spesifik ,organisme stimuli mempengaruhi stimuli mempengaruhi persepsi, dan individu membangun persepsi ketimbang hanya menerima informasi secara pasif. Karakteristik tampilan stimulus yang mempengaruhi persepsi adalah komprehensivitas dan stabilitas gambaran (hukum Pragnanz) dan karakteristik lain yang memberi kontribusi pada kelengkapan struktur atau pola. Meskipun perhatian utamanya adalah proses perceptual , psikologi Gestalt juga mengaplikasikan kons


LEARNING AND INSTRUCTION OF EDUCATION
“ KEKUATAN MANUSIA UNTUK MENGUBAH DIRINYA SENDIRI,YAKNI UNTUK BELAJAR,MUNGKIN MERUPAKAN ASPEK YANG PALING MENGESANKAN DARI DIRI MANUSIA”
Belajar (learning) adalah proses multisegi yang biasanya dianggap sesuatu yang biasa saja oleh individu sampai mereka mengalami kesulitan saat menghadapi tugas yang kompleks. Akan tetapi kapasitas belajar adalah karakteristik yang membedakan manusia dari mahluk lainnya. Hanya manusia yang memiliki otak yang berkembang baik untuk digunakan melakukan tindakan yang memiliki tujuan. Diantara kemampuan itu adalah mengidentifikasikan objek, merancang tujuan, menyusun rencana, mengorganisasikan sumber daya.
Aktivitas kognitif ini terkait dengan aspek unik dari kecerdasan manusia. Pertama, manusia mampu mempelajari penemuan, penciptaan, dan ide-ide dari pemikir besar dan ilmuwan besar dimasa lampau yang disebut sebagai pengalaman yang diwariskan.    Kedua, individu mampu mengembangkan pengetahuan tentang tempat dan kejadian yang belum mereka alami secara personal melalui pengalaman orang lain,disebut sebagai pengalaman sosial. Ketiga,manusia menyesuaikan lingkungan dengan diri mereka,bukan sekedar beradaptasi dengan lingkungan . Usaha ini dcapai dengan perencanaan strategi atau membuat sesuatu.
Study belajar bukanlah sekedar latihan akademik; ia adalah aspek penting baik bagi individu maupun masyarakat .pertama, bagi individu ,study tentang belajar dapat menjelaskan tentang pemerolehan berbagai kemampuan dan keterampilan, tentang strategi untuk menjalankan peran di dunia, serta tentang sikap dan nilai yang memandu tindakan seseorang. Selain itu, kapasitas untuk belajar terus menerus dapat memperkaya dan meragamkan gaya hidup. Di masyarakat, kita tidak kaget jika menemikan insinyur yang lihai memasak atau professor yang memenangkan lomba pembudidayaan mawar. Kedua, belajar adalah penting bagi masyarakat .Salah satu tujuannya , seperti dicatat oleh Vygotsky adalah mempelajari tentang nilai,bahasa,dan perkembangan kultur-pengalaman yang diwariskan. Bayangkan , setiap generasi hanya mampu mempelajari hal hal secara sepotong sepotong.
Belajar juga merupakan basis untuk kemajuan masyarakat di masa depan. Perkembangan diciptakan oleh individu yang didasari oleh kemampuan belajar mereka dan kapasitas mereka untuk menciptakan penemuan baru yang dilanjutkan dari generasi ke generasi. Mengingat pentingnya belajar bagi masyarakat dan individu ,maka masyarakat tidak bisa membiarkan proses pendidikan begitu saja. Dibutuhkan sistem pengajaran tertentu untuk mengajarkan warisan cultural kepada generasi muda dan mempersiapkan mereka untuk mengambil alih peran produktif pendahulu mereka . Di masyarakat terdahulu, kebijaksanaan kolektif dan folklore biasanya diperoleh dari mulut ke mulut. Di masyarakat teknologi , pengetahuan dan informasi yang tersedia sudah begitu banyak sehingga tidak seorangpun yang mampu mempelajari semuanya. Karenanya dan area keahlian khusus yang dipilih oleh individu untuk mereka pelajari secara lebih  mencakup proses mempelajari pengetahuan pengetahuan yang dibutuhkan .
Akan tetapi, situasi masyarakat yang terus berubah menimbulkan tantangan baru bagi perencanaan dan manajemen belajar. Misalnya , CD, televise satelit, dan ekspansi internet  di abad ke-21 membuat pengetahuan tentang peristiwa ,orang dan tempat menjadi tersedia secara real time . Lebih jauh , internet meningkatkan aksesibilitas jenis informasi lain. Tantangan yang ditimbulkan oleh teknologi ini antara lain kebutuhan untuk memastikan autensitas informasi , potensi kurangnya interaksi yang bermakna di dalam instruksi online,dan kemungkinan isolasi sosial. Implikasinya bagi perencanaan dan manajemen belajar antara lain adalah “membantu siswa untuk belajar menggunakan pikirannya dengan baik”. Tantangannya adalah bagaimana meningkatkan keterampilan berpikir yakni penalaran yang didukung dengan bukti ,mengevaluasi sumber ,serta memeriksa dan mengevaluasi pendapat yang bertentangan dan bagaimana meningkatkan upaya untuk melakukan tindakan berpikir tersebut.
Ketiga, pemelajar (learner) mengonstruksi makna untuk diri mereka sendiri dan dari konteks dimana mereka tinggal. Yakni, individu memilih informasi dari interaksi antar-orang dan kejadian interaktif yang terjadi di keluarga ,sekolah, pertemanan, komunitas, dan lingkungan kerja. Individu kemudian menghubungkan informasi pilihan itu, dengan pengetahuan yang dimilikinya, dan kemudian menganalisisnya, dan mengonstruksi suatu representasi di dalam memori. Menurut, pendapat tentang belajar ini, pengetahuan dipikiran adalah berdampingan dengan hubungan hubungan yang merupakan bagian dari lingkungan masyarakat dan interpersonal. Dari prespektif ini, setiap generasi baru menyusun masyarakat baru bagi dirinya.
Di setiap masa, sains adalah hal hal yang dihasilkan oleh riset, dan riset tidak lain adalah metode efektif yang telah ditemukan dan sesuai dengan zamannya. Setiap langkah dalam kemajuan sains atau ilmu pengetahuan akan bergantung pada langkah sebelumnya,dan proses ini tidak bisa dipercepat hanya dengan berharap.
Psikologi,disiplin muda pada awal abad ke-20, menghadapi dua pertanyaan utama : Apa yang seharusnya menjadi focus study , dan apa yang seharusnya menjadi cakupan disiplin ilmu ini, psikolog juga ingin mengembangkan sains pasti seperti Fisika dan Kimia. Akan tetapi , disiplin ini belum memiliki metode riset yang pasti. Dari sini lahir Behaviorisme, yang diperjuangkan oleh pendirinya , B.Watson. Dalam artikel tahun 1913,Watson menulis judul “Psychology as the Behaviorist Views It “. Watson mencatat, bahwa selama 50 tahun terakhir psikologi gagal menjadi ilmu pasti. Fokus pada kesadaran dan proses mental menyebabkan psikologi menemui jalan buntu di mana topic topiknya sulit untuk ditangani.
Behaviorisme menjadi aliran dominan dari 1920-an hingga 1950-an, namun ia tidak sepenuhnya bebas dari penantang. Pendapat yang menentangnya, yakni psikologi Gestalt, menekankan pada pentingnya persepsi pemelajar dalam situasi pemecahan masalah dan karenanya ia membahas persoalan kognisi.
Istilah Behaviorisme merujuk pada beberapa teori yang mengandung tiga asumsi dasar belajar tentang belajar. Asumsi itu adalah :
v  Yang menjadi factor study adalah seharusnya perilaku yang diamati, bukan kejadian mental internal atau rekonstruksi verbal atas kejadian.
v  Perilaku harus dipelajari melalui elemennya yang paling sederhana . Contoh reaksi behavioral  yang diteliti oleh periset awal antara lain gerak reflex, reaksi emosional yang dapat dilihat, dan respons motor (gerak) dan verbal.
v  Proses belajar adalah perubahan behavioral . Suatu respons khusus terasosiasikan dengan kejadian dari suatu stimulus khusus, dan terjadi dalam kehadiran stimulus tersebut.
Psikologi Gestalt berfungsi sebagai penentang behaviorisme di pertengahan abad ke-20 .Gestalt berpendapat bahwa yang diteliti seharusnya perilaku molar bukan molecular. Gestalt focus pada presepsi dalam belajar. Organisme merespons keseluruhan ketimbang stimuli spesifik ,organisme stimuli mempengaruhi stimuli mempengaruhi persepsi, dan individu membangun persepsi ketimbang hanya menerima informasi secara pasif. Karakteristik tampilan stimulus yang mempengaruhi persepsi adalah komprehensivitas dan stabilitas gambaran (hukum Pragnanz) dan karakteristik lain yang memberi kontribusi pada kelengkapan struktur atau pola.
Meskipun perhatian utamanya adalah proses perceptual , psikologi Gestalt juga mengaplikasikan konsep mereka ke bidang lain. Sampai pertengahan 1930-an, Gestalt telah mendefinisikan isu-isu utama dalam psikologi dipandang dari segi teori bentuk atau struktur. Perkembangan utama dalam pemikiran dan belajar adalah pengalaman wawasan , perbedaan antara belajar arbitrer dan belajar bermakna , serta studi pemecahan masalah.
Salah satu kesulitan dalam melakukan riset tentang wawasan atau pemahaman adalah kurangnya definisi yang jelas. Dua karekter ini yang diakui oleh kebanyakan periset adalah bahwa wawasan (a) merepresentasikan pemahaman yang jelas tentang inti atau esensi dari situasi  dan (b) melibatkan , setidaknya sebagian , proses tanpa sadar otomatis yang tidak mencakup penalaran langkah demi langkah.
Model wawasan yang baru difokuskan pada restrukturisasi masalah . Individu pada awalnya gagal memecahkan masalah meskipun memiliki pengetahuan yang diperlukan. Kegagalan ini adalah karena tidak menginterpretasikan masalah secara benar. Ini berarti bahwa orang itu tidak dapat mengaktivasikan cara yang relevan untuk memecahkan masalah . Restrukturisasi situasi adalah factor esensial yang dapat menimbulkan pemahaman.
Ada tiga mekanisme untuk merestrukturisasi masalah , yakni : (a) pengkodean ulang (reencoding ; (b) elaborasi ; (c) relaksasi pembatas. Pengkodean ulang adalah mengoreksi interpretasi yang tidak tepat  atas suatu masalah.  Elaborasi adalah mencari informasi yang sebelumnya terabaikan atau mengingat informasi dari memori jangka panjang.
Relaksasi pembatas adalah penghilangan pembatas yang tidak diperlukan yang merintangi tindakan. Contohnya adalah masalah dalam kumpulan delapan koin di mana tugasnya adalah memindahkan hanya dua koin sehingga setiap koin menyentuh tiga koin lainnya, Batasan yang tidak diperlukan yang biasanya dipahami oleh pemecah masalah adalah bahwa koin koin itu digeser ke dua dimensi (kiri, kanan, atas, bawah ) . Akan tetapi, untuk mendapatkan pemahaman yang benar, asumsi itu harus dibuang , sehingga masing masing dari dua koin dapat ditumpuk di atas koin lainnya.
Meskipun pemahaman dan wawasan ini tidak dapat diprediksi , kondisi jangka panjang dan pendek kemungkinan besar akan menimbulkan pemahaman . persiapan yang lama mencakup  ; (a) lingkungan awal yang memberikan stimulasi intelektual, termasuk keinginan untuk membaca ; (b) pengembangan sumber informasi yang releven yang saling terkait menjadi jaringan makna dan asosiasi yang kompleks dan unuk ; (c) studi dengan lebih dri satu mentor ; (d) mengikuti perkembangan di luar area yang dikuasai. Faktor factor ini memungkinkan terciptanya hubungan antara ide ide yang berbeda yang akan menghasilkan terobosan ilmu pengetahuan.

No comments:

Post a Comment