Saturday, 25 August 2012

PENDIDIKAN GEOGRAFI


PENDIDIKAN GEOGRAFI
Secara keilmuan geografi mempunyai sejarah yang panjang, definisi,fungsi dan perannya terus berkembang seiring dengan kebutuhan dan tuntutan pada jamannya. Aliran logografi menjadi begitu penting disaat awal penjelajahan permukaan bumi, namun kemudian analisis keruangan , mencari pembuktian empiris persamaan dan perbedaan permukaan bumi menjadi dominan sampai saat ini. Paradigma nomotetik dan ideografik berjalan bersamaan sesuai dengan kebutuhan . Lokasi, tempat, relasi, gerakan dan regionalisasi konsep yang banyak digunakan dalam menganalisis permukaan bumi , dengan mempergunakan pendekatan keruangan, wilayah dan lingkungan (ekologi).
Ada empat alasan mengapa perlu mempelajari geografi (1) alasan eksistensi manusia di permukaan bumi; (2) alasan etika (3) alasan mengembangkan intelektual ; (4) alasan praktis , Pembelajaran geografi sangat penting untuk memahami (1) ketimpangan distribusi sumber daya alam ; (2) meluruskan pandangan tentang pengetahuan yang sifatnya pragmatis; (3) advocacy pendekatan deduktif-prediktif ; (4) berguna bagi memahami masalah masalah di dunia. Meningkatkan rasa cinta terhadap tanah air, mengembangkan rasa persatuan dan kesatuan sebagai suatu bangsa, mengenal berbagai potensi suatu daerah dan atau Negara, mengobarkan semangat perjuangan , memahami permasalahan yang actual berkembang disekitar anak didik; peningkatan taraf hidup melalui pengenalan dan pemanfaatan sumber daya ; memberikan wawasan global , baik dalam bentuk peluang maupun tantangan , memberikan keterampilan dalam membuat dan membaca informasi kebumian.
Ratusan abad sebelum masehi, pengetahuan tentang bumi telah dipelajari oleh berbagai bangsa di dunia. Minat terhadap masalah geografi yang terwujud dalam bentuk tulisan , jauh lebih lama berkembang dibandingkan dengan geografi sebagai disiplin ilmu yang ada di universitas atau sekolah.
Kata geografi berasal dari yunani = geographia. Istilah geografi muncul  300 SM, Geo artinya bumu, dan Graphia atau graphien adalah gambaran . Peet (1998) dalam bukunya modern geographical thought, mengartikan “ Geografi is the study of relation between society and the natural environment. Geografy look at how society shapes, alters, and increasingly transforms the natural environment, creating humanized forms from sretches of pristine nature, and then sedimenting layers of socialization one within the other , one on top of the other , until a complex nature- society, landscape results. Geography also looks at how nature condition society, in some original sense of creating the people and raw materials which forces “work up “ into culture , and in an ongoing sense of placing limits and offering material potentials for social processes like economic development”
Dari perbedaan definisi tersebut, tampak adanya konsistensi hakikat geografi yaitu melihat alam (fisikal) dan manusia sebagi satu kesatuan, bagaimana manusia beradaptasi dengan alam, dan bagaimana alam dimanfaatkan melalui berbagai tingkat teknologi untuk kesejahteraan hidup manusia. Proses yang terjadi dalam masyarakat termasuk penguasaan iptek dan hasil modifikasi manusia terhadap alam menghasilkan struktur keruangan yang semakin kompleks, variasi ruang berupa perbedaan dan persamaan  ruang menghasilkan adanya gerakan  (movement) , saling berhubungan (interrelationship) dan pewilayahan (regionalization) . Kerjasama berbagai Negara, perdagangan, transportasi, perbedaan pertumbuhan ekonomi, gerakan orang antar ruang, pariwisata, distribusi berbagai komoditi industry, pada dasarnya muncul karena adanya persamaan dan perbedaan wilayah di permukaan bumi.
Dengan demikian, geografi mengkaji ruang, dalam berbagai perspektif, dapat meliputi ruang yang relative terbatas (desa, misalnya) sampai ruang yang relative luas (benua/dunia). Bahan karakter tempat dan atau ruang yang bersangkutan. Sebagai suatu ilmu, geografi mempunyai fungsi deskripsi, eksplanasi, dan prognosis, gejala alam, dan hasil perpaduan antara keduanya.
Substansi materi geografi adalah geosfer, atau lapisan lapisan permukaan bumi . Lapisan lapisan tersebut terdiri atas :
1.   Lapisan udara (atmosfer) membentuk iklim dan cuaca.
2.   Lapisan batuan (lithosfer) membentuk bentang lahan berupa pegunungan, perbukitan, dataran , plato (dataran tinggi), gunung api, dan lapisan tanah.
3.   Lapisan air (hidrosfer) berupa air, danau, sungai, dan air tanah.
4.   Lapisan kehidupan (biosfer) berupa kehidupan binatang dan tumbuhan.
5.   Lapisan manusia (antroposfer) berupa kehidupan manusia termasuk di dalamnya jumlah, perkembangan, sistem sosial, ekonomi, politik, bahasa, sistem religi, dan teknologi.
Ruang merupakan permukaan bumi atau bagian dari permukaan bumi atau bagian dari permukaan bumi di mana unsure fisis dan manusia berada, tersusun secara teratur. Menurut Chapmant (1979) dalam membahas ruang terdapat tiga konsep yang saling terkait yaitu spatial context, spatial pattern dan spatial process. Spatial context berhubungan dengan isi (content) dan dimensi ruang. Dalam content inilah unsur alam dan manusia berada, berinteraksi secara dinamis menghasilkan berbagai kenampakan. Kenampakan tersebut merupakan refleksi dari pengambilan keputusan dalam memanfaatkan ruang dan hasil antar hubungan (relationship) antara masa lalu, sekarang dan masa yang akan datang dari distribusi aktivitas manusia.
Keberulangan suatu kenampakan atau objek di suatu lokasi sering disebut dengan distribusi keruangan . Distribusi objek atau kenampakan yang mempunyai karakter di lokasi berbeda sering disebut dengan pola keruangan . Dalam dimensi , terkait dengan unsure jarak, arah dan lokasi. Lokasi merupakan posisi suatu tempat di permukaan bumi . Ada dua macam lokasi yaitu : lokasi absolute dan lokasi relative. Lokasi absolute menunjuk pada kedudukan yang sudah pasti yaitu sistem grid (biasanya kordinat garis lintang dan bujur ) . Lokasi relative berkenaan dengan posisi suatu objek dibandingkan dengan objek yang lainnya. Dari perbandingan inilah akan diketahui arah dan jarak dua objek yang diperbandingkan. Menurut Goodaal (1987) lokasi juga dapat dilihat dari sudut situs (site) dan situasi . Site merupakan karekter internal suatu objek, sedangkan situasi , melihat objek dari lingkup yang lebih luas (eksternal).
Proses keruangan merupakan hubungan timbale balik antara spatial context, gerakan dan dalam persepsi waktu tertentu . Isi atau konten unsure ruang yang berinteraksi dapat berupa komponen fisis dengan fisis, fisis dengan manusia, dan manusia dengan manusia. Proses interaksi dapat terjadi dalam satu lokasi , dan dapat pula dengan lokasi berbeda, sehingga muncul gerakan (movement) . Interaksi dan gerakan terjadi setiap waktu , selama kehidupan berjalan di muka bumi. Interaksi yang terus menerus secara dua arah inilah menghasilkan struktur keruangan.
Kaitan antara struktur keruangan dan proses keruangan, akan menghasilkan kota utama atau inti (primate city or core) yang domain mempengaruhi kota kota, keberadaan aksesibilitas secara bertahap  menghasilkan core- periphery. Bila wilayah periphery mampu mengimbangi perkembngan daerah inti maka secara fungsional akan terjadi sistem ketergantungan antarkota, antardaerah atau antarnegara.
Dilihat dari analisis Ekologi yang paling mendasar digunakan dalam menganalisis permukaan bumi adalah prinsip keterkaitan dalam jarring kehidupan. Dalam kehidupan setiap unsure saling terkait secara utuh dan terpadu membentuk suatu sistem. Dengan asumsi , tidak ada unsure pun dalam kehidupan ini yang dapat berdiri sendiri, semuanya saling terkait dan tergantung (interdependensi) satu sama lainnya.  Pada dasarnya analisi ekologi adalah untuk mempertanyakan, menyelidiki dan memahami (1) bagaimana alam sebagai suatu sistem bekerja secara saling ketergantungan; (2) bagaimana eksistensi mahluk hidup dalam satu sistem kehidupan ; (3) bagaimana peranan mahluk hidup dalam habitatnya sehingga kehidupan dapat berlangsung secara optimal  (4) bagaimana mahluk hidup dapat mencukupi berbagai kebutuhan hidupnya dengan baik, unsur pokok dan penunjang apa yang di perlukan ; (5) bagaimana spisies spisies dalam suatu ekosistem saling beradaptasi ; (6) apa yang mereka perlukan dalam habitatnya dan dapat melangsungkan kehidupannya ; (7) bagaimana setiap mahluk hidup menghadapi keterbatasan dan harus toleran terhadap berbagai perubahan ; (8) bagaimana individu individu dalam populasi mengalami pertumbuhan.
Semua unsur dalam ekosistem mengikuti tatanan yang rumit namun teratur. Setiap unsur dalam kehidupan mempunyai peran dan fungsinya masing masing. Kehidupan alam semesta mempunyai daya penting untuk menyesuaikan diri dengan perubahan perubahan selama perubahan perubahan itu berada pada taraf yang wajar. Dengan adanya perkembangan manusia yang sangat cepat baik secara jumlah maupun kualitas, menyebabkan eksploitasi alam secara berlebihan . Hal inilah yang menyebabkan timbulnya kerusakan kerusakan ekologi manusia dan mahluk hidup lainnya.
Geografi merupakan ilmu yang bersifat antroposentris, melihat manusia secara dua sisi yaitu imanen dan transenden. Secara imanen manusia merupakan bagian yang terintegrasi dengan unsure lainnya, dengan tumbuhan dan hewan. Manusia mempunyai peran yang sama dalam memanfaatkan lingkungan untuk kelangsungan hidupnya. Secara transenden, manusia mempunyai tanggung jawab yang lebih dibandingkan mahluk hidup lainnya, karena manusia dibekali dengan akal. Setiap perilaku manusia slalu dalam memenfaatkan alam selalu ada resiko resiko terhadap alam, karena itu tanggung jawab, etika lingkungan harus selalu dilibatkan dalam memanfaatkan lingkungan. Dalam memanfaatkan lingkungan 5 prinsip pengelolaan ekosistem selalu harus diaplikasikan dengan baik yaitu keterkaitan (interdependency) , keragaman (diversity) , kesinambungan (sustainability) , keseimbangan ( equilibrium ), dan keserasian (harmony).
Dalam geografi ada analisis komplek wilayah /region ,dimana region merupakan kesatuan daerah, dengan batas yang jelas menurut criteria tertentu. Identifikasi atau criteria dalam membatasi suatu region dapat berupa bentang alam, manusia, atau gabungan antara keduanya, misalnya region menurut morfologi (pegunungan, perbukitan, dataran ), region iklim, region agama, budaya, region aktivitas ekonomi, dan sebagainya. Region merupakan bentuk pendekatan geografi yang melihat bumi secara horizontal namun tiga dimensi.
Regional merupakan pemikiran untuk memahami kesamaan dan perbedaan permukaan bumi. Persamaan atau keseragaman dibedakan dari daerah lainnya dikenal dengan uniform region, Sedangkan region yang ditandai oleh adanya pemusatan gerak atau aliran ke dalam satu titik (node atau sentral ) disebut regional fungsional atau nodal region. Dalam nodal region selalu mempunyai tempat pusat  (center place) yang menjadi magnet bagi daerah sekitarnya, dan juga berfungsi sebagai pusat pelayanan atau pertumbuhan . Setiap node selalu ada hinterland  atau daerah penyangga (periphery) , sehingga terbentuklah hierarki region. Hierarki region sangat penting untuk mengetahui daerah daerah yang menjadi pusat pertumbuhan, dan bagaimana daerah pusat ini dapat ditransformasikan/didistribusikan ke daerah pinggiran hingga tercipta keseimbangan pembangunan atau pemerataan pembangunan di suatu wilayah yang lebih luas, misalnya propinsi, Negara bahkan dunia.
Dalam proses keruangan terjadi pembentukan sistem fungsional region, interaksi merupakan hal yang sangat penting. Interaksi berjalan secara dua arah. Secara operasional, interaksi ini ditunjang adanya sistem komunikasi dan transportasi. Komunikasi merupakan pertukaran ide, atau gagasan yang dapat memperluas pengetahuan dan wawasan , sarana komunikasi dapat berupa bahan cetak, audio, visual, maupun audio visual.
Geografi dapat dibedakan antara Geografi Sistematik dan Geografi Regional. Geografi Sistematik memperhatikan unsure unsure fisik dan manusia secara terpisah. Bagian dari Geografi Sistematik tersebut adalah :
1.   Geografi Fisik mempelajari tentang lahan (landscape) yaitu bagian dari permukaan bumi yang dibentuk oleh interaksi dan interdependensi bentuk lahan, batuan, tanah, air, udara, hewan, tumbuhan, dan manusia yang keseluruhannya membentuk suatu sistem. Termasuk Geologi, Geomorfologi, Hidrologi, Meteorologi, dan Tumbuhan.
2.   Geografi Manusia mempelajari berbagai aspek kehidupan manusia di permukaan bumi, termasuk di dalamnya Geografi Ekonomi, Geografi Penduduk, Geografi Pariwisata, Geografi Politik, Geografi Sosial, Geografi Kota dan Desa, Geografi Pertanian dan industry.
3.   Geografi Teknik mempelajari berbagai cara memvisualkan permukaan bumi, termasuk di dalamnya kartografi, Penginderaan jauh, dan Sistem Informasi Geografi.

Keterpaduan antara Geografi Fisik dan Geografi Manusia secara terintegrasi diwujudkan dalam geografi Regional .Geografi regional merupakan integrasi dari geografi sistematis, dengan mengambil tempat sebagi titik pandangnya. Geografi Regional mempelajari perbedaan dan persamaan berbagai wilayah /region di permukaan bumi. Wilayah yang di kaji dapat berupa wilayah yang relative sempit seperti desa, atau wilayah yang luas seperti Negara atau benua. Dalam geografi regional sudah mengintegrasikan aspek fisik dan manusia, Asia Tenggara, Amerika, Eropa, Afrika, dan sebaginya.
Dalam kehidupan yang semakin berkembang , manusia sebagai pengembang dan pengaplikasi ilmu pengetahuan terus mengalami tantangan. Tantangan tersebut tidak hanya muncul karena kebutuhan yang semakin beragam dan kompleks, tapi juga bumi semakin terbatas daya dukungnya untuk menampung kehidupan itu sendiri.
Secara aplikasi , peran geografi sebagai ilmu mengalami perkembangan seiring dengan kebutuhan dan tantangan pada zamannya. Pada saat sebelum masehi dan abad 15 setelah masehi, keingintahuan tentang bumi baik secara fisik/alam maupun manusia begitu dominan, sehingga saat perjalanan dan pengukuran permukaan bumi dilakukan secara intensif. Peranan Historigeografi dan ilmu alam saat itu sangat penting.
Abad pertengahan (Abad 15 M) , ekspansi permukaan bumi melalui perjalanan untuk perdagangan , penjelajahan dan penyebaran agama sangat dominan sehingga dikenal dengan konsep libenstraum. Pengetahuan tentang bumi tidak hanya disebarluaskan melalui persekolahan , tapi juga dibentuk perkumpulan perkumpulan geograf yang bertugas menyebarluaskan berbagai ekspedisi, penelitian dan mensupport berbagai kebutuhan ekspedisi . Jurnal Geografi pun diterbitkan untuk memperluas dan mensupport penggalian tentang permukaan bumi.
Abad 15 sampai 19, semangat penjelajahan masih sangat tinggi , namun posisinya bertambah bahkan menjadi semakin strategis. Dipersekolahan geografi diberikan untuk mengenal lebih jauh karakteristik Negara sendiri dan Negara lain. Tujuan utamanya adalah memperkuat nasionalisme dan community sentiment, membangun bahwa kita adalah satu kestuan . Melalui emosi tersebut , maka semangat juang mempertahankan Negara, rasa cinta terhadap tanah air dan semangat perang ditumbuhkembangkan. Jaman imprealisme, memperluas jajahan, menyatukan kolani, ide dan gagasan menjadi satu kesatuan sehingga tidak menimbulkan rasa terpisah atau terasing, ditubuhkembangkan melalui pelajaran Geografi.
Masa setelah Perang Dunia II atau tahun 1950 an, membawa perubahan besar dalam geografi baik secara praktis maupun teoritis. Masa itu adalah masa krisis ekonomi, rekonstruksi dan dekolonialisasi , banyak Negara yang mengalami perubahan politik dan tata ruang. Masa itu menurut Hartshorne, Geografi menjadi “Broad Propaedeutic Disiplin “ . Study nomotetik dengan pendekatan restruktural keruangan menjadi popular . Metode kuantitatif pun diaplikasikan untuk menganalisis lokasi, pusat pusat pertumbuhan dan pelayanan, serta kiat kiat memacu pertumbuhan ekonomi dengan pemanfaatan sumberdaya secara optimal.Adapun isu isu yang releven dikaji oleh geografi pada saat ini antara lain :
Perubahan tata ruang bumi;
Bumi sampai saat ini masih dianggap sebagai satu satunya planet yang dapat dihuni oleh manusia. Sejak pembentukannya , atau sejak dihuni oleh manusia sampai sekarang, luas permukaan bumi relative tetap. Namun, di sisi lain, manusia sebagai salah satu penghuni bumi meningkat dengan cepat. Seiring dengan pertumbuhan penduduk tersebut, kebutuhan manusia akan ruang untuk berbagai kebutuhan semakin meningkat. Lahan untuk permukiman, industry , pendidikan, kesehatan dan daerah terbangun lainnya. Di sisi lain, kebutuhan ruang yang bersifat alami tetap diperlukan untuk mendukung kehidupan, karena ada unsure unsure alam yang tidak dapat diproduksi oleh manusia.
Ketimpangan spatial sumberdaya
Dalam hidup keseharian manusia perlu didukung oleh sumberdaya , sumberdaya yaitu segala sesuatu yang ada dalam geosystem  yang bernilai bila diolah dan digunakan oleh manusia. Sumberdaya dibedakan dua; ada sumber daya alam dan sumber daya manusia.
Era globalisasi
Globalisasi merupakan satu fakta yang tidak dapat dihindarkan, akibat dari kemajuan pemikiran manusia. Karena itu merupakan suatu produk yang siap terdesiminasikan tanpa batas waktu dan ruang, maka pengetahuan , wawasan, keterampilan, sikap dan perilaku penerima (receiver) perlu disiapkan agar tidak tercipta culturshock wahana yang paling tepat untuk mensosialisasikan , memfilterisasi, dan mengantisipasi berbagai produk globalisasi adalah pendidikan.
Mitigasi bencana
Bencana menjadi isu pembangunan , karena hasil pembangunan yang telah dirintis puluhan bahkan ratusan tahun dapat musnah atau rusak seketika dengan adanya bencana, perekonomian, masyarakat dan Negara pun banyak mengalami kemunduran, banyak prasarana dan sarana ekonomi, sosial dan budaya yang rusak. Masyarakat yang terkena bencana seringkali harus menata ulang kehidupannya dari awal , mereka harus pindah ke tempat lain, dan mulai penghidupan di tempat baru. Pemerintah mempunyai peran strategis untuk memberikan pemahaman tersebut dan mengkoordinasikan penanggulangan bencana.
Fungsi geografi adalah untuk melatih warganegara yang akan datang agar dapat berimaginasi secara tepat tentang kondisi kondisi dunia yang lebih besar, dan dengan demikian membantu para siswa untuk memikirkan masalah masalah yang terdapat di dunia.
Komite Pendidikan Geografi di Amerika Serikat, yang diketuai oleh Salvator J Natoil ,yang merangkap pula sebagai Ketua Asosiasi Geografi Amerika Serikat pada tahun 1984, menyatakan bahwa ;
“Every day make important decisions about our well- being and every day we use geographic knowledge or encounter important geographical influences on our lives. We interpret complical geographical factor to determine the place where we choose to live – physical characteristics such as cklimet, topography, and drainage influence where we can build safe , secure, and desirable housing, cultural factors such as quality housing and school , convenient transportation route to work and leisure –all have a bearing on our quality of life”
Dalam lanjutan tulisannya, dinyatakan pula bahwa keilmuan geografi sangat di perlukan untuk memahami peristiwa dan masalah krusial seperti pencemaran , ketimpangan sosial, kemiskinan, migrasi, kondisi politik dunia, dan perkembangan Negara Negara di dunia .
Arvey dan Brian Holly (1981) menyatakan bahwa pembelajaran geografI sangat penting untuk memahami : ketimpangan distribusi sumberdaya alam, meluruskan pandangan tentang pengetahuan yang sifatnya pragmatis, advocacy pendekatan deductif-prediktif, dan berguna bagi memahami masalah masalah kemanusiaan di dunia.
Untuk meningkatkan kebermaknaan pembelajaran geografi , UNISCO (1965) memberikan alternatifnya, yaitu :
The aim of any selective teaching of geography must be to concentrate on the problem often crucial, which men need solve so to provide for increasing numbers and a higer standard of living . Any account , however summery, of what must be done to ensure that the world potensials resources are used for improving the condition of existence and the living standard of these indeed shows the immensity of the tasks a waiting the men of tomorrow , who are our pupil to day “
Dalam buku geografi for life (1994) di jelaskan ada empat alasan mengapa setiap orang (termasuk siswa) perlu mempelajari geografi:
1.   Alasan Eksistensi (the existensial reason) : semua mahluk hidup termasuk di dalamnya manusia hidup dalam satu planet biru yang kecil yaitu bumi. Manusia perlu memahami rumah di mana mereka hidup dan tinggal, geografi dapat memberikan pemahaman di mana mereka , bagaimana bumi itu, dengan segala potensi dan keterbatasannya.
2.   Alasan Etika(the ethical reason) : sampai saat ini atau sejauh yang kita ketahui , bumilah satu satunya planet tempat manusia hidup. Bumi planet yang mudah rusak (fragile) , demikian pula kehidupan manusia tidaklah abadi. Geografi memberikan pengetahuan tentang bumi, baik secara fisik/alami maupun kehidupan yang ada didalamnya. Manusia dan alam mempunyai saling ketergantungan membentuk suatu system. Pengetahuan pengetahuan itu menjadi dasar untuk mengembangkan minat dan etika bagaimana bumi /alam/lingkungan harus dimanfaatkan.
3.   Alasan intelektual (the inteelectual reason) : Geografi mengembangkan imaginasi dan keterampilan berfikir. Keunikan dan keragaman muka bumi baik secara fisik maupun kehidupannya mendorong rasa ingin tahu, mengembangkan penemuan dan penelitian . Dengan mengamati berbagai keragaman, keunikan, kesamaan, tempat dapat mengembangkan kecerdasan manusia dalam berprilaku dalam ruang/tempat .sehingga dapat mengambil suatu keputusan secara bijak.
4.   Alasan praktis (the practical reason) : Pengetahuan tentang bumi , ruang, tempat, dengan berbagai potensi dan kendalanya, dapat mengembangkan keterampilan dalam mengelola, memanfaatkan, dan mengambil suatu keputusan yang berhubungan dengan perilaku keruangan dan pengembangan wilayah , serta mampu memanfaatkan informasi informasi geografis seperti daerah potensial dalam penyebaran penyakit, mengidentifikasi daerah pasar, pusat produksi, pusat pertumbuhan ekonomi dan sebagainya.
Mengingat begitu luasnya tujuan yang terkandung dalam proses pembelajaran geografi ,seyogianya pembelajaran geografi berorientasi kepada :
Ø  Permasalahan yang actual berkembang di sekitar anak didik ;
Ø  Di sesuaikan dengan kepentingan dan psikologi perkembangan anak didik.
Ø  Peningkatan taraf hidup melalui pemanfaatan sumber daya alam.
Ø  Harus berorientasi ke masa depan.
Ø  Memberikan wawasan global.

Peran suatu ilmu terus berkembang seiring dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi manusia. Sebagai ilmu yang cukup tua, peran geografi pun terus berkembang dan ditantang untuk lebih bermakna bagi kesejahteraan manusia dan kelestarian bumi itu sendiri. Memahami peristiwa peristiwa di permukaan bumi , memerlukan pemahaman yang terintegrasi antara aspek manusia dan alam sebagai satu kesatuan. Pandangan yang pragmatis atau parsial hanya akan menguntungkan atau merugikan salah satu di antaranya. DI era globalisasi ini menuntut manusia untuk terus meningkatkan pemahaman , wawasan dan kompetensinya agar dapat bersaing dengan Negara Negara di dunia, karena itu peranan geografi sangat strategis.

Friday, 24 August 2012

learning


LEARNING AND INSTRUCTION OF EDUCATION
“ KEKUATAN MANUSIA UNTUK MENGUBAH DIRINYA SENDIRI,YAKNI UNTUK BELAJAR,MUNGKIN MERUPAKAN ASPEK YANG PALING MENGESANKAN DARI DIRI MANUSIA”
Belajar (learning) adalah proses multisegi yang biasanya dianggap sesuatu yang biasa saja oleh individu sampai mereka mengalami kesulitan saat menghadapi tugas yang kompleks. Akan tetapi kapasitas belajar adalah karakteristik yang membedakan manusia dari mahluk lainnya. Hanya manusia yang memiliki otak yang berkembang baik untuk digunakan melakukan tindakan yang memiliki tujuan. Diantara kemampuan itu adalah mengidentifikasikan objek, merancang tujuan, menyusun rencana, mengorganisasikan sumber daya.
Aktivitas kognitif ini terkait dengan aspek unik dari kecerdasan manusia. Pertama, manusia mampu mempelajari penemuan, penciptaan, dan ide-ide dari pemikir besar dan ilmuwan besar dimasa lampau yang disebut sebagai pengalaman yang diwariskan.    Kedua, individu mampu mengembangkan pengetahuan tentang tempat dan kejadian yang belum mereka alami secara personal melalui pengalaman orang lain,disebut sebagai pengalaman sosial. Ketiga,manusia menyesuaikan lingkungan dengan diri mereka,bukan sekedar beradaptasi dengan lingkungan . Usaha ini dcapai dengan perencanaan strategi atau membuat sesuatu.
Study belajar bukanlah sekedar latihan akademik; ia adalah aspek penting baik bagi individu maupun masyarakat .pertama, bagi individu ,study tentang belajar dapat menjelaskan tentang pemerolehan berbagai kemampuan dan keterampilan, tentang strategi untuk menjalankan peran di dunia, serta tentang sikap dan nilai yang memandu tindakan seseorang. Selain itu, kapasitas untuk belajar terus menerus dapat memperkaya dan meragamkan gaya hidup. Di masyarakat, kita tidak kaget jika menemikan insinyur yang lihai memasak atau professor yang memenangkan lomba pembudidayaan mawar. Kedua, belajar adalah penting bagi masyarakat .Salah satu tujuannya , seperti dicatat oleh Vygotsky adalah mempelajari tentang nilai,bahasa,dan perkembangan kultur-pengalaman yang diwariskan. Bayangkan , setiap generasi hanya mampu mempelajari hal hal secara sepotong sepotong.
Belajar juga merupakan basis untuk kemajuan masyarakat di masa depan. Perkembangan diciptakan oleh individu yang didasari oleh kemampuan belajar mereka dan kapasitas mereka untuk menciptakan penemuan baru yang dilanjutkan dari generasi ke generasi. Mengingat pentingnya belajar bagi masyarakat dan individu ,maka masyarakat tidak bisa membiarkan proses pendidikan begitu saja. Dibutuhkan sistem pengajaran tertentu untuk mengajarkan warisan cultural kepada generasi muda dan mempersiapkan mereka untuk mengambil alih peran produktif pendahulu mereka . Di masyarakat terdahulu, kebijaksanaan kolektif dan folklore biasanya diperoleh dari mulut ke mulut. Di masyarakat teknologi , pengetahuan dan informasi yang tersedia sudah begitu banyak sehingga tidak seorangpun yang mampu mempelajari semuanya. Karenanya dan area keahlian khusus yang dipilih oleh individu untuk mereka pelajari secara lebih  mencakup proses mempelajari pengetahuan pengetahuan yang dibutuhkan .
Akan tetapi, situasi masyarakat yang terus berubah menimbulkan tantangan baru bagi perencanaan dan manajemen belajar. Misalnya , CD, televise satelit, dan ekspansi internet  di abad ke-21 membuat pengetahuan tentang peristiwa ,orang dan tempat menjadi tersedia secara real time . Lebih jauh , internet meningkatkan aksesibilitas jenis informasi lain. Tantangan yang ditimbulkan oleh teknologi ini antara lain kebutuhan untuk memastikan autensitas informasi , potensi kurangnya interaksi yang bermakna di dalam instruksi online,dan kemungkinan isolasi sosial. Implikasinya bagi perencanaan dan manajemen belajar antara lain adalah “membantu siswa untuk belajar menggunakan pikirannya dengan baik”. Tantangannya adalah bagaimana meningkatkan keterampilan berpikir yakni penalaran yang didukung dengan bukti ,mengevaluasi sumber ,serta memeriksa dan mengevaluasi pendapat yang bertentangan dan bagaimana meningkatkan upaya untuk melakukan tindakan berpikir tersebut.
Ketiga, pemelajar (learner) mengonstruksi makna untuk diri mereka sendiri dan dari konteks dimana mereka tinggal. Yakni, individu memilih informasi dari interaksi antar-orang dan kejadian interaktif yang terjadi di keluarga ,sekolah, pertemanan, komunitas, dan lingkungan kerja. Individu kemudian menghubungkan informasi pilihan itu, dengan pengetahuan yang dimilikinya, dan kemudian menganalisisnya, dan mengonstruksi suatu representasi di dalam memori. Menurut, pendapat tentang belajar ini, pengetahuan dipikiran adalah berdampingan dengan hubungan hubungan yang merupakan bagian dari lingkungan masyarakat dan interpersonal. Dari prespektif ini, setiap generasi baru menyusun masyarakat baru bagi dirinya.
Di setiap masa, sains adalah hal hal yang dihasilkan oleh riset, dan riset tidak lain adalah metode efektif yang telah ditemukan dan sesuai dengan zamannya. Setiap langkah dalam kemajuan sains atau ilmu pengetahuan akan bergantung pada langkah sebelumnya,dan proses ini tidak bisa dipercepat hanya dengan berharap.
Psikologi,disiplin muda pada awal abad ke-20, menghadapi dua pertanyaan utama : Apa yang seharusnya menjadi focus study , dan apa yang seharusnya menjadi cakupan disiplin ilmu ini, psikolog juga ingin mengembangkan sains pasti seperti Fisika dan Kimia. Akan tetapi , disiplin ini belum memiliki metode riset yang pasti. Dari sini lahir Behaviorisme, yang diperjuangkan oleh pendirinya , B.Watson. Dalam artikel tahun 1913,Watson menulis judul “Psychology as the Behaviorist Views It “. Watson mencatat, bahwa selama 50 tahun terakhir psikologi gagal menjadi ilmu pasti. Fokus pada kesadaran dan proses mental menyebabkan psikologi menemui jalan buntu di mana topic topiknya sulit untuk ditangani.
Behaviorisme menjadi aliran dominan dari 1920-an hingga 1950-an, namun ia tidak sepenuhnya bebas dari penantang. Pendapat yang menentangnya, yakni psikologi Gestalt, menekankan pada pentingnya persepsi pemelajar dalam situasi pemecahan masalah dan karenanya ia membahas persoalan kognisi.
Istilah Behaviorisme merujuk pada beberapa teori yang mengandung tiga asumsi dasar belajar tentang belajar. Asumsi itu adalah :
v  Yang menjadi factor study adalah seharusnya perilaku yang diamati, bukan kejadian mental internal atau rekonstruksi verbal atas kejadian.
v  Perilaku harus dipelajari melalui elemennya yang paling sederhana . Contoh reaksi behavioral  yang diteliti oleh periset awal antara lain gerak reflex, reaksi emosional yang dapat dilihat, dan respons motor (gerak) dan verbal.
v  Proses belajar adalah perubahan behavioral . Suatu respons khusus terasosiasikan dengan kejadian dari suatu stimulus khusus, dan terjadi dalam kehadiran stimulus tersebut.
Psikologi Gestalt berfungsi sebagai penentang behaviorisme di pertengahan abad ke-20 .Gestalt berpendapat bahwa yang diteliti seharusnya perilaku molar bukan molecular. Gestalt focus pada presepsi dalam belajar. Organisme merespons keseluruhan ketimbang stimuli spesifik ,organisme stimuli mempengaruhi stimuli mempengaruhi persepsi, dan individu membangun persepsi ketimbang hanya menerima informasi secara pasif. Karakteristik tampilan stimulus yang mempengaruhi persepsi adalah komprehensivitas dan stabilitas gambaran (hukum Pragnanz) dan karakteristik lain yang memberi kontribusi pada kelengkapan struktur atau pola.
Meskipun perhatian utamanya adalah proses perceptual , psikologi Gestalt juga mengaplikasikan konsep mereka ke bidang lain. Sampai pertengahan 1930-an, Gestalt telah mendefinisikan isu-isu utama dalam psikologi dipandang dari segi teori bentuk atau struktur. Perkembangan utama dalam pemikiran dan belajar adalah pengalaman wawasan , perbedaan antara belajar arbitrer dan belajar bermakna , serta studi pemecahan masalah.
Salah satu kesulitan dalam melakukan riset tentang wawasan atau pemahaman adalah kurangnya definisi yang jelas. Dua karekter ini yang diakui oleh kebanyakan periset adalah bahwa wawasan (a) merepresentasikan pemahaman yang jelas tentang inti atau esensi dari situasi  dan (b) melibatkan , setidaknya sebagian , proses tanpa sadar otomatis yang tidak mencakup penalaran langkah demi langkah.
Model wawasan yang baru difokuskan pada restrukturisasi masalah . Individu pada awalnya gagal memecahkan masalah meskipun memiliki pengetahuan yang diperlukan. Kegagalan ini adalah karena tidak menginterpretasikan masalah secara benar. Ini berarti bahwa orang itu tidak dapat mengaktivasikan cara yang relevan untuk memecahkan masalah . Restrukturisasi situasi adalah factor esensial yang dapat menimbulkan pemahaman.
Ada tiga mekanisme untuk merestrukturisasi masalah , yakni : (a) pengkodean ulang (reencoding ; (b) elaborasi ; (c) relaksasi pembatas. Pengkodean ulang adalah mengoreksi interpretasi yang tidak tepat  atas suatu masalah.  Elaborasi adalah mencari informasi yang sebelumnya terabaikan atau mengingat informasi dari memori jangka panjang.
Relaksasi pembatas adalah penghilangan pembatas yang tidak diperlukan yang merintangi tindakan. Contohnya adalah masalah dalam kumpulan delapan koin di mana tugasnya adalah memindahkan hanya dua koin sehingga setiap koin menyentuh tiga koin lainnya, Batasan yang tidak diperlukan yang biasanya dipahami oleh pemecah masalah adalah bahwa koin koin itu digeser ke dua dimensi (kiri, kanan, atas, bawah ) . Akan tetapi, untuk mendapatkan pemahaman yang benar, asumsi itu harus dibuang , sehingga masing masing dari dua koin dapat ditumpuk di atas koin lainnya.
Meskipun pemahaman dan wawasan ini tidak dapat diprediksi , kondisi jangka panjang dan pendek kemungkinan besar akan menimbulkan pemahaman . persiapan yang lama mencakup  ; (a) lingkungan awal yang memberikan stimulasi intelektual, termasuk keinginan untuk membaca ; (b) pengembangan sumber informasi yang releven yang saling terkait menjadi jaringan makna dan asosiasi yang kompleks dan unuk ; (c) studi dengan lebih dri satu mentor ; (d) mengikuti perkembangan di luar area yang dikuasai. Faktor factor ini memungkinkan terciptanya hubungan antara ide ide yang berbeda yang akan menghasilkan terobosan ilmu pengetahuan.