KYIAI, ULAMA,UMARA DAN
PAHLAWAN
Perjalanan perjuangan yang
dilakukan KH.Abdul Kabier begitu panjang , banyak pengorbanan yang dilaluinya
dalam mewujudkan segala cita cita mulianya. KH.Abdul Kabier dilahirkan pada
tanggal 16 Januari 1916. Bertempat di desa Kadugenap Kecamatan Petir Kabupaten
Serang, dan beliau dilahirkan oleh seorang ibu bernama Hj.Kanah dan memiliki
seorang ayah yang juga memiliki kepemimpinan cukup terlihat di didesanya saat
itu. Yaitu H.Marjuk. ketika dalam masa belajar KH.Abdul Kabier memiliki
kecerdasan yang cukup baik, sehingga sangat diperhatikan oleh para kiai tempat
beliau menuntut ilmu. Sewaktu kecil beliau bernama Jaya Sunawiri kemudian oleh
gurunya KH.Muhamad Juhri diganti menjadi
Abdul Kabier, sewaktu belajar di Madrasah Cigodeg Kecamatan Petir di bawah
asuhan KH.Gozali dan KH.Emed M.Juhri.
Perjalanan hidup KH.Abdul Kabier
cukup panjang dengan aneka cobaan dan rintangan, pada usia 4 tahun beliau sudah
ditinggalkan wafat oleh ayahnya H.Marjuk, karena beliau memiliki seorang ibu
yang begitu gigih agar anaknya tetap belajar,dengan cara apapun dilakukannya
yang terpenting KH.Abdul Kabier saat itu dapat terus melanjutkan pendidikannya,
baik pendidikan formal maupun non formal. Selain itu beliau juga mendapat
dukungan dari kakeknya yaitu H.Jarman dan pamannya H.Raman yang pada saat itu
menjadi kepala desa sindang sari.Pada masa kecilnya beliau mendapatkan
pendidikan tingkat dasar di Sekolah Rakyat (SR)
di Tunjung, melihat kecerdasan yang dimiliki KH.Abdul Kabier guru dan
kepala sekolahnya meminta persetujuan agar KH.Abdul Kabier di sekolahkan ke
HIS. Tapi sebelum tamat dari HIS ibunda beliau memindahkan sekolahnya ke Pondok
Pesantren Tebu Ireng Jombang JATIM, karena ibunya melihat cita cita anaknya
yang ingin menjadi seorang ulama.
Pendidikan agama selanjutnya beliau
dapatkan diberbagai pesantren besar seperti di Warung Gunung (KH.Idris), Ciomas
Kab.Serang (KH.Uding) Tebu Ireng Jombang (KH.Hasyim As’ari), Garut, Buntet
Cirebon dan Cianjur. Beliau juga aktif mengikuti pengajian pasaran di berbagai
pesantren lainnya sehingga dalam pengajian kitab beliau dapatkan bimbingan
lebih dari 40 kiai baik ilmu agama maupun tentang kenegaraan.
Pada tahun 1940 beliau menikah
dengan seorang gadis bernama syukraeni putrid dari kepala desa kadugenap yaitu
H.Sadari dan dalam pernikahannya dikaruniai 12 orang anak yaitu;
1.
Hj.Robiatul
Adawiyah
2.
Hj.
Bahirah .BA.
3.
Sodru
Syahid (alm)
4.
KH.Ito
Athoillah .S.Pd.I.
5.
KH.Idy
Faridy Hakim.LML.SH.
6.
Tuty
siti ratnuti S.Pd.I.
7.
Drs.A.M.Dasturi
8.
KH.Ubaidillah
Kabier.SE.
9.
Dail
Ma’ruf (alm)
10.
Drs.Ida
Mudzakirotul Ummah.M.Pd.
11.
Ir.Dail
Umamil Asri. M.eg.
12.
Shofa
Raunda Shofro.SH.S.Pn.
Dalam
perjalanannya menegakan agama dalam membina masyarakat ,KH.Abdul Kabier
mengawalinya dari pengajian pengajian
dari kampung ke kampung.Kemudian pada tahun 1943 beliau mendirikan
pondok pesantren yang jumlah santri
maupun pondoknya terus berkembang.Hal ini disebabkan beliau sangat dekat dengan
masyarakat dan merangkul semua kalangan serta terkenal sebagai kiai yang sangat
disegani dan kondang. Dan beliau juga aktif menghilangkan kema’siyatan dan
kemungkaran dengan para kiyai yang lainnya.
Sementara
itu dalam memperjuangkan Negara inipun beliau turut aktif dan langsung memimpin
dan menghimpun pasukan Hizbullah dari kekuatan rakyat dan para santri untuk mengusir
penjajah baik jepang maupun belanda pada agresi II. Akibatnya beliau selalu
dicari cari mau ditangkap, sehingga pondok pesantren yang beliau rintis saat
itu dibombardir oleh penjajah, di ikuti pengepungan wilayah petir oleh penjajah
dengan membombardir dari Pamarayan, Warunggunung, Cadasari.Baros dan Taktakan.
Dan
ketika suasana Negara sudah kembali aman, beliau dipercaya menjabat sebagai
Wedana di Pamarayan tahun 1950 – 1951 dan di Ciomas pada tahun
1951-1959.merangkap sebagai Konstituante dari Fraksi Nahdhotul Ulama (NU)
selama 3 tahun sampai dengan 05 Juli 1959.Selanjutnya beliau ditugaskan oleh
menteri Agama sebagai pejabat tinggi di Direktorat Urusan Agama Pusat
di Jakarta.
Setelah
itu beliau memilih untuk kembali ditugaskan sebagai pendidik di mualimin saat
itu walaupun beliau diminta menjadi wedana.karena dukungan istri beliau yang
sangat kuat KH.Abdul Kabier lebih memilih sebagai pendidik ,yang akhirnya
menjadi awal dilanjutkannya kembali lembaga pondok pesantren nur el falah.
Lembaga
Formal yang beliau dirikan sbb:
1.
Perguruan
Menengah Islam Mualimin 6 tahun
2.
MIS
Kubang
3.
Sekolah
Tinggi Ushuludin Cabang Jakarta
Dan
KH.Abdul Kabier menghembuskan napas terakhir pada hari jum’at 15 Sya’ban 1359 H
/22 Agustus 1975 M. Selamat jalan ulamakue, kiaikue,umarakue,dan
pahlawankue……dan terima kasih berkat perjuanganmue generasi dari generasi
bangsa ini telah merasakannya…dan do’a do’a dari setiap santrimu,muridmu akan
terus mengalir …….untukmu.
Sepeninggal
beliau ke dua putranya KH.Ito Athoillah Kabier dan KH.Idy Faridy Hakim.LmL.SH.
melanjutkan perjuangan beliau. Pada awalnya pesantren ini bernama pesantren
KH.Abdul Kabier saja atau pesantren kubang. Namun pada tahun 1968 menjadi
Yayasan Pendidikan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah kemudian tahun 1970 di ganti
menjadi Nuril Falah , akhirnya berdasarkan akte notaries No.4 Tanggal 6
november 1989 menjadi NUR EL FALAH sampai sekarang.
Lembaga
Formal yang didirikan anak anaknya sbb ;
1.
Sekolah
Menengah Pertama (SMP)
2.
Sekolah
Menengah Umum (SMU)
3.
Madrasah
Tsanawiyah (MTs)
4.
Madrasah
Aliyah (MA)
5.
Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK)
6.
Sekolah
Tinggi Agama Islam KH.Abdul Kabier (STAIKHA)
7.
Koperasi
Pesantren
8.
Lembaga
Komputer
Pondok Pesantren NUR EL FALAH terletak di
kampung kubang desa kubang jaya kecamatan petir kabupaten serang provinsi
banten .