Saturday, 29 November 2014

Sejarah KH.Abdul Kabier



                        KYIAI, ULAMA,UMARA DAN PAHLAWAN
Perjalanan perjuangan yang dilakukan KH.Abdul Kabier begitu panjang , banyak pengorbanan yang dilaluinya dalam mewujudkan segala cita cita mulianya. KH.Abdul Kabier dilahirkan pada tanggal 16 Januari 1916. Bertempat di desa Kadugenap Kecamatan Petir Kabupaten Serang, dan beliau dilahirkan oleh seorang ibu bernama Hj.Kanah dan memiliki seorang ayah yang juga memiliki kepemimpinan cukup terlihat di didesanya saat itu. Yaitu H.Marjuk. ketika dalam masa belajar KH.Abdul Kabier memiliki kecerdasan yang cukup baik, sehingga sangat diperhatikan oleh para kiai tempat beliau menuntut ilmu. Sewaktu kecil beliau bernama Jaya Sunawiri kemudian oleh gurunya KH.Muhamad Juhri  diganti menjadi Abdul Kabier, sewaktu belajar di Madrasah Cigodeg Kecamatan Petir di bawah asuhan KH.Gozali dan KH.Emed M.Juhri.
Perjalanan hidup KH.Abdul Kabier cukup panjang dengan aneka cobaan dan rintangan, pada usia 4 tahun beliau sudah ditinggalkan wafat oleh ayahnya H.Marjuk, karena beliau memiliki seorang ibu yang begitu gigih agar anaknya tetap belajar,dengan cara apapun dilakukannya yang terpenting KH.Abdul Kabier saat itu dapat terus melanjutkan pendidikannya, baik pendidikan formal maupun non formal. Selain itu beliau juga mendapat dukungan dari kakeknya yaitu H.Jarman dan pamannya H.Raman yang pada saat itu menjadi kepala desa sindang sari.Pada masa kecilnya beliau mendapatkan pendidikan tingkat dasar di Sekolah Rakyat (SR)  di Tunjung, melihat kecerdasan yang dimiliki KH.Abdul Kabier guru dan kepala sekolahnya meminta persetujuan agar KH.Abdul Kabier di sekolahkan ke HIS. Tapi sebelum tamat dari HIS ibunda beliau memindahkan sekolahnya ke Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang JATIM, karena ibunya melihat cita cita anaknya yang ingin menjadi seorang ulama.
Pendidikan agama selanjutnya beliau dapatkan diberbagai pesantren besar seperti di Warung Gunung (KH.Idris), Ciomas Kab.Serang (KH.Uding) Tebu Ireng Jombang (KH.Hasyim As’ari), Garut, Buntet Cirebon dan Cianjur. Beliau juga aktif mengikuti pengajian pasaran di berbagai pesantren lainnya sehingga dalam pengajian kitab beliau dapatkan bimbingan lebih dari 40 kiai baik ilmu agama maupun tentang kenegaraan.
Pada tahun 1940 beliau menikah dengan seorang gadis bernama syukraeni putrid dari kepala desa kadugenap yaitu H.Sadari dan dalam pernikahannya dikaruniai 12 orang anak yaitu;
1.     Hj.Robiatul Adawiyah
2.     Hj. Bahirah .BA.
3.     Sodru Syahid (alm)
4.     KH.Ito Athoillah .S.Pd.I.
5.     KH.Idy Faridy Hakim.LML.SH.
6.     Tuty siti ratnuti S.Pd.I.
7.     Drs.A.M.Dasturi
8.     KH.Ubaidillah Kabier.SE.
9.     Dail Ma’ruf (alm)
10.                        Drs.Ida Mudzakirotul Ummah.M.Pd.
11.                        Ir.Dail Umamil Asri. M.eg.
12.                        Shofa Raunda Shofro.SH.S.Pn.
Dalam perjalanannya menegakan agama dalam membina masyarakat ,KH.Abdul Kabier mengawalinya dari pengajian pengajian  dari kampung ke kampung.Kemudian pada tahun 1943 beliau mendirikan pondok pesantren  yang jumlah santri maupun pondoknya terus berkembang.Hal ini disebabkan beliau sangat dekat dengan masyarakat dan merangkul semua kalangan serta terkenal sebagai kiai yang sangat disegani dan kondang. Dan beliau juga aktif menghilangkan kema’siyatan dan kemungkaran dengan para kiyai yang lainnya.
Sementara itu dalam memperjuangkan Negara inipun beliau turut aktif dan langsung memimpin dan menghimpun pasukan Hizbullah dari kekuatan rakyat dan para santri untuk mengusir penjajah baik jepang maupun belanda pada agresi II. Akibatnya beliau selalu dicari cari mau ditangkap, sehingga pondok pesantren yang beliau rintis saat itu dibombardir oleh penjajah, di ikuti pengepungan wilayah petir oleh penjajah dengan membombardir dari Pamarayan, Warunggunung, Cadasari.Baros dan Taktakan.
Dan ketika suasana Negara sudah kembali aman, beliau dipercaya menjabat sebagai Wedana di Pamarayan tahun 1950 – 1951 dan di Ciomas pada tahun 1951-1959.merangkap sebagai Konstituante dari Fraksi Nahdhotul Ulama (NU) selama 3 tahun sampai dengan 05 Juli 1959.Selanjutnya beliau ditugaskan oleh menteri Agama sebagai pejabat tinggi di Direktorat Urusan Agama  Pusat  di Jakarta.
Setelah itu beliau memilih untuk kembali ditugaskan sebagai pendidik di mualimin saat itu walaupun beliau diminta menjadi wedana.karena dukungan istri beliau yang sangat kuat KH.Abdul Kabier lebih memilih sebagai pendidik ,yang akhirnya menjadi awal dilanjutkannya kembali lembaga pondok pesantren nur el falah.
Lembaga Formal yang beliau dirikan sbb:
1.     Perguruan Menengah Islam Mualimin 6 tahun
2.     MIS Kubang
3.     Sekolah Tinggi Ushuludin Cabang Jakarta

Dan KH.Abdul Kabier menghembuskan napas terakhir pada hari jum’at 15 Sya’ban 1359 H /22 Agustus 1975 M. Selamat jalan ulamakue, kiaikue,umarakue,dan pahlawankue……dan terima kasih berkat perjuanganmue generasi dari generasi bangsa ini telah merasakannya…dan do’a do’a dari setiap santrimu,muridmu akan terus mengalir …….untukmu.
Sepeninggal beliau ke dua putranya KH.Ito Athoillah Kabier dan KH.Idy Faridy Hakim.LmL.SH. melanjutkan perjuangan beliau. Pada awalnya pesantren ini bernama pesantren KH.Abdul Kabier saja atau pesantren kubang. Namun pada tahun 1968 menjadi Yayasan Pendidikan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah kemudian tahun 1970 di ganti menjadi Nuril Falah , akhirnya berdasarkan akte notaries No.4 Tanggal 6 november 1989 menjadi NUR EL FALAH sampai sekarang.
Lembaga Formal yang didirikan anak anaknya sbb ;
1.     Sekolah Menengah Pertama (SMP)
2.     Sekolah Menengah Umum (SMU)
3.     Madrasah Tsanawiyah (MTs)
4.     Madrasah Aliyah (MA)
5.     Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
6.     Sekolah Tinggi Agama Islam KH.Abdul Kabier (STAIKHA)
7.     Koperasi Pesantren
8.     Lembaga Komputer
 Pondok Pesantren NUR EL FALAH terletak di kampung kubang desa kubang jaya kecamatan petir kabupaten serang provinsi banten .

Wednesday, 19 November 2014

METODE ANALISIS GEOGRAFI

1.Tujuan Penelitian Geografi
a. Menerapkan hasil penelitian geografi bagi kepentingan pemecahan masalah sosial.
b. Menerapkan hasil penelitian geografi bagi kepentingan hidup manusia masa kini dan akan datang.
c. Menyumbangkan hasil penelitian geografi bagi perencanaan dan pengembangan daerah , serta bagi       kepentingan perencanaan dan pengembangan kehidupan.
d. Menguji kebenaran hipotesis yang diajukan thd masalah yang diteliti.
e. Menyampaikan konsep,teori atau prinsip baru yang ditemukan pada penelitian bagi kepentingan pengembangan ilmu geografi.

2. Unsur unsur pokok dalam penelitian .
     Perhatikan flow chart (peta aliran) kerangka penelitian geografi berikut ini ;
     Mulai----pengamatan fenomena------perumusan masalah---pengumpulan informasi (data data pendukung)-----pengajuan hipotesis-----pengujian hipotesis------pengolahan dan analisis data-------perumusan kesimpulan------berhenti.

a. Perumusan Masalah
    Masalah adalah hal yang mengandung persoalan , yang membutuhkan pemecahan.Dengan demikian , tidak semua hal yang mengandung persoalaan atau tdk semua hal menjadi masalah.
Masalah geografi sekurang kurangnya menyangkut tiga persoalan pokok ;
1) Apa masalahnya?
2) di mana masalah itu terjadi?
3) Mengapa masalah terjadi?

b. Kajian teori dan pengajuan hipotesis
     Setelah menemukan masalah dalam bentuk pertanyaan penelitian, langkah berikutnya adalah menentukan jawaban sementara atau dugaan jawaban terhadap pertanyaan tersebut. Dalam metode ilmiah, ,dugaan jawaban di sebut hipotesis, yaitu jawaban yang masih dangkal  dan perlu diuji kebenarannya.
untuk membuat hipotesis, kita harus bertolak dari teori geografi yang sudah ada.Ada beberapa syarat yg harus dimiliki oleh suatu hipotesis yang baik,yaitu :
1) dapat dipercaya dan masuk akal.
2) merupakan ungkapan keteraturan pikiran.
3) memberikan peluang untuk pengujian empiris.
Hipotesis dapat dinyatakan dalam bentuk sbb:
1) Hipotesis dalam bentuk pertanyaan.
2) Hipotesis nol
3) Hipotesis yang memberikan peluang jawaban ya ,tidak dan mungkin.
c.Pengumpulan data untuk menguji kebenaran hipotesis.
1) Analisis isi media massa.
2) Observasi langsung.
3) Observasi tidak langsung
4) Wawancara tidak langsung
5) Wawancara langsung
6) Study dokumenter (bibliografi)

d. Penggunaan sampel
    Sampel adalah bagian dari populasi (contoh) yang mewakili populasi yang bersangkutan .
sebelum menentukan sampel dari suatu populasi ,kita harus memiliki pengetahuan tentang populasinya. Terlebih dahulu kita harus membuat estimasi (rata rata sifat) populasi yg akan diambil sampelnyA.
Pemilihan sampel dari populasi dapat dilakukan dengan cara sbb;
1) sampel acak sederhana
    Pengumpulan sampel ini dilakukan secara acak.
2) Sampel bertingkat (berstrata).
     Sampel ini diambil dengan cara membagi populasi menjadi kelas atau tingkat.Anggota sampel diambil dari setiap kelas terwakili dalam setiap sampel.
3) Sampel sistematik
     Sampel ini diambil dengan cara membuat daftar anggota populasi secara berurut, kemudian ditentukan satu nomor patokan  sebagai titik awal.
4) Sampel cluster
     Dalam sampel ini, populasi dibagi atas kelompok menurut area dan cluster.
5) Sampel kuota
    Pengambilan sampel seperti ini dilakukan dengan cara menetukan strata(lapisan) terlebih dahulu berdasarkan sifat yg dianggap memiliki pengaruh dominan thdp variabel yang diteliti.
6) Sampel sebanding (proportional sample)
    Pengambilan sampel ini hampir sama dengan sampel kuota.
7) Sampel bertujuan (purposive sample)
sampel ini merupakan sampel dengan tujuan tertentu.
3. Penyajian Hasil Penelitian Geografi
    a.Susunan dalam menyajikan karya tulis.
        Secara lengkap susunan (format) dalam menyajikan karya tulis sebagai berikut.
   1) BAGIAN PEMBUKAAN
       -Judul karya tulis penelitian
       - Halaman pengesahan (kepala sekolah)
       - Halaman persetujuan (guru pembimbing)
       - Halaman persembahan dan motto 9apabila diperlukan)
       - Kata pengantar
       - Abstrak
       - Daftar isi
       - Daftar gambar
       - Daftar tabel
       - Daftar lampiran
2) BAGIAN ISI
        - Bab I : PENDAHULUAN
       A. Latar Belakang Masalah
       B. Rumusan Permasalahan
       C. Tujuan Penelitian.
       D. Manfaat Penelitian
      - Bab II : LANDASAN TEORI
       A. Telaah Pustaka
       B. Landasan Teoritik
       C.Hipotesis
     - Bab  III : METODOLOGI PENELITIAN
        A. Identifikasi Variabel
        B. Populasi dan penentuan sampel penelitian
        C. Metode pengumpulan data
        D. Model analisis dan Tekhnik analisis
    - Bab IV : ANALISIS DATA
        A. Latar belakang objek penelitian
        B. Analisis Data
3) BAGIAN PENUTUP
       - Bab V : PENUTUP
       A. Kesimpulan
       B. Saran saran
      DAFTAR PUSTAKA
      LAMPIRAN
4. Teknik menulis karya ilmiah geografi
a. Teknik menulis
    1) karya ilmiah ditulis dua spasi
    2) Batas pengetikan diatur agar dihasilkan ketikan berjarak 4 cm dari pinggir kanan dan atas dan 3 cm dari pinggir kiri dan bawah.
    3) Alinea baru diketik menjorok ke dalam sebanyak tujuh ketukan
    4) Angka sepuluh ke bawah ditulis dengan huruf,kecuali yg disertai satuan seperti cm, kg, dan ukuran lainnya.
    5) singkatan hanya diperkenankan untuk yang sudah lazim, seperti sbb, dst,kg,m dan cm.
    6) setiap halaman harus diberi no,or dengan angka biasa
    7) Nomor halaman ditempatkan pada bagian bawah di tengah
    8) Nomor halaman untuk bagian awal seperti halaman judul, kata pengantar, daftar isi, dan daftar tabel menggunakan huruf romawi kecil dan ditempatkan di tengah bagian  bawah.
    9) Judul bab ditulis dengan huruf besar, ditengah bagian atas , nomor bab menggunakan angka romawi besar
    10) Subjudul diberi nomor urut dengan angka biasa, ditulis dengan huruf kecildan bisa diberi garis bawah.
     11) Apabila dalam karya tulis terdapat kutipan dari buku atau majalah ilmiah,isi kutipan harus sama dengan aslinya ,baik bahasa ,ejaan, maupun tanda bacanya.
    12) Kutipan yang panjangnya lebih dari lima baris diketik satu spasi, sedangkan yg kurang dari lima baris diketik dua spasi dan dimasukan kedalam teks biasa dengan memakai tanda petik pada awal dan pada akhir kutipan .Bila dalam kutipan ada beberapa kata yg akan dihilangkan karena tidak perlu, maka yang dihilangkan  diganti dengan tanda titik sebanyak tiga buah. Namun, bila bagian yang dihilangkan ada satu kalimat , gantilah dengan tanda titik satu baris.
  13) Hindari penggunaan bahasa asing sepanjang ada padanannya dalam bahasa indonesia. Bila terpaksa, tulis kedua duanya yakni bahasa indonesia ,kemudian bahasa asingnya di dalam kurung.contoh : uji coba (tryout).
14) Gunakan bahasa indonesia yang baik dan benar.Perhatikan ejaan,tanda baca, pemenggalan kata, dan kaidah penggunaan bahasa indonesia yang berlaku.
15) Apabila ada tabel ,berilah judul tabel dan nomor tabel.Judul tabel diketik dengan huruf kecil.Nomor tabel dengan angka biasa.
16) Daftar pustaka diurutkan berdasarkan abjad nama pengarangnya .penulisannya harus lengkap, yakni nama pengarang ,judul karangan, nama penerbit, tempat diterbitkan, tahun penerbitan.Nama pengarang orang indonesia ditulis sebagaimana biasa, sedangkan pengarang asing, namanya dibalik.
conroh : Suyoto,Dasar - Dasar Geografi.CV.Sinar Baru,Bogor,2012.
5. Notasi Ilmiah 
   1) Kutipan dengan dengan singkatan dan catatan kaki
       Setiap kutipan diberi nomor di akhir kutipan dan diketik agak ke atas.Setiap nomor kutipan diberi catatan kaki (footnotes) di bagian bawah. Catatan kaki ditulis lengkap : nama pengarang, judul buku, nama penerbit,tempat diterbitkan. tahun penerbitan, dan nomor halaman yg dikutip.Sumber kutipan yang yang telah disebut bila akan digunakan lagi, tidak perlu ditulis lengkap,tetapi cukup dengan menggunakan singkatan :
  • ibid, digunakan untuk menyatakan sumber yang sama yang telah disebut sebelumnya,tanpa diselang oleh sumber lain dan menunjuk pada halaman yang berbeda.
  • op.cit. digunakan untuk menyatakan sumber yg sama yang telah disebut sebelumnya,tetapi telah telah diselang oleh sumber lain dan menunjuk pada halaman yang berbeda.
  • Loc.cit. digunakan untuk menyatakan sumber yang sama, yang telah disebut sebelumnya dan menunjuk kepada halaman yang sama. contoh:
         1) Nata Suhana, Proses Pembuatan Peta,CV.Sinar Solo, Surakarta,2012,hal.70
         2) Ibid, hal.88
         3) Emil Salim, Perencanaan Pembangunan dan Pemerataan Pendapatan, Yayasan Idayu, Jakarta, 1990,hal.78
          4) Sarsito Hendro, Teori Teori Pemetaan, CV.Sinar Solo,Surakarta,2012,hal.62
          5) Emil Salim,op.cit.,hal.80
          6) Sarsito Hendro,Loc.CIT.

Thursday, 6 March 2014

HIDROSFER






makalah

hidrosfer
https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTsIkGEOxomRbD4ErvOhJHOleofIGwsuZuaDYbBIQz5qcPaU61G


disusun oleh:
Encep hafidz
Kelas: xii ips 1


SMA NUR EL FALAH KUBANG
2014 – 2015





KATA PENGANTAR


Assalamualaikum Wr.Wb
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga makalah ini dapat diselesaikan. Tidak lupa salawat serta salam semoga selalu tercurah dan terlimpah kepada junjungan kita Besar Nabi Muhammad SAW yang kita nantikan safaatnya di hari kiamat nanti

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_ax2GL0ddx2Q_O85YmsB5vpofjgKFdrbek_mQGmGdATNDmOZ3XfEBJ2gJ8EWL8ofjYRvKABkSIPkSLUEof2L3rpYwP4D7EQo-wLQUtUGXenNv3o-YmEwnaeA5Ym6J8BOz2eWq2VGCuqvr/s320/bumi.gif

 “Tiada gading yang tak retak”. Begitu juga dalam pembuatan makalah ini. Kami menyadari bahwa banyak kesalahan dan kekurangannya. Oleh karena itu, saran dan kritik dari guru pengampuh dan teman-teman sangat kami harapkan guna penyempurnaan makalah ini.
Akhirul kalam,
Wassalamualaikum Wr. Wb.



BAB 1
PENDAHULUAN
A. latar belakang

Dalam kehidupan sehari-hari kita memerlukan air bersih untuk minum, memasak, mencuci dan keperluan lain. Air tersebut mempunyai standar 3 B yaitu tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak beracun. Tetapi adakalanya kita melihat air yang berwarna keruh dan berbau serta sering kali bercampur dengan benda-benda sampah seperti kaleng, plastik, dan sampah organic. Pemandangan seperti ini kita jumpai pada aliran sungai atau dikolam-kolam. Air yang demikian biasa disebut air kotor atau disebut pula air yang terpolusi.Darimana polutan itu berasal ?Bagi kita, khususnya masyarakat pedesaan sungai adalah sumber air sehari-hari. Sumber polutan dapat berasal dari mana-mana. Contohnya limbah-limbah industri dibuang dan dialirkan ke sungai. Semua akhirnya bermuara di sungai dan pencemaran polutan air ini dapat merugikan manusia bila manusia mengkonsumsi air yang tercemar. Maka dari itu kelompok kami ingin membahas upaya pencegahan pencemaran air melalui makalah ini.

B.  Rumusan Masalah
-          Apa itu hidrosfer?
-          Apa yang dimaksud dengan siklus hidrosfer?
-          Bagaimana terjadinya siklus hidrosfer?
-          Apa saja jenis-jenis air?
-          Apa yang dimaksud pencemaran?
-          Bagaimana terjadinya pencemaran air?
-          Apa saja macam-macam pencemaran air?
-          Apa yang menjadi sumber atau penyebab pencemaran air?
-          Apa upaya penanggulangan pencemaran air?


C. Tujuan



Tujuan penulisan makalah ini pada dasarnya ialah yang pertama merupakan syarat mengikuti ujian mata kuliah “Fisika Lingkungan” yang di asuh oleh Ibu Dosen Derty mulyana, M.Pd. Namun dari sisi lain kami juga ingin mengetahui bagaimana upaya pemecahan masalah dalam penanggulangan pencemaran air. Sehingga kami dapat mengimplementasikan dalam kehidupan keseharian kami, dan dapat menggunakan cara – cara dalam upaya pemecahan masalah pencemaran air tersebut dalam kehidupan bermasyarakat.




D.  Metode
Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah metode literature.






BAB 2
PEMBAHASAN
A. Pengertian Hidrosfer
Hidrosfer adalah lapisan air yang ada di permukaan bumi. Kata hidrosfer berasal dari kata hidros yang berarti air dan sphere yang berarti lapisan. Hidrosfer di permukaan bumi meliputi danau, sungai, laut, lautan, salju atau gletser, air tanah dan uap air yang terdapat di lapisan udara.

B. Siklus Hidrosfer



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqUpDKOKUQ8RZZHGL3rg-hBrJZvPu4X7z02M33jMms1TNWLVVMfgN_vAzskEvVqXzPHKHDJ_XaKc3xmeRwo_iNfT6CvW5YL2sTR6bRsMMIJuifNANz4DBzjpsBdw671Wy0iy4IpihJcp8a/s1600/bhtth.jpg
Siklus hidrosfer disebut juga siklus hidrologi. Siklus hidrologi adalah suatu proses peredaran atau daur ulang air secara berurutan dan terus-menerus. Pemanasan sinar matahari menjadi pengaruh pada siklus hidrologi. Air di seluruh permukaan bumi akan menguap bila terkena sinar matahari. Pada ketinggian tertentu ketika temperatur semakin turun uap air akan mengalami kondensasi dan berubah menjadi titik-titik air dan jatuh sebagai hujan.

Siklus hidrologi dibedakan menjadi tiga, yaitu siklus pendek, siklus sedang dan siklus panjang.

- Siklus Pendek / Siklus Kecil
1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari
2. Terjadi kondensasi dan pembentukan awan
3. Turun hujan di permukaan laut

- Siklus Sedang
1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari
2. Terjadi kondensasi
3. Uap bergerak oleh tiupan angin ke darat
4. Pembentukan awan
5. Turun hujan di permukaan daratan
6. Air mengalir di sungai menuju laut kembali
- Siklus Panjang / Siklus Besar
1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari
2. Uap air mengalami sublimasi
3. Pembentukan awan yang mengandung kristal es
4. Awan bergerak oleh tiupan angin ke darat
5. Pembentukan awan
6. Turun salju
7. Pembentukan gletser
8. Gletser mencair membentuk aliran sungai
9. Air mengalir di sungai menuju darat dan kemudian ke laut

C. JENIS – JENIS AIR

Air merupakan sumber kehidupan yang tidak dapat tergantikan oleh apa pun juga. Tanpa air manusia, hewan dan tanaman tidak akan dapat hidup. Air di bumi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :

1. Air Tanah

Air tanah adalah air yang berada di bawar permukaan tanah. Air tanah dapat kita bagi lagi menjadi dua, yakni air tanah preatis dan air tanah artesis.

- Air Tanah Preatis
Air tanah preatis adalah air tanah yang letaknya tidak jauh dari permukaan tanah serta berada di atas lapisan kedap air / impermeable.

- Air Tanah Artesis
Air tanah artesis letaknya sangat jauh di dalam tanah serta berada di antara dua lapisan kedap air.

2. Air Permukaan

Air pemukaan adalah air yang berada di permukaan tanah dan dapat dengan mudah dilihat oleh mata kita. Contoh air permukaan seperti laut, sungai, danau, kali, rawa, empang, dan lain sebagainya. Air permukaan dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu :

- Perairan Darat
Perairan darat adalah air permukaan yang berada di atas daratan misalnya seperti rawa-rawa, danau, sungai, dan lain sebagainya.

- Perairan Laut
Perairan laut adalah
 air permukaan yang berada di lautan luas. Contohnya seperti air laut yang berada di laut.








D. Pencemaran air
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUWXSNPWa4KPHcew8HkIkZk-V61JBV95HqMExB0A1wNHObHAeIancj_rEFiaHTqdD477gRebjgDJIdJKX4s2UhLYcmA8XaJRTWq9LrXujwlRouV-OJLUPjzRIWviYNphdwb4rDsqTmKSXG/s320/citarum_pollution.jpg

Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Danau, sungai, lautan dan air tanah adalah bagian penting dalam siklus kehidupan manusia dan merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Selain mengalirkan air juga mengalirkan sedimen dan polutan. Berbagai macam fungsinya sangat membantu kehidupan manusia. Pemanfaatan terbesar danau, sungai, lautan dan air tanah adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya berpotensi sebagai objek wisata.Walaupun fenomena alam seperti gunung berapi, badai, gempa bumi dan lain-lain juga mengakibatkan perubahan yang besar terhadap kualitas air, hal ini tidak dianggap sebagai pencemaran.

Pencemaran air merupakan masalah global utama yang membutuhkan evaluasi dan revisi kebijakan sumber daya air pada semua tingkat (dari tingkat internasional hingga sumber air pribadi dan sumur). Air biasanya disebut tercemar ketika terganggu oleh kontaminan antropogenik dan ketika tidak bisa mendukung kehidupan manusia, seperti air minum, dan/atau mengalami pergeseran ditandai dalam kemampuannya untuk mendukung komunitas penyusun biotik, seperti ikan. Fenomena alam seperti gunung berapi, algae blooms, badai, dan gempa bumi juga menyebabkan perubahan besar dalam kualitas air dan status ekologi air.


PENYEBAB DAN AKIBAT PENCEMARAN AIR
1.  Penyebab pencemaran air
Pencemaran air dapat disebabkan oleh berbagai hal dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
  • Meningkatnya kandungan nutrien dapat mengarah pada eutrofikasi.
  • Sampah organik seperti air comberan (sewage) menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya yang mengarah pada berkurangnya oksigen yang dapat berdampak parah terhadap seluruh ekosistem.
  • Industri membuang berbagai macam polutan ke dalam air limbahnya seperti logam berat, toksin organik, minyak, nutrien dan padatan. Air limbah tersebut memiliki efek termal, terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik, yang dapat juga mengurangi oksigen dalam air.
  • Seperti limbah pabrik yg mengalir ke sungai seperti di sungai citarum
  • pencemaran air oleh sampah
  • Penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan
2.  Akibat pencemaran air
  • Dapat menyebabkan banjir
  • Erosi
  • Kekurangan sumber air
  • Dapat membuat sumber penyakit
  • Tanah Longsor
  • Dapat merusak Ekosistem sungai
  • Kerugian untuk Nelayan.
E. Upaya Penanggulangan Pencemaran Air
Untuk mencegah agar tidak terjadi pencemaran air, dalam aktivitas kita dalam memenuhi kebutuhan hidup hendaknya tidak menambah terjadinya bahan pencemar antara lain tidak membuang sampah rumah tangga, sampah rumah sakit, sampah/limbah industri secara sembarangan, tidak membuang ke dalam air sungai, danau ataupun ke dalam selokan. Tidak menggunakan pupuk dan pestisida secara berlebihan, karena sisa pupuk dan pestisida akan mencemari air di lingkungan tanah pertanian. Tidak menggunakan deterjen fosfat, karena senyawa fosfat merupakan makanan bagi tanaman air seperti enceng gondok yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran air.

Pencemaran air yang telah terjadi secara alami misalnya adanya jumlah logam-logam berat yang masuk dan menumpuk dalam tubuh manusia, logam berat ini dapat meracuni organ tubuh melalui pencernaan karena tubuh memakan tumbuh-tumbuhan yang mengandung logam berat meskipun diperlukan dalam jumlah kecil. Penumpukan logam-logam berat ini terjadi dalam tumbuh-tumbuhan  karena terkontaminasi oleh limbah industri. Untuk menanggulangi agar tidak terjadi penumpukan logam-logam berat, maka limbah industri hendaknya dilakukan pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan.
Proses pencegahan terjadinya pencemaran lebih baik daripada proses penanggulangan terhadap pencemaran yang telah terjadi.

Pengolahan limbah
Limbah industri sebelum dibuang ke tempat pembuangan, dialirkan ke sungai atau selokan hendaknya dikumpulkan di suatu tempat yang disediakan, kemudian diolah, agar bila terpaksa harus dibuang ke sungai tidak menyebabkan terjadinya pencemaran air. Bahkan kalau dapat setelah diolah tidak dibuang ke sungai melainkan dapat digunakan lagi untuk keperluan industri sendiri.
Sampah padat dari rumah tangga berupa plastik atau serat sintetis yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme dipisahkan, kemudian diolah menjadi bahan lain yang berguna, misalnya dapat diolah menjadi keset. Sampah organik yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme dikubur dalam lubang tanah, kemudian kalau sudah membusuk dapat digunakan sebagai pupuk.






BAB 3
KESIMPULAN DAN SARAN

A.    Kesimpulan

Hidrosfer adalah lapisan air yang ada di permukaan bumi. Di dalam hidrosfer, terjadi siklus hiodrosfer. Siklus hidrosfer disebut juga siklus hidrologi. Siklus hidrologi adalah suatu proses peredaran atau daur ulang air secara berurutan dan terus-menerus. Siklus hidrologi dibedakan menjadi tiga, yaitu siklus pendek/siklus kecil, siklus sedang dan siklus panjang/siklus besar. Air dapat dibedakan menjadi dua, yaitu air tanah dan air permukaan. Air tanah bisa digolongkan lagi menjadi air tanah preatis dan air tanah artesis. Air permukaan dapat dibedakan menjadi dua jenis, yakni perairan daratan dan perairan laut.

Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Danau, sungai, lautan dan air tanah adalah bagian penting dalam siklus kehidupan manusia dan merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Selain mengalirkan air juga mengalirkan sedimen dan polutan. Berbagai macam fungsinya sangat membantu kehidupan manusia.

Pemanfaatan terbesar danau, sungai, lautan dan air tanah adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya berpotensi sebagai objek wisata. Pencemaran air merupakan masalah global utama yang membutuhkan evaluasi dan revisi kebijakan sumber daya air pada semua tingkat (dari tingkat internasional hingga sumber air pribadi dan sumur).

Air biasanya disebut tercemar ketika terganggu oleh kontaminan antropogenik dan ketika tidak bisa mendukung kehidupan manusia, seperti air minum, dan/atau mengalami pergeseran ditandai dalam kemampuannya untuk mendukung komunitas penyusun biotik, seperti ikan. Fenomena alam seperti gunung berapi, algae blooms, badai, dan gempa bumi juga menyebabkan perubahan besar dalam kualitas air dan status ekologi air.


B. Saran

Untuk mencegah agar tidak terjadi pencemaran air, dalam aktivitas kita dalam memenuhi kebutuhan hidup hendaknya tidak menambah terjadinya bahan pencemar antara lain tidak membuang sampah rumah tangga, sampah rumah sakit, sampah/limbah industri secara sembarangan, tidak membuang ke dalam air sungai, danau ataupun ke dalam selokan.

Tidak menggunakan pupuk dan pestisida secara berlebihan, karena sisa pupuk dan pestisida akan mencemari air di lingkungan tanah pertanian. Tidak menggunakan deterjen fosfat, karena senyawa fosfat merupakan makanan bagi tanaman air seperti enceng gondok yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran air.